Pemerintah Ingin Gaet Turis Arab Lebih Banyak, Begini Strateginya
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berencana menggaet lebih banyak turis Arab ke Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
Sebab, merujuk pada data kunjungan kunjungan turis Arab ke Indonesia dari tahun ke tahun, jumlahnya belum pernah menyamai level sebelum pandemi Covid-19.
"Kita ingin minimal balik gitu ya (angkanya), sama seperti sebelum pandemi Covid-19. Nah, apa yang harus kita lakukan? Kita strategikan ya, kita lihat kayak apa nih apa yang kita bisa lakukan berbeda," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini.
Made mengungkapkan, angka kunjungan turis Arab ke Indonesia mencapai sekitar 157.000 orang pada 2019.
Selama hampir tiga tahun pandemi Covid-19 berlangsung, kunjungan turis Arab ke Indonesia hanya berkisar 32.000 hingga 46.000 orang.
"Baru mulai di atas 100.000 (kunjungan) itu tahun 2023, terus mulai creeping up," jelas Made ketika dihubungi Kompas.com lewat sambungan telepon, Rabu (26/11/2025).
Jumlah kunjungan turis Arab yang datang ke Indonesia mencapai puncaknya pada 2024 dengan total sekitar 135.000 kunjungan.
Selanjutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah turis Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia selama Januari hingga September 2025 mencapai 113.685 orang.
"Kelihatannya dari prediksi, kita akan memenuhi target yang ditetapkan untuk Arab Saudi," lanjut dia.
Cara Kemenpar promosi wisata Indonesia di Timur Tengah
Saat ini, Kemenpar tengah menyiapkan sejumlah strategi menggaet lebih banyak turis Arab ke Indonesdia. Salah satunya melalui kampanye langsung di wilayah Timur Tengah, khususnya Arab Saudi.
1. Promosi lewat pameran wisata
Dimulai dari Arabian Travel Mart (ATM) di Dubai yang menargetkan turis-turis Arab Saudi. Tidak hanya terbatas di ibu kota negara tersebut di Riyadh, tetapi di kota-kota lain, termasuk Jeddah.
Gelaran Parade Seni Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Kota Semarang pada Kamis, (21/8/2025) malam berlangsung meriah.
2. Promosi lewat media sosial
Selanjutnya, Kemenpar juga berencana melakukan promosi wisata Indonesia untuk turis Arab melalui media sosial mulai tahun ini.
Promosi ini berfokus untuk menggaet turis Arab lebih banyak saat musim haji tiba. Sebab berbeda dengan jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci, turis Arab justru memanfaatkan momen ini untuk berlibur ke luar negeri.
"Nah, kami lagi membuat sebuah strategi bagaimana agar ketika mereka ke luar negeri, mereka juga ke Indonesia gitu. Nah, memang isunya kan konektivitas nih," kata Made.
"Konektivitas nih yang yang sedang kita upayakan ya. Kita sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, dengan industri juga," sambung dia.
3. Promosi lewat iklan kendaraan
Selama musim haji berlangsung, Indonesia menjadi negara dengan jumlah jemaah terbanyak di Arab Saudi
Bersama Kementerian Haji, momen ini rencananya akan dimanfaatkan Kemenpar untuk mempromosikan wisata Indonesia melalui iklan-iklan kendaraan lokal.
"Salah satu yang akan kita lakukan adalah (memasang ikan) di bus-bus itu. Kan bus-busnya keliling nih dan karena ada jutaan orang di sana kan, orang-orang dari seluruh dunia akan melihat," ungkap Made.
4. Menggelar fam trip
Terakhir, Kemenpar juga akan mengadakan fam trip ke destinasi-destinasi wisata Indonesia yang menjadi favorit turis Arab, seperti Puncak, Bali, Bandung, hingga Lombok.
"Jadi kalau mereka suka high end, misalnya naik kapal pinisi, kemudian ada yang suka diving, minat khusus, ada yang suka makan, ada yang suka belanja, hal-hal seperti itu kita tunjukkan bahwa Indonesia punya," pungkas Made.
Tag: #pemerintah #ingin #gaet #turis #arab #lebih #banyak #begini #strateginya