Samsung Pamerkan Brain Health, Fitur Deteksi Risiko Demensia di CES 2026
Fitur brain health akan bisa memantau kondisi penggunanya. Jika ditemukan ada anomali, fitur ini akan memberi perungatan.(KOMPAS.com/Yudha Pratomo.)
15:24
5 Januari 2026

Samsung Pamerkan Brain Health, Fitur Deteksi Risiko Demensia di CES 2026

Rangkuman berita:

  • Samsung memperkenalkan fitur Brain Health di CES 2026 untuk mendeteksi tanda awal gangguan kognitif seperti demensia lewat data wearable dan smartphone.
  • Fitur ini menganalisis pola berjalan, tidur, suara, hingga kebiasaan mengetik, lalu memberi peringatan jika terdeteksi perubahan fungsi otak.
  • Brain Health terintegrasi dengan Samsung SmartThings dan dapat memberi rekomendasi pencegahan, termasuk latihan otak berbasis gim ringan.

- Samsung memamerkan fitur kesehatan terbarunya bernama Brain Health di acara The First Look 2026 yang merupakan bagian dari ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (4/1/2026) pagi waktu setempat.

Jurnalis KOMPAS.com, Yudha Pratomo hadir langsung di acara tersebut.

Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menyadari tanda-tanda awal demensia atau masalah kesehatan lain.

Tanda-tanda ini didapatkan dengan elalui data yang dikumpulkan dari perangkat wearable seperti smartwatch, smart ring, serta smartphone Samsung.

Brain Health bekerja dengan menganalisis berbagai indikator aktivitas pengguna, mulai dari pola berjalan, perubahan suara, metrik tidur, bahkan ketika pengguna mengetik pesan.

Misalnya saat pola berjalan dan tidur pengguna tidak dalam kondisi stabil, kemudian saat mengetik pesan, pengguna juga sering typo. Fitur Brain Health ini akan menyimpiulkan bahwa kondisi badan pengguna sedang tidak baik-baik saja.

Menurut salah satu promotor yang ditemui KOMPAS.com, dari data tersebut nantinya sistem akan mengidentifikasi potensi perubahan fungsi kognitif pengguna.

"Jika ada gejala aneh, aplikasi ini juga akan bekerja," kata promotor tersebut.

Hal ini bisa menjadi sinyal awal gangguan kesehatan otak, termasuk demensia.
Fitur ini juga nantinya akan terintegrasi dengan Samsung SmartThings Hub.

Dengan terhubung SmartThings Hub, aplikasi akan bisa memberi peringatan kepada pengguna lain yang tergabung dalam SmartThings tersebut.

Ini akan berguna untuk misalnya memantau pengguna yang lanjut usia. Ketika perangkat wearable mendeteksi adanya gangguan, aplikasi akan segera mengirimkan peringatan pada orang lain.

Selain memberi peringatan, fitur brain health juga akan membantu melakukan pencegahan dimensia. Caranya dengan memberi pengguna games ringan berbasi logika dan ingatan.KOMPAS.com/Yudha Pratomo. Selain memberi peringatan, fitur brain health juga akan membantu melakukan pencegahan dimensia. Caranya dengan memberi pengguna games ringan berbasi logika dan ingatan.

Selain mendeteksi potensi risiko, foitur Brain Health juga bisa memberikan panduan pencegahan.

Ketika terdetksi adanya gangguan, fitur ini akan merekomendasikan langkah-langkah yang bisa dilakukan pengguna, termasuk menyarankan program pelatihan otak untuk membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif.

Program pelatihan tersebut berupa games ringan yang mengasah otak. Seperti game mengingat gambar atau game berbasis logika lainnya.

Meski sudah dipamerkan di CES 2026, Samsung belum mengungkapkan kapan Brain Health akan tersedia untuk publik. Belum ada kepastian pula apakah fitur ini akan dirilis secara komersial dalam waktu dekat.

Langkah Samsung ini melanjutkan fokus perusahaan pada pengembangan teknologi kesehatan berbasis wearable.

Sebelumnya, pada Oktober lalu, Samsung memperkenalkan Indeks Antioksidan di Galaxy Watch 8 lewat One UI 8.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengukur kadar karotenoid melalui pemindaian jempol selama lima detik.

Karotenoid merupakan nutrisi yang banyak ditemukan pada sayuran berwarna, seperti wortel, ubi jalar, tomat, bayam, dan kangkung, yang dikaitkan dengan manfaat anti-penuaan.

Tag:  #samsung #pamerkan #brain #health #fitur #deteksi #risiko #demensia #2026

KOMENTAR