7 Negara Terbitkan Travel Warning, Imbau Warganya Tak ke Venezuela
– Dunia internasional diguncang oleh serangan udara mendadak yang dilancarkan Amerika Serikat ke berbagai wilayah Venezuela pada Jumat malam (2/1/2026).
Setelah ledakan mengguncang ibu kota Caracas, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pasukannya telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Dalam operasi penggerebekan malam hari tersebut, Ibu Negara Cilia Flores juga turut diamankan. Keduanya dilaporkan telah diterbangkan keluar dari Venezuela menuju Amerika Serikat untuk menghadapi proses hukum.
Tuduhan narkoterorisme
Jaksa Agung AS, Pam Bondi, mengonfirmasi bahwa Maduro akan diadili di New York atas tuduhan keterlibatan dalam narkoterorisme. Dakwaan resmi terhadap pemimpin Venezuela tersebut baru saja dikeluarkan pada Sabtu (3/1/2026), sebagaimana dikutip dari The Guardian.
Langkah drastis ini merupakan puncak dari kampanye "tekanan maksimum" yang dijalankan Trump di periode keduanya.
Trump menuduh Maduro sebagai salah satu bandar narkoba terbesar di dunia yang mengacaukan kawasan melalui perdagangan narkotika dan imigrasi ilegal.
Travel warning
Menyusul operasi militer tersebut, situasi keamanan di Venezuela memburuk secara tajam. Sebanyak tujuh negara besar segera melarang warganya pergi ke Venezuela.
1. Amerika Serikat
Melalui situs resmi kedutaan besarnya, AS menetapkan status Level 4. Warga negara AS yang berada di Venezuela didesak segera keluar.
Departemen Luar Negeri AS memperingatkan risiko penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan terorisme. Layanan konsuler di Caracas tetap ditangguhkan sejak 2019.
2. Kanada
Mengutip Vancouver City News, Kanada melarang semua perjalanan ke Venezuela karena tingginya tingkat kejahatan kekerasan serta kelangkaan obat-obatan, bensin, dan air.
Warga Kanada diinstruksikan untuk bersiap berlindung di tempat (shelter-in-place), serta memastikan persediaan makanan, air, dan kebutuhan pokok lainnya tercukupi.
3. Inggris
Berdasarkan data Gov.uk, FCDO menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Venezuela. Inggris memperingatkan adanya ancaman teroris dan kemungkinan pemeriksaan mendalam hingga penahanan di bandara bagi warga asing.
4. Australia
Melansir 9News, Smart Traveller mendesak warga Australia segera meninggalkan negara itu. Fasilitas militer di Caracas, Miranda, Aragua, dan La Guaira menjadi sasaran serangan. Australia memperingatkan bahwa wilayah udara dapat ditutup sewaktu-waktu.
5. Tiongkok
Mengutip China Daily, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengimbau warganya untuk sementara menunda perjalanan. Warga Tiongkok yang masih di sana diminta menjauhi zona konflik dan memperkuat langkah kesiapsiagaan darurat.
6. India
Kementerian Luar Negeri India meminta warga negaranya menghindari semua perjalanan non-esensial ke Venezuela.
Tak hanya itu, warga India yang masih berada di negara tersebut diminta untuk membatasi mobilitas serta tetap berkoordinasi dengan Kedutaan Besar India di Caracas.
7. Rusia
Dikutip dari Tribunnews, Kedubes Rusia menegaskan bahwa warga negara Rusia “sangat disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Venezuela kecuali benar-benar diperlukan,” dengan alasan situasi keamanan yang dinilai memburuk secara signifikan.
Moskow secara eksplisit menyebut serangan bersenjata Amerika Serikat terhadap Venezuela dan ancaman eskalasi lanjutan sebagai faktor utama dibalik peringatan tersebut.
“Kami sangat menyarankan untuk tidak bepergian ke negara tersebut sehubungan dengan agresi bersenjata Amerika Serikat terhadap Venezuela dan ancaman serangan lebih lanjut,” ucap Kedutaan Rusia, dikutip dari Anadolu.
Langkah darurat
- Pastikan dokumen identitas dan paspor berada di tempat yang mudah dijangkau.
- Siapkan persediaan makanan kaleng, air bersih, dan obat-obatan yang mencukupi.
- Pantau informasi situs web maskapai secara intensif karena ketersediaan tiket sangat terbatas.
- Hindari segala bentuk demonstrasi dan kerumunan politik.
Tag: #negara #terbitkan #travel #warning #imbau #warganya #venezuela