10 Bandara di Jawa dengan Akses Transportasi Paling Mudah, Favorit Traveler dan Pelancong Akhir Tahun
- Merencanakan perjalanan udara di Pulau Jawa bukan hanya soal mencari tiket murah atau jadwal penerbangan yang pas. Satu hal penting yang sering jadi pertimbangan traveler berpengalaman adalah kemudahan akses transportasi dari dan ke bandara.
Bandara dengan konektivitas yang baik bisa memangkas waktu tempuh, menghemat biaya, sekaligus mengurangi stres perjalanan, terutama saat musim liburan, mudik, atau agenda bisnis yang padat.
Pulau Jawa, sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata nasional, memiliki banyak bandara dengan tingkat aksesibilitas yang beragam. Ada bandara yang terintegrasi dengan kereta, bus kota, hingga transportasi massal modern, tapi ada juga yang masih mengandalkan taksi dan kendaraan pribadi.
Berikut ini 10 bandara di Pulau Jawa dengan akses transportasi paling mudah, yang kerap jadi pilihan favorit traveler karena praktis, fleksibel, dan relatif ramah untuk penumpang pemula maupun wisatawan dari luar daerah.
Warga menikmati fasilitas SkyTrain atau kereta penghubung Terminal 1, 2 dan 3 secara gratis. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
1. Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang – Paling Lengkap dan Terintegrasi
Tak berlebihan jika Bandara Soekarno-Hatta disebut sebagai bandara dengan akses transportasi terbaik di Indonesia. Bandara utama Indonesia ini memiliki konektivitas paling lengkap dibanding bandara lain di Jawa.
Penumpang bisa memilih Kereta Bandara yang terhubung langsung ke pusat Jakarta, lalu melanjutkan perjalanan dengan MRT, LRT, KRL Commuter Line, hingga TransJakarta. Selain itu, tersedia bus DAMRI ke berbagai kota penyangga Jabodetabek serta taksi konvensional dan transportasi online yang mudah dijangkau di setiap terminal. Belum lagi ada skytrain yang menghubungkan setiap terminal dengan cepat.
Bagi traveler yang ingin efisiensi waktu dan minim ribet, CGK jelas berada di peringkat teratas.
DAMRI mengoperasikan layanan antarmoda dari Bandara YIA. (Antara)
2. Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo – Andalan Wisata Jogja
Meski jaraknya cukup jauh dari pusat Kota Yogyakarta, Bandara YIA unggul dari sisi konektivitas. Kehadiran Kereta Bandara YIA–Stasiun Tugu dan Lempuyangan membuat akses ke pusat kota menjadi cepat dan nyaman.
Selain kereta, tersedia bus DAMRI dan TransJogja yang melayani rute ke berbagai titik strategis. Dengan infrastruktur modern dan sistem transportasi yang tertata, YIA menjadi contoh sukses bandara baru dengan akses publik yang matang.
DAMRI menyediakan armada yang melayani perjalanan dari Bandara Juanda ke berbagai rute. (juandaairport.com)
3. Bandara Internasional Juanda (SUB), Sidoarjo – Gerbang Jawa Timur
Bandara Juanda menjadi urat nadi penerbangan Jawa Timur. Akses transportasinya tergolong mudah, dengan bus DAMRI ke Surabaya, Malang, dan kota sekitarnya, serta layanan taksi dan transportasi online yang tersedia hampir 24 jam.
Meski belum terhubung kereta langsung, jarak bandara ke pusat Surabaya relatif dekat, membuat waktu tempuh tetap efisien bagi pelancong.
Trans Semarang juga melayani penumpang yang menuju ke Bandara Ahmad Yani. (Dok/Jawa Pos)
4. Bandara Internasional Ahmad Yani (SRG), Semarang – Praktis di Kota Pesisir
Bandara Ahmad Yani berada tidak jauh dari pusat Kota Semarang, sehingga mudah dijangkau. Traveler bisa menggunakan bus Trans Semarang, DAMRI, maupun taksi menuju kawasan Simpang Lima, Kota Lama, hingga terminal dan stasiun utama.
Lokasinya yang strategis menjadikan bandara ini ramah bagi wisatawan yang ingin langsung menjelajah Semarang tanpa banyak transit.
Bus Trans Metro Bandung di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat. (Bagus Ahmad Rizaldi/Antara)
5. Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung – Favorit Perjalanan Singkat
Meski kini penerbangan komersialnya semakin terbatas, Bandara Husein Sastranegara masih dikenal sebagai bandara dengan akses termudah di Bandung. Lokasinya dekat pusat kota dan bisa dijangkau menggunakan Trans Metro Bandung (TMB), DAMRI, serta berbagai opsi taksi.
Bagi traveler yang mengejar mobilitas cepat, BDO pernah dan masih menjadi contoh bandara kota yang efisien.
Sejumlah penumpang keluar dari pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Dok/Jawa Pos)
6. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta – Alternatif Cepat di Ibu Kota
Halim sering dipilih untuk penerbangan domestik jarak pendek. Aksesnya didukung TransJakarta, DAMRI, serta koneksi langsung ke jalan tol dalam kota.
Lokasinya yang berada di Jakarta Timur membuat HLP praktis bagi pelaku perjalanan bisnis yang ingin menghindari kepadatan Soekarno-Hatta.
Batik Solo Trans (BST) juga melayani rute ke Bandara Adi Soemaermo. (Dok/Diskominfo Surakarta)
7. Bandara Internasional Adi Soemarmo (SOC), Boyolali – Gerbang Solo Raya
Bandara Adi Soemarmo terhubung dengan Kota Solo melalui Batik Solo Trans (BST), DAMRI, dan taksi. Akses jalannya relatif lancar, dan jarak ke pusat kota tidak terlalu jauh.
Bandara ini sering jadi pilihan wisatawan yang hendak menjelajah Solo, Karanganyar, hingga Sragen.
Armada DAMRI juga melayani rute dari Bandaera Abdul Rahman Saleh, Malang. (Redbus)
8. Bandara Internasional Abdul Rachman Saleh (MLG), Malang – Menuju Kota Wisata
Bandara Abdul Rachman Saleh melayani wilayah Malang Raya. Aksesnya tersedia melalui bus kota, angkutan umum, DAMRI, serta taksi menuju Malang dan Batu.
Meski belum sepraktis bandara besar lain, aksesnya tergolong cukup mudah untuk wisatawan yang ingin langsung menuju kawasan pegunungan dan destinasi alam.
9. Bandara Adi Sucipto (JOG), Sleman – Bandara Lama yang Masih Strategis
Walau sebagian besar penerbangan sudah dialihkan ke YIA, Bandara Adi Sucipto masih melayani rute tertentu. Keunggulannya terletak pada lokasi yang sangat dekat dengan pusat Kota Yogyakarta.
Akses transportasinya mudah, mulai dari TransJogja, taksi, hingga kendaraan online, membuatnya tetap relevan bagi traveler tertentu.
Ilustrasi Bandara Internasional Banyuwangi (gbcindonesia.org)
10. Bandara Internasional Banyuwangi (BWX), Banyuwangi – Akses Mudah ke Timur Jawa
Bandara Banyuwangi dikenal dengan desainnya yang ikonik dan akses transportasi yang cukup ramah. Tersedia bus DAMRI dan taksi menuju pusat kota, Pelabuhan Ketapang, hingga kawasan wisata seperti Kawah Ijen.
Untuk ukuran bandara daerah, BWX tergolong unggul dari sisi konektivitas.
Demikian rangkuman 10 bandara di Jawa yang memiliki akses transportasi lumayan mudah. Sebab bagaimanapun, kemudahan akses transportasi bandara sering kali menentukan pengalaman perjalanan secara keseluruhan.
Bandara dengan konektivitas publik yang baik bukan hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga mendukung pariwisata berkelanjutan dan mobilitas masyarakat.
Bagi Anda yang sedang menyiapkan perjalanan di Pulau Jawa, baik untuk liburan, mudik, maupun urusan bisnis, daftar 10 bandara dengan akses transportasi paling mudah ini bisa menjadi referensi praktis sebelum membeli tiket dan menyusun itinerary.
Perjalanan yang nyaman, sering kali dimulai bukan dari pesawat, melainkan dari bagaimana kita keluar dan masuk bandara dengan mudah. (*)
Tag: #bandara #jawa #dengan #akses #transportasi #paling #mudah #favorit #traveler #pelancong #akhir #tahun