Teknologi AI Bisa Pantau Gangguan Perangkat di Hunian Masa Kini
Marcelus Ardiwinata, Commerce & Network Director FiberStar (kiri) dan CEO Mustikaland Development, David Sudjana (kanan). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
16:52
11 Februari 2026

Teknologi AI Bisa Pantau Gangguan Perangkat di Hunian Masa Kini

- Di tengah era ketika hampir seluruh aktivitas sehari-hari terhubung dengan internet, mulai dari mengerjakan tugas sekolah anak, berbelanja daring, bekerja dari rumah, hingga mengoperasikan perangkat smart home, ketersediaan koneksi yang cepat dan stabil telah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap rumah tangga.

Bagi banyak keluarga, kualitas sebuah hunian kini tak lagi dinilai hanya dari fasilitas fisik yang tersedia, melainkan juga dari kesiapan infrastruktur digital yang mampu mendukung gaya hidup modern dan serba terkoneksi.

Menariknya, bahkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini juga tengah merambah industri hunian modern. Hal ini tercermin pada kawasan hunian Mustikaland yang merupakan kolaborasi antara PT Mega Akses Persada (FiberStar) dan PT Cyberindo Aditama (CBN).

Marcelus Ardiwinata, Commerce & Network Director FiberStar, menjelaskan, otomatisasi AI di kawasan tersebut sendiri menggunakan sistem Network Management System (NMS).

“Jadi gini, untuk otomatisasi maka kita menggunakan sistem NMS. Network Management System itu punya koleksi data yang kita bisa gunakan AI untuk identifikasi berbagai hal. Tapi itu berbasisnya dari NMS,” kata Marcelus di Mustika Garden Tamansari Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2).

“Sama kita ada yang namanya Auto Configuration System (ACS). Kita pakai TR-069 namanya. Ada teknologi namanya TR-069 untuk bisa deteksi macem-macem hal di perangkat-perangkat yang ada. Sampai perangkat di rumah misalnya ada gangguan atau apa kita bisa lihat,” imbuhnya.

Marcelus juga menjelaskan bahwa kawasan hunian tersebut menggunakan teknologi Fiber To The Home (FTTH) yang merupakan teknologi jaringan internet yang menggunakan kabel serat optik langsung ke rumah yang dipadukan dengan XG-PON, teknologi transmisi yang berjalan di atas jaringan FTTH.

“Jadi XG-PON sendiri bisa sampai kapasitasnya 10 GB saja. Karena akan ada banyak macam teknologi. Untuk akses backbone, kita menggunakan DWDM, MPLS, dan juga Metro. Untuk DWDM kita sudah menggunakan sekarang ini dengan per sinar itu 800 GB,” jelas dia.

Menurutnya, dengan teknologi ini kecepatan akses internet tak menjadi masalah. Sebab, satu kabel saja bisa mengirimkan beberapa sinar sekaligus.

“Total satu kabel itu sekarang sudah bisa sampai 30 TB satu core itu. Kalau per rumah kita biasanya digunakan peralatan lain, yaitu XG-PON. Itu XG-PON bisa sampai 10 GB,” tukas dia.

Dari sisi pengembang, CEO Mustikaland Development, David Sudjana, menyampaikan bahwa kerja sama dengan FiberStar pada hunian ini termasuk pada komitmen perusahaan dalam menghadirkan hunian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Menurutnya, Mustikaland tak hanya membangun rumah secara fisik, melainkan juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung gaya hidup digital, termasuk konektivitas internet yang andal.

“Kerja sama dengan FiberStar dan CBN memperkuat nilai tambah proyek-proyek kami, sekaligus memastikan penghuni dapat menikmati pengalaman tinggal yang lebih nyaman dan terhubung,” ungkapnya.

Seiring masuknya layanan FiberStar ke kawasan tersebut, nilai tambah hunian tidak lagi hanya terletak pada akses internet berkecepatan tinggi, tetapi juga pada potensi peningkatan daya saing properti di pasar.

Ketersediaan jaringan digital yang terintegrasi membuka peluang bagi pengembang untuk menghadirkan konsep hunian berbasis teknologi yang lebih modern dan terhubung.

Di sisi lain, kolaborasi kedua perusahaan tidak hanya berfokus pada penyediaan jaringan fiber optik, melainkan juga mengarah pada skema kerja sama komersial yang lebih luas.

Salah satunya adalah opsi paket kepemilikan rumah yang dapat disertai pilihan layanan internet terpisah sesuai kebutuhan pembeli, sehingga konsumen memiliki fleksibilitas dalam menentukan layanan digital yang ingin digunakan.

 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #teknologi #bisa #pantau #gangguan #perangkat #hunian #masa #kini

KOMENTAR