Materi Promosi Xbox Jadi Bumerang Perusahaan, Malah Bikin Gejolak Internal
Kampanye terbaru Xbox bertajuk This is an Xbox yang digaungkan sejak dua tahun lalu.(Xbox)
17:06
25 Februari 2026

Materi Promosi Xbox Jadi Bumerang Perusahaan, Malah Bikin Gejolak Internal

– Pada November 2024 lalu, Xbox meluncurkan materi kampanye atau promosi bertajuk "This Is an Xbox".

Kampanye tersebut menekankan bahwa gamer kini dapat memainkan game Xbox di berbagai perangkat, tanpa harus memiliki konsol Xbox secara fisik.

Lewat layanan seperti cloud gaming dan Game Pass, game Xbox bisa diakses melalui Smart TV, PC, tablet, ponsel, hingga perangkat lain yang mendukung aplikasi Xbox.

Memasuki 2026, kampanye tersebut masih berjalan. Namun, strategi ini justru memicu perdebatan di internal Xbox.

Hal ini mencuat dari laporan media teknologi The Verge. Dalam laporan tersebut, sejumlah sumber internal mengaku bahwa sebagian karyawan merasa tidak nyaman dengan pesan tersirat dalam kampanye itu.

Pesan yang dimaksud adalah kesan bahwa konsumen tidak lagi memerlukan konsol Xbox untuk memainkan game Xbox, karena layanan berbasis cloud memungkinkan permainan dijalankan di berbagai perangkat.

Baca juga: Bos Xbox Phil Spencer Pensiun dari Microsoft, Diganti Bos AI

Sejumlah sumber internal menilai narasi tersebut dapat melemahkan citra Xbox sebagai konsol utama.

Padahal, Microsoft kabarnya masih memiliki rencana meluncurkan generasi terbaru Xbox, yang rumornya akan diperkenalkan pada 2027 mendatang.

Kepemimpinan Bond jadi sorotan

Kampanye terbaru Xbox bertajuk This is an Xbox yang digaungkan sejak dua tahun lalu.Xbox Kampanye terbaru Xbox bertajuk This is an Xbox yang digaungkan sejak dua tahun lalu.

Laporan The Verge juga menyinggung dinamika internal di era kepemimpinan Sarah Bond, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Xbox.

Berdasarkan sumber yang dikutip media tersebut, hubungan Bond dengan sejumlah staf digambarkan kurang harmonis.

Dalam pernyataan resmi saat pergantian kepemimpinan, kepergian Bond dari Xbox secara resmi hanya disebutkan oleh mantan CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer.

CEO Microsoft, Satya Nadella, EVP Microsoft Gaming, Matt Booty, hingga CEO Microsoft Gaming baru, Asha Sharma tak secara eksplisit menyinggung kepergian Bond.

Belum ada pernyataan resmi dari Microsoft yang secara spesifik menanggapi isu terkait rumor konflik internal di Xbox di atas.

Baca juga: Sukses, Eksperimen Gabungkan PS5, Xbox, dan Switch 2 Jadi Satu Konsol

Terkait Bond, ia sebenarnya bukan sosok baru di Microsoft. Dia bergabung dengan perusahaan itu pada 2017 sebagai Corporate Vice President Xbox. Pada 26 Oktober 2023, ia diangkat menjadi Presiden Xbox.

Setelah hampir sembilan tahun berkarier di Microsoft, Bond melepas jabatannya pada 20 Februari 2026.

Salah satu strategi yang menonjol di era kepemimpinannya adalah dorongan konsep "Xbox Everywhere", yakni memperluas Xbox dari sekadar perangkat keras menjadi ekosistem layanan game lintas perangkat, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari IGN, Selasa (24/2/2026).

Tag:  #materi #promosi #xbox #jadi #bumerang #perusahaan #malah #bikin #gejolak #internal

KOMENTAR