Drone Bisa Terbang Tanpa Henti? Teknologi Laser Ini Isi Daya di Udara
-Pesawat tanpa awak atau drone umumnya memiliki keterbatasan waktu terbang karena bergantung pada kapasitas baterai. Namun, perusahaan teknologi asal AS, PowerLight Technologies, mengklaim mampu membuat drone terbang nyaris tanpa henti.
PowerLight mengembangkan sistem transmisi daya berbasis laser yang dapat mengisi ulang baterai drone saat masih mengudara. Dengan teknologi ini, drone dapat terus beroperasi tanpa harus mendarat untuk mengisi daya.
Menurut perwakilan PowerLight, sistem tersebut terdiri dari pemancar laser di darat dan modul penerima (receiver) yang dipasang pada drone. Sistem ini termasuk dalam kategori unmanned aerial system (UAS).
Baca juga: Drone Buatan Asing Dilarang Masuk Amerika, DJI Protes
Laser mengunci dan mengisi daya drone di udara
Pemancar yang ditempatkan di darat dilengkapi perangkat lunak (software) khusus yang mampu mengarahkan sinar laser secara presisi ke drone yang sedang terbang.
Sistem ini dapat mengunci target dan melacaknya secara aktif, sehingga proses pengisian daya tetap aman meski drone terus bergerak.
Teknologi tersebut didukung perangkat keras (hardware) berdaya besar yang mampu mentransmisikan energi hingga skala kilowatt ke drone. Angka ini tergolong tinggi, mengingat laser penelitian pada umumnya hanya beroperasi dalam skala miliwatt.
Pemancar laser yang akan mengisi daya drone yang sedang terbang
PowerLight menyebut pemancarnya mampu beroperasi hingga ketinggian 5.000 kaki atau sekitar 1.500 meter. Rentang ini dinilai sesuai untuk berbagai jenis drone.
Sebagai perbandingan, drone militer kecil seperti RQ-11B Raven biasanya terbang di ketinggian 46–305 meter. Sementara drone berukuran besar dapat mencapai ketinggian hingga 18.288 meter.
Selain mengirimkan energi, sistem ini juga mendukung pertukaran data dua arah. Software pada pemancar dapat terhubung ke sistem drone untuk memantau telemetri, seperti posisi, kecepatan, arah, hingga kondisi baterai.
Baca juga: Malaysia Buru Penambang Bitcoin Ilegal Pakai Drone Canggih
Informasi tersebut memungkinkan operator menyesuaikan besaran daya laser secara dinamis agar proses pengisian lebih efisien.
“Kami sedang membangun kemampuan jaringan energi cerdas. Pemancar kami berkomunikasi dengan UAS, melacak kecepatan dan vektornya, lalu mengirimkan energi secara presisi,” ujar Tom Nugent, Chief Technology Officer sekaligus salah satu pendiri PowerLight.
Nugent mengklaim sistem transmisi daya dan algoritma pelacakan yang dikembangkan perusahaan telah berhasil diuji.
Ilustrasi pengisian ulang baterai drone dengan sinar laser
Modul penerima yang dipasang pada drone memiliki bobot sekitar 2,7 kilogram. Komponen ini bertugas menangkap energi laser dari pemancar.
Energi tersebut kemudian dikonversi menjadi listrik menggunakan konverter khusus untuk cahaya laser. Mekanismenya mirip panel surya yang mengubah cahaya menjadi energi listrik.
Receiver ini juga dilengkapi modul kontrol tertanam yang secara real-time mengirimkan data kondisi drone ke operator. Sistemnya mendukung komunikasi dua arah berbasis sinyal optik.
Didukung Departemen Pertahanan AS
Pengembangan sistem ini dilakukan PowerLight bekerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Department of Defense/DoD).
Ke depan, teknologi tersebut akan diintegrasikan ke drone jarak jauh K1000ULE buatan Kraus Hamdani Aerospace. Drone ini dirancang untuk misi berdurasi panjang dan akan digunakan oleh Angkatan Laut serta Angkatan Darat AS.
Meski pengujian pemancar dan receiver dinyatakan sukses, uji terbang penuh sistem ini belum dilakukan. PowerLight menyebut pengujian tersebut akan dijadwalkan dalam waktu dekat, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Live Science.
Tag: #drone #bisa #terbang #tanpa #henti #teknologi #laser #daya #udara