Sah, Nvidia Resmi Miliki Sebagian Saham Intel
Perusahaan semikonduktor Nvidia resmi merampungkan pembelian saham Intel senilai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 83,8 triliun.(Samuel Boivin/NurPhoto via Getty Images)
08:06
30 Desember 2025

Sah, Nvidia Resmi Miliki Sebagian Saham Intel

Ringkasan berita:

  • Nvidia resmi membeli 4 persen saham Intel lewat investasi senilai 5 miliar dollar AS (Rp 83,8 triliun), memberi Intel suntikan dana langsung lewat skema private placement.
  • Kolaborasi Nvidia–Intel difokuskan pada pengembangan chip x86 untuk AI, mencakup CPU, server, dan PC yang menggabungkan prosesor Intel dengan GPU Nvidia RTX.
  • Langkah ini dinilai strategis bagi kedua pihak, memperkuat posisi Intel di tengah tekanan bisnis dan membuka akses Nvidia ke ekosistem x86 tanpa mengubah basis software lama.

- Perusahaan semikonduktor Nvidia resmi merampungkan pembelian saham Intel senilai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 83,8 triliun (kurs Rp 16.777 saat berita ditulis).

Kabar investasi Nvidia ke pesaingnya, Intel, tersebut pertama kali diketahui publik pada pertengahan September 2025. Selang tiga bulan, transaksi tesebut akhirnya selesai.

Dalam transaksi tersebut, Nvidia membeli 214,7 juta saham Intel dengan harga 23,28 dollar AS (sekitar Rp 390.568) per saham. Ini membuat Nvidia kini menjadi salah satu pemegang saham Intel dengan kepemilikan sekitar 4 persen.

Intel mengonfirmasi bahwa penjualan saham ke Nvidia telah tuntas pada 26 Desember, setelah seluruh proses regulasi disetujui awal bulan ini.

Saham tersebut diterbitkan langsung oleh Intel melalui skema private placement, sehingga dana segar masuk langsung ke kas perusahaan tanpa melalui pasar saham terbuka.

Private placement ini juga menegaskan bahwa Nvidia tidak memperoleh hak istimewa tambahan, baik dalam bentuk kursi dewan direksi maupun akses informasi khusus. Nvidia hanya memiliki hak yang sama seperti pemegang saham Intel lainnya.

Hal terebut dipandang sebagai sinyal kepercayaan besar terhadap Intel, yang dalam beberapa tahun terakhir tengah berupaya bangkit dari tekanan bisnis dan persaingan ketat industri semikonduktor global.

Nvidia dan Intel bikin chip arsitektur x86

Ilustrasi arsitektur Intel X86.Wccftech.com Ilustrasi arsitektur Intel X86.

CEO Nvidia Jensen Huang sebelumnya menyebut kolaborasi dengan Intel ini sebagai “kemitraan bersejarah”.

Ia mengatakan Nvidia dan Intel telah mengembangkan arsitektur bersama selama lebih dari satu tahun, mencakup pengembangan CPU, server, dan PC untuk mendukung infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Ke depan, Intel dan Nvidia berencana mengembangkan berbagai produk bersama untuk data center dan PC.

Salah satunya adalah CPU x86 khusus rancangan Nvidia untuk ekosistem AI, serta chip PC yang menggabungkan inti CPU Intel dengan pengolah grafis (GPU) Nvidia RTX melalui teknologi NVLink.

x86 sendiri adalah arsitektur prosesor yang menjadi fondasi utama komputer dan server modern. Arsitektur ini dikembangkan Intel sejak 1978 dan digunakan secara luas oleh prosesor PC dan laptop, termasuk yang dibuat AMD.

Berkat x86, jutaan aplikasi dan sistem operasi seperti Windows dan Linux bisa berjalan tanpa perlu diubah, sehingga ekosistemnya sangat besar dan stabil. Karena kompatibilitasnya yang luas, x86 masih mendominasi dunia PC, server, dan data center.

Inilah sebabnya x86 tetap dianggap strategis, terutama untuk komputasi berat dan infrastruktur AI, karena memungkinkan perusahaan menjalankan teknologi baru tanpa harus membangun ulang sistem lama.

Sampai saat ini, kedua perusahaan belum menyebutkan apakah Nvidia akan memindahkan produksi chip utamanya dari pabrik chip (foundry) Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) ke pabrik Intel atau tidak.

Namun tampaknya, kerja sama ini lebih menitikberatkan pada pengembangan produk dan ekosistem, bukan penggabungan lini manufaktur.

Yang jelas, bagi Intel, suntikan dana dan kemitraan dengan Nvidia memberi dorongan besar bagi upaya pemulihan bisnisnya.

Sementara bagi Nvidia, langkah ini membuka jalur strategis ke ekosistem x86 tanpa mengganggu basis perangkat lunak yang sudah mapan di kalangan pelanggan enterprise, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Quartz.

Intel panen investasi

Intel, mendapat suntikan dana segar sebesar 2 miliar dollar AS (sekitar Rp33 triliun) dari SoftBank, untuk memperkuat bisnis chip AI di tengah persaingan sengit dengan Nvidia, TSMC, dkk.Nikkei Asia Intel, mendapat suntikan dana segar sebesar 2 miliar dollar AS (sekitar Rp33 triliun) dari SoftBank, untuk memperkuat bisnis chip AI di tengah persaingan sengit dengan Nvidia, TSMC, dkk.

Tahun 2025 ini, Intel panen dana segar dari investor. Sebelum Nvidia, pemerintah AS lebih dulu membeli saham Intel pada Agustus 2025.

Pemerintah AS membeli sekitar 10 persen saham perusahaan semikonduktor tersebut, senilai hampir 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 144 triliun).

Perusahaan investasi asal Jepang, SoftBank juga mengucurkan dua miliar dollar AS (sekitar Rp 33 triliun) ke Intel pada bulan lalu.

Intel sendiri tengah berjuang mempertahankan bisnisnya selama beberapa tahun terakhir, dengan cara mengganti CEO beberapa kali hingga mengubah strategi.

Intel bahkan kehilangan dominasinya di belakang Nvidia dan AMD di pasar PC, di mana penjualan dan margin keuntungannya terus merosot.

Hadirnya Nvidia di pihak Intel kali ini, diyakini dapat memulihkan perusahaan, khususnya di tengah tren AI.

Tag:  #nvidia #resmi #miliki #sebagian #saham #intel

KOMENTAR