Sukses, Eksperimen Gabungkan PS5, Xbox, dan Switch 2 Jadi Satu Konsol
Ilustrasi konsol gabungan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2 buatan Xiao Ningzi.(YouTube/@xnzxnz)
10:03
26 Januari 2026

Sukses, Eksperimen Gabungkan PS5, Xbox, dan Switch 2 Jadi Satu Konsol

– Seorang YouTuber asal China bernama Xiao Ningzi berhasil membuat sebuah konsol unik yang mampu memainkan game PlayStation 5 (PS5), Xbox, dan Nintendo Switch 2 sekaligus.

Konsol tersebut tidak dibuat dari nol, melainkan merupakan gabungan dari tiga perangkat berbeda yang dibongkar (dipreteli), lalu dirakit ulang menjadi satu mesin.

Proyek ini diberi nama “Ningtendo PXBOX 5” dan diceritakan secara rinci dalam sebuah video berdurasi sekitar 16 menit yang diunggah di kanal YouTube Xiao Ningzi pada November 2025 lalu.

Di awal video, Xiao Ningzi menjelaskan motivasi di balik proyek ekstrem tersebut. Menurut dia, PS5, Xbox, dan Switch 2 merupakan tiga konsol paling dominan di industri game saat ini, tetapi masing-masing terkungkung oleh ekosistem dan judul game eksklusif.

Kondisi ini membuat gamer harus membeli lebih dari satu konsol jika ingin memainkan semua judul populer. Dari sinilah muncul ide untuk menggabungkan ketiganya ke dalam satu perangkat, lengkap dengan satu tombol untuk berpindah antar konsol.

Xiao Ningzi menyebut proyek ini sebagai simbol perdamaian untuk mengakhiri apa yang kerap disebut gamer sebagai perang konsol (console war).

Tantangan ukuran dan panas

Ilustrasi tiga konsol, yaitu PS5, Xbox Series X, dan Switch 2 digabungkan begitu saja.YouTube/@xnzxnz Ilustrasi tiga konsol, yaitu PS5, Xbox Series X, dan Switch 2 digabungkan begitu saja.

Menggabungkan tiga konsol dalam satu perangkat tentu bukan perkara mudah. Jika disatukan begitu saja, ketiga perangkat tersebut diperkirakan akan berbobot sekitar 10 kilogram dengan volume mencapai 19 liter, jauh dari kata ringkas.

Karena itu, Xiao Ningzi memutuskan untuk membongkar ketiga konsol tersebut.

Dari hasil bongkarannya, ia menemukan bahwa papan utama (motherboard) masing-masing konsol sebenarnya relatif kecil, sehingga memungkinkan untuk digabungkan dalam satu casing.

Masalah terbesar justru terletak pada perangkat power supply dan sistem pendingin, yang memakan ruang paling besar di tiap konsol.

Hal ini terbilang wajar, mengingat sistem pendingin berfungsi menjaga suhu tetap stabil saat konsol menjalankan game dengan kualitas grafis tinggi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Xiao Ningzi kemudian mencari cara agar ketiga konsol bisa berbagi satu sistem daya dan satu sistem pendingin.

Terinspirasi Mac Pro “tempat sampah”

Ilustrasi sistem pendingin dengan kipas pembuangan ke atas yang terinspirasi dari Mac Pro 2013.YouTube/@xnzxnz Ilustrasi sistem pendingin dengan kipas pembuangan ke atas yang terinspirasi dari Mac Pro 2013.

Gagasan menggabungkan sistem pendingin terdengar sederhana, tetapi implementasinya sangat rumit.

Untuk urusan pendinginan, Xiao Ningzi terinspirasi dari desain Apple Mac Pro generasi 2013, yang dijuluki “trash can” atau “tempat sampah” karena bentuk silindernya yang menyerupai tong sampah kecil.

Mac Pro tersebut menggunakan pendingin berbentuk prisma segitiga, dengan tiga sisi yang masing-masing menempel pada komponen panas, serta satu kipas besar di bagian atas untuk menarik udara panas ke luar.

Desain ini dianggap ideal untuk mendinginkan tiga motherboard sekaligus, masing-masing milik PS5, Xbox, dan Switch 2.

Berangkat dari konsep tersebut, Xiao Ningzi membuat sistem pendingin dengan teknik cor logam sederhana. Ia membuat cetakan dari plastik menggunakan printer 3D, lalu menuangkan aluminium cair untuk membentuk blok pendingin utama.

Untuk memastikan panas dari chip tersebar merata, ia menambahkan pelat pengunci dari tembaga murni di atas blok aluminium. Selain itu, sebuah kipas berukuran 12 cm dipasang di bagian bawah agar udara panas dapat ditiup ke atas.

Dalam pengujian, saat menjalankan game Elden Ring versi PS5 selama 30 menit, suhu permukaan pendingin tercatat stabil di kisaran 60 derajat Celsius tanpa tanda-tanda overheat.

Satu power supply untuk semua

Tombol untuk mengeluarkan konsol Switch 2 dari rumahannya.YouTube/@xnzxnz Tombol untuk mengeluarkan konsol Switch 2 dari rumahannya.

Selain sistem pendingin, Xiao Ningzi juga menyederhanakan sistem daya. Awalnya, ia berencana menggunakan saklar khusus agar hanya konsol yang aktif menerima listrik.

Namun setelah dihitung, PS5 dan Xbox ternyata hanya mengonsumsi daya sekitar 4 watt dalam kondisi siaga.

Karena itu, Xiao Ningzi memutuskan memakai satu power supply PC 250 watt berteknologi gallium nitride (GaN) untuk memberi daya ke seluruh sistem, dengan catatan hanya satu konsol yang aktif dalam satu waktu.

Motherboard PS5 dan Xbox dihubungkan secara paralel menggunakan arus 12V DC, sementara Switch 2 mendapat daya lewat konverter USB-C Power Delivery (PD).

Karena bersifat handheld, dock Switch 2 dibuat terpisah dan bisa dilepas. Xiao Ningzi bahkan merancang mekanisme seperti pemanggang roti, di mana Switch 2 dapat “meloncat” keluar saat tombol ditekan.

Yang menarik, mekanisme ini tidak menggunakan pegas logam, melainkan pegas plastik hasil cetak 3D dari bahan termoplastik PETG, yang dirancang agar kuat sekaligus fleksibel.

Dirakit dengan papan Arduino

Ilustrasi perakitan papan utama tiga konsol buatan Xiao Ningzi.YouTube/@xnzxnz Ilustrasi perakitan papan utama tiga konsol buatan Xiao Ningzi.

Perpindahan antar-konsol dalam perangkat ini dikendalikan oleh papan elektronik Arduino. Papan tersebut mengatur perpindahan sinyal HDMI, aliran daya, serta lampu indikator.

Warna lampu akan berubah sesuai konsol yang aktif, yakni biru untuk PS5, hijau untuk Xbox, dan merah untuk Switch 2.

Pada hasil akhir, perangkat ini berbentuk prisma segitiga yang dilapisi panel dekoratif kayu walnut hitam hasil potongan laser, lengkap dengan pelat nama logam bertuliskan “Ningtendo PXBOX 5”.

Dalam uji coba, ketiga konsol terbukti dapat menjalankan berbagai game digital dengan normal.

Xiao Ningzi memainkan game eksklusif Switch 2 Donkey Kong Bananza, beberapa judul PS5 Ghost of Tsushima, serta game Xbox Starfield, dan semuanya berjalan tanpa kendala.

Semua game ini merupakan game digital, lantaran konsol Xiao Ningzi tak dilengkapi slot disc drive.

Hanya sebatas eksperimen

Xiao Ningzi memainkan game Switch 2 Donkey Kong Bananza di konsol gabungan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2.YouTube/@xnzxnz Xiao Ningzi memainkan game Switch 2 Donkey Kong Bananza di konsol gabungan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari kanal YouTube Xiao Ningzi, Xiao mengakui bahwa proyek ini jauh lebih sulit dari perkiraan dan awalnya hanya dianggap sebagai lelucon.

Meski demikian, hasil akhirnya membuktikan bahwa menggabungkan tiga ekosistem konsol besar dalam satu perangkat ternyata memungkinkan.

Namun, Ningtendo PXBOX 5 bukan produk komersial, melainkan eksperimen teknis yang membutuhkan keahlian tinggi dalam pembongkaran dan perakitan perangkat game.

Tag:  #sukses #eksperimen #gabungkan #xbox #switch #jadi #satu #konsol

KOMENTAR