Nissan Global Diterpa Masalah, di Indonesia Performa Penjualan Turun Drastis
Nissan Indonesia melakukan recall beberapa model karena masalah Airbag Inflator.
20:32
5 Desember 2024

Nissan Global Diterpa Masalah, di Indonesia Performa Penjualan Turun Drastis

- Jenama otomotif Nissan alami penurunan produksi unit mobil sebesar 7,1 persen. Ini terjadi di beberapa pasar utama Nissan, seperti Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS).

Meskipun begitu penjualan Nissan stabil hingga naik tipis 0,1 persen secara tahunan.Harus diakui bahwa saat ini Nissan mengalami masa sulit dalam penjualannya. Bahkan perusahaan asal Jepang ini juga melakukan pemangkasan biaya, termasuk pengurangan pekerja dan kapasitas produksinya.

Melansir dari laman Carscoop disebutkan kalau CEO Nissan, Makoto Uchida, belum lama ini mengumumkan perubahan besar dengan mengambil langkah-langkah krusial. Langkah ini diambil demi keberlangsungan perusahaan untuk bisa keluar dari masa-masa sulit.

"Kami tidak punya pilihan selain merevisi sebagian rencana tersebut. Saya sangat menyesal menghadapi situasi menantang ini di tahun pertama,” ujar Uchida.

Nissan akan melakukan pemangkasan 9.000 pekerjaan, mengurangi produksi, serta melepas sebagian besar sahamnya di Mitsubishi. Bahkan Uchida dan beberapa eksekutif lainnya akan mendapatkan pemotongan gaji demi mengurangi biaya pengeluaran.

Rupanya Nissan dalam keadaan darurat, bahkan langkah perombakan total dan pembenahan signifikan akan berlangsung.

Terpaan masalah bukan hanya terjadi pada Nissan global, begitu juga di Tanah Air dimana penjualannya semakin menurun. Bahkan bila dilihat bukan hanya penjualan mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) saja, tetapi juga penjualan dari dealer ke konsumen (penjualan ritel).

Melihat dari cacatatan Data Gabungan Industri  Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan selama sepuluh bulan pertama (Januari – Oktober) tahun ini, mobil  Nissan yang dipasarkan PT Nissan Motor Distribusi Indonesia (PT NMDI) hanya mampu mengkoleksi angka penjualan dari pabrik ke dealer sebanyak 1.010 unit.

Jumlah wholesales tersebut turun 30,3 persen dibanding periode sama di tahun 2023. Bila melihat penjualan pada bulan Oktober saja, angka wholesales yang dikoleksi sebanyak 125 unit naik 33 persen dibanding Oktober 2023.

Kenaikan juga terjadi dalam penjualan ritel di bulan Oktober yaitu naik 39,2 persen dibanding Oktober 2023. Bila digabungkan secara kumulaltif total penjualan ritel juga merosot, karena totalnya hanya 1.061 unit, atau turun 34,3 persen dibanding periode sama di 2023.

Performa penjualan Nissan di Indonesia secara ritel alami penurunan terjadi 2021. Karena dalam catatan Gaikindo sepanjang tahun 2020 Nissan Indonesia masih mencatat penjualan ritel sebanyak 12.570 unit.

Akan tetapi di tahun berikutnya atau tahun 2021 penjualan ritel yang dibukukan turun sebanyak 6.185 unit. Bahkan oenurunan ini konsisten terjadi pada tahun 2022, dimana totalnya hanya 3.529 unit.

Malahan di tahun 2023 lalu, PT NMDI hanya berhasil membukukan angka penjualan ritel sebanyak 1.824 unit. Rupanya Nissan di Indonesia sulit melakukan persaingan padahal bila dilihat dari desain fitur teknologi yang diberikan merek ini selalu melakukan update.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #nissan #global #diterpa #masalah #indonesia #performa #penjualan #turun #drastis

KOMENTAR