Fitur Baru ChatGPT Bisa Tebak Usia Pengguna, untuk Keamanan
Ringkasan berita:
- ChatGPT kini dilengkapi fitur prediksi usia untuk mendeteksi akun yang kemungkinan dimiliki pengguna di bawah 18 tahun. Sistem ini menganalisis sinyal akun dan perilaku (bukan hanya data usia saat daftar) dan otomatis mengaktifkan perlindungan tambahan guna membatasi paparan konten sensitif, sekaligus melengkapi fitur parental controls yang memungkinkan orang tua mengatur penggunaan AI oleh remaja.
- Fitur ini juga diyakini menjadi awal kehadiran “adult mode” ChatGPT, mode khusus bagi pengguna dewasa terverifikasi dengan batasan konten lebih longgar. Pengguna dewasa yang salah terdeteksi bisa memulihkan akses lewat verifikasi identitas, sementara OpenAI menyiapkan peluncuran adult mode pada kuartal pertama 2026 seiring tekanan regulator terkait perlindungan anak.
- ChatGPT punya fitur baru. Chatbot AI ini sekarang bisa memprediksi usia pengguna.
Fitur ini ditujukan untuk mengidentifikasi akun yang kemungkinan dimiliki oleh pengguna di bawah 18 tahun, agar perlindungan tambahan bisa diterapkan secara otomatis.
Selain itu, fitur prediksi usia ini diyakini sebagai upaya OpenAI membuka jalan bagi fitur yang akan datang, yakni "adult mode" di ChatGPT.
Dalam pengumuman di blog resminya, Selasa (20/1/2026), perusahaan AI paling bernilai di dunia ini menyebut, sistem prediksi usia yang baru ini bekerja dengan menganalisis kombinasi sinyal akun dan perilaku pengguna, bukan semata-mata berdasarkan usia yang diisi saat pendaftaran.
Beberapa sinyal yang digunakan antara lain usia akun, pola penggunaan dari waktu ke waktu, jam-jam aktif pengguna, hingga usia yang dinyatakan secara sukarela.
Dari kombinasi data tersebut, sistem akan memperkirakan apakah sebuah akun kemungkinan dimiliki oleh remaja di bawah umur.
Jika ChatGPT mendeteksi bahwa sebuah akun kemungkinan dimiliki pengguna di bawah 18 tahun, sistem akan langsung mengaktifkan perlindungan tambahan.
Perlindungan ini dirancang untuk mengurangi paparan terhadap konten sensitif, seperti kekerasan ekstrem, tantangan viral berisiko, role play bernuansa seksual atau kekerasan, hingga konten yang menggambarkan atau mempromosikan perilaku menyakiti diri sendiri.
Ilustrasi remaja putri bersama ibunya.
Selain perlindungan otomatis berbasis prediksi usia, induk ChatGPT, OpenAI, sejatinya juga menyediakan fitur kontrol orangtua (parental controls) untuk akun remaja.
Melalui fitur ini, orang tua dapat menyesuaikan penggunaan ChatGPT sesuai kebutuhan anak mereka, termasuk soal respons yang diberikan.
Beberapa pengaturan yang tersedia, misalnya, menentukan jam istirahat (quiet hours), sehingga ChatGPT tidak bisa digunakan pada waktu tertentu.
Orangtua juga bisa mengatur fitur seperti memory atau partisipasi data untuk pelatihan model, serta menerima notifikasi apabila sistem mendeteksi tanda-tanda gangguan emosional atau tekanan mental yang bersifat akut.
OpenAI menyebut, fitur ini sebagai pelengkap sistem prediksi usia, dengan tujuan memberi orang tua peran lebih aktif dalam mengawasi penggunaan AI oleh anak remajanya.
Perusahaan bikinan Sam Altman menegaskan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari berbagai upaya keamanan yang telah diterapkan sebelumnya.
OpenAI memang tengah berada di bawah sorotan regulator dan pembuat kebijakan, khususnya terkait perlindungan anak dan remaja.
Di Amerika Serikat, OpenAI bersama sejumlah perusahaan teknologi lain tengah menghadapi penyelidikan dari Komisi Perdagangan AS (Federal Trade Commission/FTC) terkait potensi dampak negatif chatbot AI terhadap anak-anak.
Selain itu, pembuat model AI GPT dan Sora ini juga disebut dalam beberapa gugatan hukum, termasuk kasus yang menyoroti isu kesehatan mental remaja. Tekanan inilah yang mendorong OpenAI mempercepat pengembangan fitur keamanan berbasis usia.
Salah prediksi usia? Bisa verifikasi persona
Ilustrasi face recognition. Registrasi kartu SIM menggunakan face recognition diberlakukan mula 1 Januari 2026.
Bagi pengguna dewasa yang secara keliru terdeteksi sebagai di bawah umur, OpenAI menyediakan mekanisme pemulihan akses.
Pengguna dapat memverifikasi usia mereka melalui layanan verifikasi identitas Persona, dengan proses konfirmasi menggunakan selfie. Setelah usia terverifikasi, akses penuh ke fitur ChatGPT akan dipulihkan.
OpenAI juga menjelaskan bahwa pengguna bisa mengecek apakah akun mereka terkena pembatasan usia dengan masuk ke menu Settings > Account. Dari sana, pengguna dapat memulai proses verifikasi jika merasa klasifikasi usia tidak sesuai.
Ke depan, OpenAI berencana terus menyempurnakan akurasi model prediksi usia ini. Perusahaan mengakui bahwa sistem masih akan belajar dari data penggunaan nyata selama fase awal peluncuran.
OpenAI menyebutkan bahwa model prediksi usia ini mulai digulirkan ke pengguna ChatGPT versi konsumen, baik gratis maupun yang berlangganan (ChatGPT Go/Plus), sebagaimana dihimpun KompasTekno dari blog OpenAI.
Untuk wilayah Uni Eropa, fitur ini baru akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan, menyesuaikan dengan regulasi regional yang berlaku.
Jalan masuk adult mode?
Fitur spicy modemenjadi perpanjangan dari pendekatan xAI sebelumnya yang juga sempat merilis karakter anime AI dengan nuansa seksual.
Selain untuk melindungi remaja di bawah umur, fitur prediksi usia ini tampaknya juga dirilis demi fitur "adult mode" yang sedang disiapkan OpenAI.
Pada pertengahan Desember 2025, CEO of Applications OpenAI Fidji Simo mengungkapkan bahwa fitur adult mode di ChatGPT ini bakal meluncur pada kuartal pertama 2026 atau sekitar bulan Januari hingga Maret.
Sesuai namanya, adult mode dirancang sebagai mode khusus yang hanya dapat diakses oleh pengguna dewasa terverifikasi. Di ChatGPT mode dewasa, pengguna diyakini bakal mendapatkan batasan konten yang lebih longgar dibandingkan ChatGPT versi standar.
Meski begitu, OpenAI belum banyak merinci soal fitur adult mode ChatGPT ini.
"Hal ini juga memungkinkan kita untuk memperlakukan orang dewasa sebagaimana mestinya dan menggunakan alat-alat kita sesuai keinginan mereka, dalam batasan keamanan," tulis OpenAI di pengumuman soal fitur prediksi usia ChatGPT.
Bagi yang akrab dengan AI Grok di X, fitur adult mode ChatGPT ini bakal punya konsep yang mirip.
Di X, xAI menghadirkan fitur spicy mode di Grok Imagine, tools AI yang memungkinkan pengguna membuat gambar dan video dari teks (text-to-image) atau foto (image-to-video).
Lewat spicy mode, pengguna Grok Imagen bisa membuat konten yang mengandung unsur seksual.
Selama ini, OpenAI menerapkan kebijakan ketat terhadap konten sensitif dan dewasa di ChatGPT. Permintaan semacam itu kerap ditolak atau dijawab sangat normatif, meski diajukan oleh pengguna dewasa.
Namun, CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menegaskan bahwa perusahaan ingin mulai “memperlakukan pengguna dewasa sebagai orang dewasa”, tanpa mengorbankan aspek keamanan.
Artinya, sejumlah pembatasan konten yang selama ini diterapkan secara umum berpotensi dilonggarkan, tetapi hanya untuk akun yang lolos verifikasi usia.
Di sinilah tugas sistem prediksi usia yang baru dirilis OpenAI. Sistem bakal secara otomatis menyesuaikan pengamanan dan pembatasan konten, khususnya bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun.
Sementara pengguna yang terverifikasi 18 tahun ke atas tampaknya bakal bisa mengakses adult mode saat dirilis nantinya.
Tag: #fitur #baru #chatgpt #bisa #tebak #usia #pengguna #untuk #keamanan