Pengalaman Naik KRL Solo-Yogya Saat Libur Natal, Siapkan Kekuatan Kaki
– Yogyakarta jadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Kota Solo untuk mengisi liburan.
Terlebih, perjalanan ke Yogyakarta bisa ditempuh dengan mudah dari Kota Surakarta naik KRL Solo-Yogya.
Ditambah, jarak Stasiun Tugu Yogyakarta yang dilalui KRL ini jaraknya dekat dengan ikon wisata Yogya, yakni Malioboro.
Oleh karena itu saat musim liburan, KRL Solo-Yogya kemungkinan besar akan penuh dengan wisatawan.
Hal itu Kompas.com buktikan saat menjajal naik KRL Solo-Yogya pada libur Natal, Kamis (25/12/2025).
Sempat lega karena KRL cukup lengang dari Solo
Saya memulai perjalanan naik KRL dari Stasiun Purwosari, Kota Surakarta pada Kamis itu pukul 09.13 WIB.
Saat kereta sampai Stasiun Purwosari, kondisinya memang cukup ramai. Saya tidak mendapat tempat duduk.
Penumpang Menunggu KRL di Stasiun Purwosari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (25/12/2025).
Namun, kondisi kereta masih cukup lengang. Penumpang yang berdiri tidak berdesak-desakan.
Hal itu juga diakui penumpang lain bernama Ari yang saya ajak mengobrol sewaktu di dalam kereta.
“Ini cukup lengang. Dulu saya pernah naik pas hari Minggu (libur akhir pekan biasa), dan rame banget dari Purwosari, sudah kayak pepes di dalam kereta,” ujar dia kepada Kompas.com di dalam KRL Solo-Yogya, Kamis.
Ia menduga, cukup lengangnya KRL kali ini disebabkan karena umat Kristen sedang beribadah Natal di gereja.
KRL Solo-Yogya makin penuh
Saat mengira KRL akan cukup lengang sampai tujuan, prediksi saya akhirnya salah. Ternyata saat kereta berhenti di stasiun-stasiun pemberhentian, kereta makin penuh.
Banyak orang yang naik dari stasiun-stasiun menuju Yogyakarta, seperti Delanggu dan Klaten. Bahkan, ada penumpang yang naik dari Stasiun Brambanan yang lokasinya tidak jauh lagi dari Yogyakarta.
Alhasil KRL Solo-Yogyakarta yang saya tumpangi saat itu menjadi penuh sesak. Penumpang mulai berkurang saat kereta tiba di Stasiun Maguwo.
KRL akhirnya sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 10.30 WIB atau setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam 15 menit.
Selama itu juga saya dan banyak penumpang lain yang tidak kebagian tempat duduk, harus berdiri.
Tetap berdiri saat kembali dari Yogyakarta
Saya kemudian keluar stasiun dan mengeksplor tempat-tempat yang tidak jauh dari Stasiun Tugu, terutama Malioboro. Itu karena saya kembali ke Solo naik KRL pukul 12.15 WIB.
Saat perjalanan kembali ke Solo, ternyata KRL juga tidak kalah penuh, meski kondisinya lebih lengang dari Yogyakarta sampai ke Solo.
Penumpang yang Akan Naik KRL di Stasiun Tugu Yogyakarta, Kamis (25/12/2025).
Meski begitu, saya tetap tidak kebagian tempat duduk dan harus kembali berdiri sekitar 1 jam perjalanan.
Hal inilah yang harus wisatawan siapkan jika memutuskan untuk liburan ke Yogyakarta atau Solo naik KRL Solo-Yogya.
Rasa capai di kaki akan lebih terasa jika kita memutuskan untuk jalan-jalan keliling Malioboro atau Kota Solo sebelum naik KRL.
Penumpang pria yang sehat, kemungkinan besar berdiri
Menurut pengamatan saya, penumpang pria yang sehat besar kemungkinannya untuk berdiri ketika naik KRL saat liburan.
Itu karena saat ada penumpang prioritas, yakni perempuan hamil, disabilitas, lanjut usia, dan penumpang dengan balita atau anak-anak, maka petugas akan mencarikan mereka tempat duduk ketika kereta penuh.
Dan penumpang yang akan dipilih untuk berdiri adalah laki-laki atau pria yang masih muda dan sehat.
Saya sempat menyaksikan sendiri penumpang pria yang sudah dapat tempat duduk, diminta berdiri oleh keamanan karena ada penumpang prioritas.
Seorang penumpang bernama Teguh bahkan mengaku tetap akan berdiri jika masih ada perempuan yang tidak kebagian tempat duduk, meski tidak ada penumpang prioritas.
“Masak laki-laki duduk, padahal mbak-mbaknya masih ada yang berdiri. Harga dirinya di mana?” ujar dia kepada Kompas.com sambil tertawa.
Tag: #pengalaman #naik #solo #yogya #saat #libur #natal #siapkan #kekuatan #kaki