Tunjangan untuk Guru di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Cair, Tak Ada Syarat Beban Mengajar
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam Rapat Badan Legislasi DPR, Rabu (19/11/2025)(Tangkap layar dari akun YouTube Tv Parlemen)
12:02
26 Januari 2026

Tunjangan untuk Guru di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Cair, Tak Ada Syarat Beban Mengajar

Pemerintah memastikan penyaluran berbagai tunjangan bagi guru di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah cair tanpa mensyaratkan pemenuhan beban mengajar.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, kebijakan tersebut diambil untuk menjamin keberlangsungan kesejahteraan guru di tengah kondisi darurat pascabencana.

“Aneka tunjangan guru di wilayah bencana tidak mempersyaratkan beban mengajar. Total dana tunjangan sebesar Rp 500,89 miliar dan sudah cair," kata Atip dalam rapat lintas kementerian terkait penanganan bencana di Sumatera, Senin (26/1/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Selain tunjangan reguler, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan khusus bagi guru terdampak bencana.

Hingga kini, bantuan tersebut telah diberikan kepada 16.647 guru dengan total anggaran mencapai Rp 32,9 miliar.

Atip menambahkan, bantuan operasional satuan pendidikan pascabencana (POSP) juga telah disalurkan kepada sekitar 29.000 satuan pendidikan di kabupaten terdampak bencana dengan nilai mencapai Rp 1,98 triliun.

Dalam penyalurannya, pemerintah memberikan fleksibilitas baik dari sisi persyaratan maupun penggunaan anggaran agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

“Persyaratan penyaluran juga sudah diberikan fleksibilitas termasuk penggunaannya sesuai kebutuhan sekolah," ujar Atip.

Atip menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 4.859 sekolah yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Meski demikian, ia memastikan bahwa proses pembelajaran di ketiga provinsi itu telah berjalan sepenuhnya.

“Alhamdulillah sampai saat ini untuk proses pembelajaran di ketiga provinsi tersebut sudah terlaksana 100 persen proses pembelajarannya," ujar dia.

Adapun tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

Di Aceh, sebanyak 2.966 sekolah telah kembali belajar di sekolah asal karena hanya mengalami kerusakan ringan dan cukup dilakukan pembersihan.

Namun, sekitar 82 sekolah masih menjalankan pembelajaran di tenda dan ruang kelas darurat.

Pemerintah menargetkan perbaikan untuk sekolah-sekolah tersebut dapat diselesaikan pada Februari 2026.

Sementara itu, terdapat 25 sekolah di Aceh yang berstatus menumpang akibat kerusakan berat dan memerlukan relokasi ke lokasi yang lebih aman.

Pendanaan relokasi dan perbaikan fisik sekolah akan menggunakan dana revitalisasi tahun anggaran 2026 dengan dukungan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di Sumatera Barat, tercatat 21 sekolah masih belajar di tenda dan kelas darurat serta dua sekolah rusak berat yang berstatus menumpang.

Adapun di Sumatera Utara, Atip menyebut tidak ada sekolah yang berstatus menumpang.

Hingga 23 Januari 2026, Kemendikdasmen juga telah menyalurkan berbagai bantuan pendidikan darurat, mulai dari 30.500 paket school kit, 168 unit tenda darurat, hingga pembangunan 147 ruang kelas darurat.

Selain itu, dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp 12,2 miliar telah disalurkan ke 1.339 satuan pendidikan.

Pemerintah juga mendistribusikan 147.670 buku pembelajaran serta dukungan psikososial bagi siswa di 681 satuan pendidikan dengan nilai Rp 2,7 miliar.

Tag:  #tunjangan #untuk #guru #wilayah #bencana #sumatera #sudah #cair #syarat #beban #mengajar

KOMENTAR