Road Trip dari Lampung ke Semarang Lewat Tol? Ini 7 Ruas Tol yang Perlu Kamu Ketahui!
Ilustrasi: Ruas Tol Trans Jawa. (Istimewa)
16:28
24 Desember 2025

Road Trip dari Lampung ke Semarang Lewat Tol? Ini 7 Ruas Tol yang Perlu Kamu Ketahui!

- Perjalanan darat jarak jauh kini semakin diminati masyarakat, terutama untuk rute antarpulau seperti LampungSemarang.

Selain fleksibel, road trip juga memberi pengalaman berbeda: menikmati lanskap berganti, berhenti di kota-kota kecil, hingga mengatur ritme perjalanan sesuai kebutuhan. 

Dengan tersambungnya Jalan Tol Trans-Sumatera dan Jalan Tol Trans-Jawa, perjalanan lintas provinsi bahkan lintas pulau ini semakin efisien dan nyaman.

Namun, perjalanan panjang tentu membutuhkan persiapan matang. Salah satu kunci pentingnya adalah memahami jalur tol yang akan dilalui.

Bukan sekadar tahu titik awal dan akhir, tetapi juga mengenali karakter tiap ruas tol, panjang lintasan, hingga perannya dalam keseluruhan perjalanan. 

Untuk kamu yang berencana road trip dari Lampung ke Semarang menggunakan mobil pribadi, berikut tujuh ruas tol utama yang perlu kamu ketahui sebelum berangkat.

1. Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Gerbang Awal Perjalanan di Sumatera

Tol Bakauheni–Terbanggi Besar atau Tol Bakter menjadi titik awal perjalanan tol di Pulau Sumatera.

Ruas ini membentang sepanjang kurang lebih 140,94 kilometer, menghubungkan Pelabuhan Bakauheni dengan Terbanggi Besar di Lampung Tengah.

Tol ini sangat krusial karena langsung terhubung dengan pelabuhan penyeberangan dari Jawa.

Karakter jalannya relatif lurus dengan kontur landai, sehingga nyaman dilalui untuk perjalanan jarak jauh. 

Di sepanjang ruas tol, tersedia beberapa rest area yang bisa dimanfaatkan untuk mengisi bahan bakar, makan, atau sekadar meregangkan badan sebelum melanjutkan perjalanan panjang.

2. Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung

Setelah melewati Tol Bakter, perjalanan berlanjut ke Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung.

Ruas tol sepanjang sekitar 189 kilometer ini menjadi salah satu tulang punggung Jalan Tol Trans-Sumatera karena menghubungkan Provinsi Lampung dengan Sumatera Selatan.

Tol ini didominasi bentang alam terbuka dengan pemandangan perkebunan dan hutan produksi.

Meski jaraknya cukup panjang, kualitas jalan yang baik membuat perjalanan terasa lebih efisien dibandingkan jalur non-tol. 

Dari Kayu Agung, pengendara biasanya melanjutkan perjalanan menuju Palembang dan kemudian kembali ke Lampung untuk menuju Pelabuhan Bakauheni, sebelum menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak.

3. Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Ruas Vital di Jantung Mobilitas Jawa

Setelah menyeberang dari Bakauheni ke Merak dan melanjutkan perjalanan darat menuju Jakarta, Tol Jakarta–Cikampek atau Tol Japek menjadi ruas tol pertama di Pulau Jawa yang akan kamu lalui.

Panjangnya sekitar 72 kilometer dan dikenal sebagai salah satu ruas tol tersibuk di Indonesia.

Tol Japek memiliki peran vital karena menjadi penghubung utama antara Jakarta dan wilayah Jawa Barat bagian timur.

Pada waktu-waktu tertentu, terutama akhir pekan dan musim liburan, kepadatan lalu lintas kerap terjadi.

Oleh karena itu, pengaturan waktu perjalanan sangat disarankan agar perjalanan tetap nyaman dan efisien.

4. Tol Cikampek–Palimanan (Cipali), Pemangkas Waktu ke Jateng

Dari Cikampek, perjalanan berlanjut ke Tol Cikampek–Palimanan atau yang lebih dikenal dengan Tol Cipali.

Dengan panjang sekitar 116 kilometer, Cipali merupakan salah satu ruas tol terpanjang di Trans-Jawa.

Tol ini menjadi favorit para pemudik dan pelancong karena mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan dibandingkan jalur Pantura lama.

Karakter jalannya lurus dan panjang, sehingga pengemudi perlu menjaga konsentrasi dan kondisi fisik.

Rest area yang tersebar di sepanjang Tol Cipali menjadi titik penting untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

5. Tol Palimanan–Kanci (Palikanci), Ruas Pendek yang Strategis

Tol Palimanan–Kanci atau Palikanci memiliki panjang relatif pendek, sekitar 26 kilometer. Meski singkat, ruas ini berperan penting sebagai penghubung antara wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Tol Palikanci sering menjadi transisi lalu lintas dari jalur panjang Cipali menuju ruas tol berikutnya.

Di titik ini, pengendara biasanya mulai merasakan perubahan karakter lalu lintas, dari dominasi kendaraan jarak jauh menjadi lebih beragam.

6. Tol Kanci–Pejagan, Pintu Masuk Jawa Tengah

Melanjutkan perjalanan, Tol Kanci–Pejagan sepanjang sekitar 35 kilometer menjadi gerbang awal memasuki wilayah Jawa Tengah.

Ruas ini menghubungkan Kanci di Cirebon dengan Pejagan di Brebes. Tol ini terkenal dengan aksesnya menuju kota-kota penting di Pantura Jawa Tengah. 

Arus kendaraan biasanya cukup stabil, namun tetap perlu diantisipasi saat musim liburan atau arus mudik dan balik.

7. Tol Pejagan–Pemalang hingga Batang–Semarang

Rangkaian tol terakhir menuju Semarang terdiri dari Tol Pejagan–Pemalang, Pemalang–Batang, hingga Batang–Semarang. Ketiga ruas ini saling terhubung dan membentuk koridor utama Trans-Jawa bagian tengah.

Secara khusus, Tol Batang–Semarang dengan panjang sekitar 75 kilometer menjadi ruas penutup perjalanan.

Tol ini akan membawa kamu langsung masuk ke kawasan Semarang melalui gerbang tol besar seperti Kalikangkung atau Krapyak. 

Pemandangan perbukitan dan jalur yang relatif berkelok di beberapa titik menjadi penanda bahwa perjalanan panjang hampir usai.

Kesimpulannya, menempuh perjalanan dari Lampung ke Semarang lewat tol bukan hanya soal jarak, tetapi juga kesiapan.

Pastikan kondisi kendaraan prima, saldo kartu tol mencukupi, dan rencana istirahat tersusun dengan baik. 

Dengan memahami tujuh ruas tol utama ini, road trip panjangmu bisa terasa lebih terencana, aman, dan menyenangkan.

Perjalanan darat lintas pulau bukan sekadar berpindah tempat, tetapi juga tentang menikmati proses. 

Dengan rute yang tepat dan persiapan matang, perjalanan Lampung–Semarang bisa menjadi pengalaman yang berkesan, bukan sekadar perjalanan panjang yang melelahkan.

Editor: Bayu Putra

Tag:  #road #trip #dari #lampung #semarang #lewat #ruas #yang #perlu #kamu #ketahui

KOMENTAR