Aksi Robot Humanoid Ini Viral, Salah Tendang Instruktur Lalu Ikut ''Meringis''
Robot humanoid G1 terlihat menendang instruktur manusia saat sesi pelatihan menggunakan motion-capture suit. Insiden tak terduga ini membuat video latihan tersebut viral di media sosial.(Zeonsinlight/Bilibili)
08:21
6 Januari 2026

Aksi Robot Humanoid Ini Viral, Salah Tendang Instruktur Lalu Ikut ''Meringis''

Ringkasan berita:

  • Video latihan robot humanoid G1 buatan Unitree viral setelah robot salah menendang instruktur manusia saat sesi motion-capture, lalu ikut meniru gestur kesakitan korban.
  • Insiden terjadi karena kesalahan pembacaan gerak, menunjukkan risiko pelatihan robot humanoid yang berinteraksi langsung dengan manusia tanpa pembatas.
  • Meski viral dan kocak, kejadian ini jadi pengingat serius bahwa teknologi robot humanoid masih punya celah keamanan dalam pengujian jarak dekat.

- Sebuah video latihan robot humanoid mendadak viral di media sosial. Bukan karena pamer soal kecanggihan teknologinya, melainkan akibat insiden tak terduga yang memancing reaksi warganet.

Video tersebut memperlihatkan sesi pelatihan robot humanoid bernama G1 buatan perusahaan robotik asal China, Unitree.

Dalam video rekaman, robot G1 tampak sedang berlatih bersama seorang instruktur manusia di sebuah ruangan tertutup, tanpa ada pembatas sekat, mirip area kantor. 

Instruktur tersebut terlihat menggunakan setelan khusus motion-capture suit, yaitu setelah khusus yang memungknkan setiap gerakan tubuh instruktur ditiru robot secara langsung (real-time). 

Salah tendang, lalu ikut "meringis"

Pada awalnya, sesi latihan berjalan normal. Sang instruktur memperagakan sejumlah gerakan dasar, seperti pukulan, kuda-kuda, hingga tendangan, yang kemudian ditirukan oleh Robot G1 secara presisi.

Gerakan demi gerakan pun berjalan selaras. Gerakan robot terlihat stabil, mengikuti setiap perubahan posisi tubuh instruktur di sampingnya. 

Namun, situasi berubah ketika robot humanoid tersebut mendadak salah memperkirakan putaran. Alih-alih meniru gerakan yang sama, robot G1 justru melancarkan tendangan yang mengenai area sensitif tubuh si instruktur.

Sang instruktur langsung membungkuk sambil memegangi bagian tubuh yang terkena tendangan robot. Ia lalu jatuh berlutut ke lantai menahan rasa sakit.

Seketika, Robot G1 pun ikut memeragakan gestur kesakitan instruktur itu, seolah dirinya ikut merasa kesakitan yang sama.

Robot G1 yang saat itu masih terhubung dengan sistem peniruan gerak, langsung ikut membungkuk dengan posisi tubuh yang hampir identik dengan si instruktur. 

Momen inilah yang kemudian membuat video tersebut viral dan ramai dijadikan meme di media sosial.

Setelah tidak sengaja menendang sang instruktur, robot G1 terlihat ikut menirukan gestur dengan membungkuk ke depan dalam posisi serupa, seolah-olah ikut merasakan sakit yang sama. Zeonsinlight/Bilibili Setelah tidak sengaja menendang sang instruktur, robot G1 terlihat ikut menirukan gestur dengan membungkuk ke depan dalam posisi serupa, seolah-olah ikut merasakan sakit yang sama.

Viral lintas platform

Video rekaman latihan Robot G1 awalnya diunggah di platform Bilibili -platform berbagi video mirip YouTube di China-, sebelum akhirnya menyebar ke sejumlah media sosial lain, termasuk X (dulu Twitter), Reddit, dan forum daring lain. 

Adapun kemampuan Robot G1 sendiri sebelumnya juga sudah pernah dipamerkan Unitree lewat berbagai demo.

Robot ini ditampilkan mampu melakukan berbagai aktivitas kompleks, mulai dari bermain tenis meja, menembakkan bola basket ke ring, hingga menampilkan rangkaian gerakan bela diri.

Namun, insiden “salah tendang” dalam sesi pelatihan terbaru justru memberi sorotan berbeda, di mana kesalahan kecil dalam pembacaan gerakan dapat menyebabkan hasil yang tidak terduga.

Video ini juga menarik perhatian Chief Engineer Tesla Cybertruck, Wes Morril. 

Dalam postingan di X, Morrill menyinggung terkait bagaimana insiden robot G1 tersebut mencerminkan bentuk tantangan baru dalam pengujian robot humanoid yang kini semakin sering berinteraksi langsung dengan manusia.

Menurut Morril, selama ini robot humanoid umumnya diuji di area tertutup dengan pagar atau sistem pengaman ketat.

Namun, ketika robot itu mulai dilatih untuk bekerja berdampingan dengan manusia, risiko kesalahan kecil pun menjadi lebih krusial dan sulit dihindari.

Bagi sebagian warganet, insiden tendangan Robot G1, ditambah gestur meniru sakit manusia, mungkin menjadi sebuah hiburan.

Meski berujung kocak, kejadian ini juga menunjukkan bahwa teknologi robot humanoid masih memiliki celah, terutama saat dilatih dalam jarak dekat dengan manusia. 

Bagi pengembang robot humanoid pun, insiden ini menjadi pengingat bahwa metode teleoperation (teleoperasi) masih menjadi alat penting untuk melatih robot humanoid, terutama dalam menangani tugas yang terlalu kompleks, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina.

Tag:  #aksi #robot #humanoid #viral #salah #tendang #instruktur #lalu #ikut #meringis

KOMENTAR