Mending Mana, Plafon PVC atau Gypsum? Ini Kata Ahli Konstruksi
- Musim hujan kerap membawa persoalan klasik pada hunian, salah satunya plafon yang lembap, berjamur, bahkan rusak akibat rembesan air.
Kondisi ini membuat sebagian pemilik rumah mulai melirik plafon Polivinil Klorida (PVC) sebagai alternatif pengganti plafon konvensional seperti gypsum.
Namun, apakah plafon PVC benar-benar lebih unggul dibanding gypsum?
Ahli konstruksi Davy Sukamta menjelaskan, pemilihan jenis plafon sebaiknya disesuaikan dengan fungsi ruang, kondisi bangunan, serta kebutuhan estetika dan perawatan jangka panjang.
"Kalau di dalam gedung, saat ini yang paling banyak dipakai masih gypsum," ujar Davy kepada Kompas.com, Jumat (23/01/2026).
Perbedaan Material dan Karakter
Menurut Davy, perbedaan utama plafon PVC dan gypsum terletak pada material dasarnya. Gypsum merupakan material mineral yang ringan, sementara PVC berbahan plastik yang juga relatif ringan dan stabil.
"Gypsum itu ringan, PVC juga sama-sama ringan. Tapi gypsum bisa mengalami penyusutan karena perubahan kelembapan, sehingga kadang muncul retak rambut," jelasnya.
Berbeda dengan gypsum, PVC disebut memiliki material yang lebih stabil.
"Kalau PVC, materialnya sudah stabil, jadi tidak akan pernah ada retakan," kata Davy.
Ketahanan terhadap Air dan Jamur
Soal ketahanan terhadap air, PVC dinilai memiliki keunggulan signifikan.
"PVC itu 100 persen waterproof. Kalau gypsum kena air, dia bisa menggelembung dan jadi lembek," ujar Davy.
Hal ini membuat plafon PVC kerap direkomendasikan untuk area yang berisiko terkena air, seperti kamar mandi, area servis, atau eksterior.
Selain itu, sifat plastik pada PVC membuatnya tidak mudah ditumbuhi jamur.
"PVC itu tidak permeable, jadi jamur susah tumbuh. Kalau gypsum, karena tidak sesolid itu, jamur keabu-abuan lebih mudah muncul saat lembap," kata dia.
Soal Tampilan dan Harga
Davy menjelaskan, dari sisi harga, plafon PVC memiliki variasi yang cukup lebar tergantung jenisnya.
"PVC standar yang panel-panel itu harganya bisa hampir sama, bahkan kadang lebih murah dari gypsum," ujarnya.
Namun, plafon PVC standar biasanya memiliki garis sambungan setiap panel, sekitar 20 sentimeter, yang menurut Davy bisa mengganggu estetika ruang tinggal.
Adapun plafon PVC jenis seamless yang tampilannya menyerupai gypsum polos tersedia, tetapi harganya jauh lebih mahal sekitar 3-4 kali gypsum.
Sementara itu, gypsum dinilai unggul secara visual karena sambungannya dapat ditutup dengan kompon dan cat sehingga terlihat seperti satu bidang besar.
Kemudahan Perawatan dan Perbaikan
Dari sisi perawatan, plafon PVC disebut lebih praktis. Karena terbuat dari plastik, mana jika ada kotoran di plafon, pemilik rumah bisa langsung membersihkannya dengan kain lap.
Namun, gypsum memiliki kelebihan dalam hal fleksibilitas perubahan.
"Kalau mau tambah lampu, gypsum tinggal dipotong, pasang, lalu difinishing lagi. Kalau PVC panel, harus dibuka satu-satu. Kalau PVC seamless, malah lebih sulit," jelasnya.
Davy juga menyinggung aspek keselamatan kebakaran. Menurut dia, baik PVC maupun gypsum sama-sama tidak sepenuhnya tahan api.
PVC bisa meleleh dan mengeluarkan gas berbahaya ketika terkena api. Sementara gypsum membuat api lebih mudah merambat.
Risiko gas dari PVC dinilai berbahaya terutama jika kebakaran berlangsung lama dan menghambat proses evakuasi.
Usia Pakai Plafon
Terkait keawetan, Davy menegaskan kedua material bisa bertahan sangat lama jika tidak terkena air.
Namun, gypsum lebih mudah berubah warna menjadi kekuningan karena bahannya yang menyerap kelembapan.
"Gypsum, kalau atap enggak kena bocor, mau 50 tahun pun enggak masalah," katanya.
PVC bahkan disebut bisa bertahan lebih lama karena tidak terpengaruh kelembapan, rayap, maupun jamur.
"Kalau PVC, selama tidak ada faktor eksternal, ya sampai kapan pun tidak kenapa-kenapa," ujar Davy.
Tag: #mending #mana #plafon #atau #gypsum #kata #ahli #konstruksi