Sering Pegal Saat Hamil, Bolehkah Dipijat? Ini Penjelasan Dokter
– Pegal dan nyeri otot merupakan keluhan yang kerap dialami ibu hamil, terutama di usia trimester tiga kehamilan.
Perubahan postur tubuh, pembesaran rahim, serta peningkatan berat badan membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk menopang beban.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Gorga Udjung, Sp.OG., menjelaskan bahwa rasa pegal dan nyeri selama kehamilan merupakan hal yang wajar. Keluhan ini berkaitan erat dengan perubahan fisik yang terjadi secara bertahap sepanjang masa kehamilan.
“Waktu hamil kan kehamilannya makin gede. Menekan dia, belum lagi tubuh menopang berat badan yang makin berat,” ujar dr. Gorga dalam acara Newborn & Breastfeeding Class Blackmores Lacta Well di Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026).
Pijat boleh, asal bukan di perut
Menurut dr. Gorga, perubahan tubuh selama kehamilan juga dapat membuat otot-otot ibu hamil menjadi lebih mudah lelah dan kaku, terutama di area punggung, pinggang, dan panggul.
“Pasti otot-otot lebih gampang lelah, kaku,” katanya.
Kondisi ini membuat sebagian ibu hamil merasa cepat lelah, otot terasa kaku, hingga sulit menemukan posisi yang nyaman saat beristirahat. Tidak sedikit yang kemudian bertanya, apakah pijat aman dilakukan selama kehamilan untuk meredakan keluhan tersebut?
Menanggapi hal tersebut, dr. Gorga menegaskan bahwa pijat pada ibu hamil pada dasarnya diperbolehkan, selama dilakukan dengan cara yang aman dan tidak sembarangan.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa ada batasan penting yang perlu diperhatikan. Tidak semua bagian tubuh aman untuk dipijat selama kehamilan, terutama area perut yang berkaitan langsung dengan rahim dan janin.
“Di-massage boleh, enggak masalah. Asal perut jangan diapa-apain,” tegasnya.
Dr. Gorga menjelaskan, pijat sebaiknya difokuskan pada area tubuh yang sering mengalami ketegangan, seperti punggung, bahu, kaki, atau pinggang.
Selain itu, tekanan pijat juga perlu disesuaikan agar tidak terlalu keras dan tetap memberi rasa nyaman bagi ibu hamil.
Senam hamil jadi solusi jangka panjang
Selain pijat, dr. Gorga juga merekomendasikan senam hamil sebagai cara yang lebih terstruktur untuk membantu mengurangi pegal dan nyeri selama kehamilan.
Ia menyebut bahwa senam hamil sudah dapat dilakukan sejak trimester kedua, ketika kondisi kehamilan umumnya lebih stabil.
“Di trimester kedua itu sudah bisa mulai senam hamil. Itu melatih otot-otot panggul dan bikin lebih rileks,” jelasnya.
Senam hamil bertujuan membantu otot menjadi lebih lentur dan tidak mudah tegang, sekaligus membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan fisik yang terus berlangsung.
Tidak hanya bermanfaat untuk membuat otot-otot lebih rileks selama kehamilan, senam hamil juga menjadi bagian dari persiapan menuju persalinan.
“Untuk senam hamil itu penting. Tujuannya untuk menjaga otot-otot lebih rileks. Bisa juga nanti diajarkan bagaimana pernapasan, untuk nanti mau melahirkan,” kata dr. Gorga.
Dengan kombinasi senam hamil yang rutin dan pijat yang dilakukan secara aman, ibu hamil dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks, mengurangi keluhan pegal, serta menjalani kehamilan dengan lebih nyaman hingga menjelang persalinan.
Tag: #sering #pegal #saat #hamil #bolehkah #dipijat #penjelasan #dokter