10 Orang Terkaya di Dunia Saat Ini, 7 di Antaranya Bos Teknologi
Elon Musk meramalkan humanoid akan lebih banyak jumlahnya dibanding manusia, saat berbicara di forum diskusi World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.(Euronews)
09:54
10 Februari 2026

10 Orang Terkaya di Dunia Saat Ini, 7 di Antaranya Bos Teknologi

 - Kekayaan para bos teknologi dunia kini melesat ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di tengah ledakan kecerdasan buatan (AI), nama-nama, seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, hingga Jeff Bezos kembali mendominasi daftar orang terkaya di dunia, dengan total harta yang nilainya menembus ribuan triliun rupiah.

Berdasarkan indeks real-time Billionaire list majalah Forbes, dari 10 orang terkaya di dunia, tujuh di antaranya adalah konglomerat teknologi.

Elon Musk, pemilik SpaceX, Tesla, dan platform X memuncaki posisi teratas orang paling tajir sejagat.

Harta bersih (net worth) Elon Musk mencapai 844,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14.211 triliun (estimasi kurs Rp 16.814) per 9 Februari 2026.

Pria berusia 54 tahun itu menjadi orang pertama di dunia yang memiliki harta lebih dari 800 miliar dollar AS (sekitar Rp 14.000 triliun).

Kekayaan ini diraihnya setelah perusahaan antariksa miliknya, SpaceX mengakuisisi perusahaan AI dan media sosial yang juga milikya sendiri, xAI.

Baca juga: SpaceX Akuisisi xAI, Langkah Elon Musk Satukan AI dan Antariksa

Berdasarkan perhitungan Forbes, entitas gabungan SpaceX dan xAI memiliki nilai sebesar 1,25 triliun dollar AS. Angka ini mendongkrak kekayaan Musk sebesar 84 miliar dollar AS.

Di peringkat kedua dan ketiga kompak diisi oleh para pendiri Google, yakni Larry Page dan Sergey Brin.

Pendiri Google Sergey Brin (kiri) dan Larry Page (kanan).WIKIMEDIA COMMONS/JOI ITO Pendiri Google Sergey Brin (kiri) dan Larry Page (kanan).

Larry Page yang ada di urutan kedua diperkirakan memiliki net worth mencapai 264,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 4.442 triliun). Sementara Sergey Brin di peringkat ketiga, mencatatkan estimasi harta sebesar 243,98 dollar AS (sekitar Rp 4.102 triliun).

Berikut daftar lengkap orang terkaya di dunia, lengkap dengan estimasi hartanya, dilansir dari indeks real-time Forbes.

  1. Elon Musk (844,7 miliar dollar AS) - teknologi (Tesla, SpaceX).
  2. Larry Page (264,4 miliar dollar AS) - teknologi (Google).
  3. Sergey Brin (243,9 miliar dollar AS) - teknologi (Google).
  4. Mark Zuckerberg (226,8 miliar dollar AS) - teknologi (Facebook).
  5. Jeff Bezos (224,3 miliar dollar AS) - teknologi/e-commerce (Amazon).
  6. Larry Ellison (186,4 miliar dollar AS) - teknologi (Oracle).
  7. Bernard Arnault & family (164,8 miliar dollar AS) - barang mewah (LVMH).
  8. Jensen Huang (161 miliar dollar AS) - teknologi semikonduktor (Nvidia).
  9. Warren Buffett (150,4 miliar dollar AS) - investasi (Berkshire Hathaway).
  10. Rob Walton & family (149 miliar dollar AS) - ritel (Walmart).

Baca juga: Punya Harta Rp 14.000 Triliun, Elon Musk Merasa Tak Bahagia?

Daftar di atas juga kurang lebih hampir sama dengan yang dihimpun Bloomberg. Sama seperti Forbes, dari 10 orang terkaya di dunia, 7 di antaranya adalah pengusaha teknologi.

Berikut daftar orang terkaya di dunia versi indeks real-time Bloomberg.

  1. Elon Musk (672 miliar dollar AS) - teknologi (Tesla, SpaceX).
  2. Larry Page (276 miliar dollar AS) - teknologi (Google).
  3. Sergey Brin (257 miliar dollar AS) - teknologi (Google).
  4. Jeff Bezos (235 miliar dollar AS) - teknologi (Amazon).
  5. Mark Zuckerberg (234 miliar dollar AS) - teknologi (Meta/Facebook).
  6. Larry Ellison (195 miliar dollar AS) - teknologi (Oracle).
  7. Bernard Arnault (178 miliar dollar AS) - barang mewah (LVMH).
  8. Jim Walton (155 miliar dollar AS) - ritel (Walmart).
  9. Jensen Huang (153 miliar dollar AS) - teknologi (Nvidia).
  10. Warren Buffett (152 miliar dollar AS) - investasi (Berkshire Hathaway).

Perbedaan estimasi keduanya disebabkan oleh penggunaan metodologi yang berbeda. Melansir dari laman masing-masing, Forbes memperbarui data dari saham publik hampir real-time, yakni setiap 5 menit (dengan delay harga 15 menit).

Sementara Bloomberg, meng-update data secara harian dengan mengestimasikan net worth dari angka final, dihitung setelah penutupan pasar saham di New York.

Baca juga: Harta Elon Musk Tembus Rp 14.000 Triliun, Ini 3 Hal yang Hanya Ia Sendiri Bisa Lakukan

Paradoks AI Boom, tuai cuan di tengah ancaman bubble AI

Ilustrasi AI Bubble.  Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, memberikan teguran keras terhadap perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia menegaskan bahwa setiap platform AI wajib membayar royalti jika menggunakan karya jurnalistik sebagai basis data mereka.paddle.com Ilustrasi AI Bubble. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, memberikan teguran keras terhadap perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia menegaskan bahwa setiap platform AI wajib membayar royalti jika menggunakan karya jurnalistik sebagai basis data mereka.

Dari tahun ke tahun, pengusaha teknologi memang kerap meramaikan daftar papan atas orang terkaya di dunia. Menasir Fortune, fenomena ini setidaknya rutin terjadi sejak tahun 2024.

Tahun ini pun cukup menarik lantaran perkembangan teknologi kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) yang semakin pesat.

Melansir Guardian, fenomena AI atau popularitas AI yang "meledak" seperti saat ini, mampu mengerek kekayaan para bos teknologi ini hingga lebih dari setengan triliun dollar AS.

Desember 2025 Bloomberg mengestimasi kekayaan 10 pengusaha teknologi dunia di AS secara total menyentuh angka 2,5 triliun, naik dari 1,9 triliun di periode sebelumnya.

Angka tersebut dihitung dari nilai saham yang mereka pegang, bukan harta dalam bentuk tunai. Kendati menggiurkan, ada ancaman AI bubble di tengah hype AI.

Menerka Masa Depan AI Bubble, Ini Prediksi Para Analis

AI bubble ini adalah istilah ekonomi, di mana tren AI yang kini sedang meledak, mendorong para investor menggelontorkan uang besar.

Namun, perkembangan atau profitnya belum tentu secepat atau sebesar yang dibayangkan.
Analoginya bisa dibayangkan seperti gelembung sabun yang makin lama makin membesar. Gelembung itu bisa pecah kapan saja kalau isinya tidak stabil.

Kalau gelembung itu pecah, seluruh isi di dalamnya ikut hancur. Dalam konteks AI, kalau bubble benar-benar terjadi, industri yang sekarang sedang hype bisa ikut berantakan jika kondisinya tak stabil.

Para analis sejatinya punya pandangan berbeda soal Ai bubble. Ada analis yang berpendapat bahwa kondisi pasar AI sekarang punya ciri-ciri mirip bubble klasik seperti era dot-com yang terjadi di akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an.

Namun, ada juga analis yang optimis industri AI tidak sama seperti zaman gelembung dot-com akhir 1990-an.

Apapun yang terjadi, hal itu secara tidak langsung akan berdampak pada estimasi kekayaan yang dimiliki para konglomerat teknologi ke depannya.

Tag:  #orang #terkaya #dunia #saat #antaranya #teknologi

KOMENTAR