Hindari Jalur Curug Sikarim Saat ke Dieng, Ini Alasannya
Indahnya Curug Sikarim Wonosobo dilihat dari pinggir jalan.(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
09:14
26 Desember 2025

Hindari Jalur Curug Sikarim Saat ke Dieng, Ini Alasannya

Wisatawan yang berencana liburan ke Dataran Tinggi Dieng diimbau untuk tidak menggunakan jalur Curug Sikarim.

Meski populer karena pemandangannya yang indah, jalur ini dinilai terlalu ekstrem dan belum layak dilalui kendaraan, terutama saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ketika arus wisata meningkat tajam.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Wonosobo, Agus Susanto, menegaskan bahwa jalur Curug Sikarim memang belum direkomendasikan dari aspek keselamatan.

Jalur Curug Sikarim pernah kami bahas dengan Kominte Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Memang belum direkomendasikan karena topografinya perlu penyesuaian,” ujar Agus kepada Kompas.com, Senin (22/12/2025).

Kenapa jalur Dieng via Curug Sikarim harus dihindari?

Ada beberapa alasan utama mengapa pengendara—terutama yang datang dari luar kota—harus menghindari jalur ini:

1. Medan terlalu ekstrem dan berbahaya

Jalur Curug Sikarim memiliki kontur jalan yang curam, sempit, dan berkelok tajam. Kondisi ini sangat berisiko bagi kendaraan pribadi, terutama saat cuaca buruk atau saat volume kendaraan meningkat.

2. Belum lolos rekomendasi KNKT

Secara resmi, jalur ini belum direkomendasikan oleh KNKT karena membutuhkan penyesuaian topografi agar lebih aman.

3. Tidak ideal untuk kendaraan wisata

Agus menegaskan bahwa jalur ini tidak disarankan untuk wisatawan yang hendak menuju pusat wisata Dieng. Risiko kecelakaan atau kendaraan mogok cukup tinggi di jalur tersebut.

Rekomendasi rute alternatif ke Dieng: Lewat Kalidesel

Sebagai alternatif, pengendara disarankan menggunakan jalur Kalidesel, Kecamatan Watumalang, yang dinilai jauh lebih aman dan dapat dilalui kendaraan.

“Lewat Kalidesel memang agak melingkar dan jaraknya lebih jauh, tetapi 75 persen jalannya sudah bisa difungsikan,” jelas Agus.

Rute ini dipilih karena kontur jalan lebih stabil, minim tikungan ekstrem, dan lebih ramah bagi mobil dari luar kota.

Antisipasi kemacetan libur Nataru di Dieng

Untuk mengelola potensi kepadatan arus wisata ke Dieng, Disperkimhub menerapkan delay system, yaitu menahan kendaraan di titik tertentu untuk menjaga aliran lalu lintas tetap lancar.

Jika volume kendaraan melewati batas (misalnya hanya memungkinkan 50 kendaraan per menit) lalu lintas akan dibuka dan ditutup secara bertahap.

Jika kemacetan makin parah, opsi buka-tutup satu arah seperti di Puncak Bogor juga bisa diterapkan, meski hingga kini belum menjadi pilihan utama.

Agus mencatat adanya kenaikan 4 persen jumlah kendaraan sejak hari pertama libur, yakni Sabtu (20/12/2025). Lonjakan ini diprediksi terus meningkat hingga puncak libur akhir tahun.

Tag:  #hindari #jalur #curug #sikarim #saat #dieng #alasannya

KOMENTAR