Trump Kecewa Tarif Dibatalkan, Kini Terapkan Tarif Global Baru 10 Persen
Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global Presiden Donald Trump. Tak lama berselang, Trump menyatakan kecewa dan langsung menyiapkan tarif global baru 10 persen sebagai pengganti.(AFP/SAUL LOEB)
10:04
21 Februari 2026

Trump Kecewa Tarif Dibatalkan, Kini Terapkan Tarif Global Baru 10 Persen

- Mahkamah Agung Amerika Serikat mengguncang lanskap perdagangan AS pada Jumat ketika membatalkan kebijakan utama program tarif Presiden Donald Trump pada periode keduanya. Dalam putusan 6-3, pengadilan menyatakan tarif menyeluruh yang diberlakukan Trump adalah ilegal.

Putusan tersebut keluar sedikit lebih dari satu tahun masa jabatan kedua Trump, setelah sebelumnya muncul pertanyaan skeptis dari sejumlah hakim kunci dalam sidang lisan pada November lalu.

Keputusan ini langsung menghentikan sebagian besar tarif Trump yang diumumkan tahun lalu pada momen yang disebut “Liberation Day”.

Baca juga: Apa Itu Tarif Global Trump dan Bagaimana Mekanisme Penerapannya?

Tarif itu diterapkan menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional 1977 atau International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

“IEEPA tidak memberikan kewenangan kepada Presiden untuk mengenakan tarif,” demikian bunyi putusan yang ditulis Ketua Mahkamah Agung John Roberts, Jumat (20/2/2026).

Putusan ini sekaligus menguatkan dua pengadilan yang lebih rendah, termasuk Pengadilan Perdagangan Internasional AS, yang sebelumnya menyatakan Trump tidak memiliki kewenangan untuk memberlakukan tarif global berdasarkan UU 1977 tersebut.

Trump: Putusan Sangat Mengecewakan

Dalam respons pertamanya pada Jumat, Trump menyerang Mahkamah Agung, terutama para hakim mayoritas. Ia menyebut mereka sebagai “aib bagi bangsa kita”.

Dalam konferensi pers, Trump mengatakan putusan Mahkamah Agung itu “sangat mengecewakan”.

Baca juga: Kala Donald Trump Mengaku Takut Melawan Prabowo...

Ia juga mengisyaratkan bahwa pemerintahannya akan menempuh metode alternatif untuk tetap menjalankan agenda perdagangannya.

Gedung Putih, kata dia, siap mengganti rezim tarif yang dibatalkan dengan “metode, undang-undang, praktik, dan kewenangan” yang diakui sistem peradilan dan Kongres, yang menurutnya “bahkan lebih kuat daripada tarif IEEPA”.

Trump menegaskan bahwa langkah-langkah alternatif tersebut akan “sebenarnya meningkatkan” jumlah uang yang masuk ke negara, merujuk pada dampak dari keputusan pengadilan.

Terapkan Tarif Global Baru 10 Persen

Langkah pertama yang diumumkan Trump adalah menerapkan tarif global baru 10 persen berdasarkan Section 122 dari Trade Act 1974.

Aturan tersebut memungkinkan presiden mengenakan tarif hingga 15 persen selama maksimal 150 hari untuk mengatasi defisit perdagangan.

Baca juga: MA Batalkan Sebagian Besar Tarif Trump, Wall Street Langsung Melaju

Namun, kewenangan itu belum pernah digunakan sebelumnya untuk menerapkan tarif.

Trump mengatakan akan menerapkan tarif global 10 persen berdasarkan Section 122 Trade Act 1974 untuk menggantikan tarif berbasis IEEPA yang dibatalkan Mahkamah Agung.

Selain itu, pemerintahannya juga akan memulai sejumlah investigasi perdagangan berdasarkan Section 301.

Trump turut menyebut bahwa “semua tarif keamanan nasional” berdasarkan Section 232 dan Section 301 “tetap berlaku sepenuhnya dan memiliki kekuatan hukum penuh”.

Tarif Keamanan Nasional dan Dampak Ekonomi

Putusan Mahkamah Agung pada Jumat tidak memengaruhi tarif yang diberlakukan berdasarkan Section 232 dari Trade Expansion Act 1962, yang didasarkan pada alasan keamanan nasional.

Tarif ini tetap berlaku untuk berbagai produk impor, mulai dari tembaga dan semikonduktor hingga mobil dan produk kayu seperti kabinet.

Baca juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Sebagian Besar Tarif Trump

Tarif Section 232 mencakup pungutan 50 persen atas impor produk tembaga setengah jadi, 25 persen atas semikonduktor tertentu—termasuk chip H200 milik Nvidia (NVDA)—serta tarif otomotif 25 persen untuk truk dan 10 persen untuk bus.

Putusan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai potensi pengembalian dana kepada importir, yang dalam beberapa bulan mendatang dapat mengembalikan lebih dari 100 miliar dollar AS.

Keputusan ini diperkirakan memiliki dampak luas terhadap perdagangan global, konsumen, perusahaan, inflasi, serta kondisi keuangan setiap warga Amerika.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump juga telah membuat rencana untuk mengurangi sebagian tarif logam, termasuk baja dan aluminium, ketika pemerintahannya berupaya menghadapi krisis keterjangkauan menjelang pemilu paruh waktu.

Tag:  #trump #kecewa #tarif #dibatalkan #kini #terapkan #tarif #global #baru #persen

KOMENTAR