Kenali 8 Penyebab Ban Belakang Motor Matic Goyang
- Ban belakang motor matic yang goyang saat berkendara bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. Masalah ini sering kali muncul secara perlahan dan dianggap remeh, padahal bisa menjadi indikasi adanya masalah serius pada roda atau komponen lainnya dari motor.
Apabila dibiarkan, kondisi ban belakang yang goyang dapat membuat motor sulit untuk dikendalikan, terutama pada kecepatan tinggi atau saat melintasi jalan yang tidak rata. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami delapan penyebab dan langkah-langkah perbaikan yang tepat agar motor tetap aman dan stabil saat digunakan, seperti yang dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.
1. Usia Komponen yang Terlalu Tua
Usia pakai komponen yang sudah terlalu lama adalah salah satu penyebab paling umum dari ban belakang motor matic yang goyang. Seiring berjalannya waktu, karet pada bos engine mounting bisa mengeras, menjadi getas, bahkan bisa pecah. Hal ini mengakibatkan dudukan mesin tidak lagi kokoh, sehingga roda belakang menjadi tidak stabil saat motor berjalan.
Jika karet engine mounting sudah mengalami kerusakan, solusi terbaik adalah menggantinya dengan yang baru. Proses penggantian ini memerlukan teknik khusus, seperti menghancurkan karet lama dengan menggunakan bor agar lebih mudah dikeluarkan dari lubang crankcase. Karena prosesnya cukup rumit, disarankan untuk mempercayakan pekerjaan ini kepada mekanik yang berpengalaman.
2. Keausan pada Laher Komstir
Ban belakang yang goyang tidak selalu disebabkan oleh masalah pada roda belakang itu sendiri. Keausan pada laher atau bearing komstir juga dapat memengaruhi kestabilan motor. Ketika komstir mengalami masalah, stang menjadi lebih sulit untuk dikendalikan dan motor terasa oleng saat berkendara.
Keausan ini biasanya terjadi akibat pemasangan komstir yang terlalu kencang, sehingga bearing cepat kering. Banyak pengendara yang keliru mengira bahwa masalah ini berasal dari velg atau sokbreker, padahal sumber masalah sesungguhnya ada pada bagian leher kemudi.
3. Kerusakan Bearing As Roda Belakang
Bearing as roda belakang memiliki peranan penting dalam menjaga putaran roda tetap presisi. Jika bearing ini mulai aus atau mengalami kerusakan, roda belakang bisa terasa meleset dan tidak sejajar saat motor melaju, sehingga menimbulkan efek goyang.
Kerusakan pada bearing as roda belakang sering kali disebabkan oleh oli gardan yang jarang diganti. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk rutin mengganti oli gardan sesuai dengan jadwal yang ditentukan agar komponen ini tetap terlumasi dengan baik dan tidak merusak bagian lainnya.
4. Masalah pada Bearing Roda Depan
Meskipun terletak di depan, kerusakan pada bearing roda depan juga dapat memengaruhi kestabilan motor secara keseluruhan. Karat pada bearing akibat jarang dibersihkan dapat membuat putaran roda tidak mulus dan pada akhirnya berdampak pada keseimbangan motor.
Jika dibiarkan, bearing yang berkarat bisa jebol dan memperburuk kondisi motor. Oleh karena itu, membersihkan roda secara rutin, terutama setelah melewati jalan yang becek atau saat hujan, dapat membantu mencegah masalah ini.
5. Mur As Roda yang Kendur
Mur as roda yang tidak terpasang dengan kencang juga menjadi penyebab ban belakang motor matic terasa goyang. Ketika mur kendur, roda tidak terikat dengan sempurna sehingga laju motor menjadi tidak stabil.
Solusi untuk masalah ini cukup sederhana, yaitu mengencangkan kembali mur as roda sesuai dengan standar yang ditetapkan. Namun, pastikan pengencangannya tidak berlebihan agar tidak merusak ulir atau komponen lainnya.
6. Jari-Jari Roda yang Tidak Kencang
Pada motor yang menggunakan roda jari-jari, bagian ini berfungsi untuk menghubungkan velg dengan tromol agar roda tetap seimbang. Jika jari-jari mengendur atau posisinya tidak rata, ban belakang dapat terasa goyang atau oleng saat motor melaju.
Penting untuk menyetel dan mengencangkan jari-jari roda dengan benar. Proses ini sebaiknya dilakukan secara merata agar velg tetap lurus dan putaran roda kembali stabil.
7. Mur dan Suspensi Belakang yang Kendur
Mur-mur serta suspensi di bagian belakang motor yang kendur juga berkontribusi besar terhadap masalah kestabilan. Semua komponen di area belakang saling berkaitan, sehingga satu bagian yang longgar dapat memengaruhi kinerja keseluruhan motor.
Untuk mencegah hal ini, lakukan pengecekan rutin, terutama setelah motor sering digunakan di jalan yang rusak atau membawa beban berat. Mengencangkan mur yang mulai longgar dapat menghindarkan pengendara dari risiko motor goyang saat berkendara.
8. Velg yang Mengalami Kerusakan
Velg yang mengalami kerusakan, seperti peang, menjadi penyebab terakhir namun cukup serius. Kondisi ini biasanya terjadi setelah motor menghantam lubang jalan atau menabrak benda keras. Akibatnya, putaran roda menjadi tidak seimbang dan terasa bergetar.
Jika kerusakan pada velg masih ringan, velg masih bisa diperbaiki melalui proses press. Namun, jika kerusakannya sudah parah, mengganti velg baru adalah pilihan yang paling aman. Untuk mencegah hal ini, selalu berkendara dengan hati-hati dan menyesuaikan kecepatan saat melewati jalan yang kurang baik.