AI Cetak Sejarah Kemenangan Tak Terlupakan 28 Tahun Lalu
Ilustrasi AI Deep Blue mengalahkan Garry Kasparov dalam pertandingan catur pada 11 Mei 1997.(Freepik)
10:09
27 Desember 2025

AI Cetak Sejarah Kemenangan Tak Terlupakan 28 Tahun Lalu

Ringkasan Berita: 

  • Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mencatat tonggak bersejarah pada 11 Mei 1997, ketika komputer Deep Blue buatan IBM berhasil mengalahkan grandmaster legendaris Garry Kasparov dalam pertandingan catur resmi. Kemenangan ini kerap dipandang sebagai simbol keberhasilan mesin menyaingi kecerdasan manusia dan menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah teknologi.
  • Pertandingan Kasparov melawan Deep Blue berlangsung dalam dua periode, yakni 1996 dan 1997, dengan format enam babak. Pada pertemuan pertama, Kasparov masih unggul dengan skor 4–2. Namun, pada pertandingan ulang Mei 1997, Deep Blue berhasil membalikkan keadaan dan menang tipis 3,5–2,5, dengan babak keenam menjadi penentu kekalahan sang “raja catur dunia”. Momen tersebut dikenang sebagai pertama kalinya AI mengalahkan grandmaster catur dalam laga resmi.
  • Meski dianggap monumental, tidak semua pakar menilai kemenangan Deep Blue sebagai terobosan mendadak AI. Profesor ilmu komputer Stuart Russell menyebut kemenangan tersebut merupakan hasil akumulasi riset panjang sejak 1950-an, seiring peningkatan algoritma catur dan kemajuan perangkat keras komputer. Dengan demikian, keberhasilan Deep Blue lebih mencerminkan kematangan riset jangka panjang ketimbang lonjakan kecerdasan buatan secara tiba-tiba.

- Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kerap diukur dari kemampuannya menyaingi, bahkan mengungguli, kecerdasan manusia.

Salah satu tonggak paling bersejarah dalam perjalanan AI terjadi 28 tahun lalu, tepatnya pada 11 Mei 1997. Pada momen tersebut, untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah sistem AI berhasil mengalahkan manusia terbaik di bidangnya dalam pertandingan catur resmi.

Peristiwa monumental itu terjadi saat komputer Deep Blue, yang dikembangkan oleh IBM, menundukkan grandmaster legendaris Garry Kasparov.

Kasparov, yang kala itu dikenal sebagai “raja catur dunia”, menjadi simbol kecerdasan manusia dalam duel yang kerap dinarasikan sebagai pertarungan manusia melawan mesin, sebuah kemenangan AI yang hingga kini terus dikenang sebagai titik balik sejarah teknologi.

Lantas, bagaimana Deep Blue bekerja hingga mampu menaklukkan Kasparov, seberapa dominan posisi sang grandmaster sebelum laga tersebut, dan mengapa kemenangan ini dipandang sebagai titik balik besar dalam sejarah kecerdasan buatan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Kekalahan Kasparov dari Deep Blue

Pertandingan catur antara Garry Kasparov dan Deep Blue berlangsung dalam dua periode, yakni pada 1996 dan 1997, dengan format pertandingan resmi enam babak layaknya turnamen catur standar.

Dalam laga ini, Kasparov tidak berhadapan langsung dengan komputer, melainkan bermain di papan catur fisik melawan tim Deep Blue yang menjalankan langkah-langkah hasil perhitungan komputer.

Pada periode pertama yang digelar Februari 1996, Kasparov sempat kalah di babak pembuka, namun berhasil bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan 4–2.

Namun situasinya berbalik pada pertandingan ulang periode kedua pada Mei 1997. Meski Kasparov memenangi babak pertama, Deep Blue mampu menyamakan kedudukan dan memaksa hasil imbang di beberapa babak berikutnya.

Pada babak keenam yang menjadi penentuan, Kasparov harus mengakui keunggulan Deep Blue dengan skor akhir 3,5–2,5. Kekalahan ini kemudian dikenang sebagai momen pertama AI mengalahkan grandmaster catur legendaris dalam pertandingan resmi.

Pengembangan IBM Deep Blue

Keberhasilan Deep Blue bukanlah hasil instan. Fondasi algoritma permainan catur komputer telah diletakkan sejak 1950 oleh Claude Shannon.

Upaya ini berlanjut pada 1950–1960-an melalui berbagai program catur komputer yang dikembangkan di lingkungan akademik dan industri, termasuk oleh IBM dan MIT.

Perkembangan signifikan terjadi pada 1980-an, ketika Feng-hsiung Hsu mengembangkan mesin catur ChipTest dan kemudian Deep Thought bersama Murray Campbell.

Proyek ini akhirnya berlanjut di IBM Research dan melibatkan sejumlah ilmuwan komputer hingga lahirlah Deep Blue. Setelah kalah dari Kasparov pada 1996, Deep Blue terus ditingkatkan selama satu tahun sebelum akhirnya menang pada 1997.

Usai kemenangan tersebut, Deep Blue dipensiunkan dan kini disimpan di Museum Smithsonian, Washington DC.

Benarkah kemenangan Deep Blue terobosan besar AI?

Meski kemenangan Deep Blue kerap dipandang sebagai tonggak besar kecerdasan buatan, tidak semua pakar sepakat dengan penilaian tersebut.

Profesor ilmu komputer Stuart Russell menilai bahwa kemenangan Deep Blue bukanlah terobosan mendadak dalam riset AI, melainkan kelanjutan dari tren panjang perkembangan program catur selama beberapa dekade.

Dalam bukunya Human Compatible: Artificial Intelligence and the Problem of Control, Russell menjelaskan bahwa kemampuan program catur meningkat secara konsisten sejak 1960-an, seiring kemajuan perangkat keras komputer.

Bahkan, berdasarkan risetnya, peningkatan tersebut sudah memprediksi bahwa komputer akan mampu mengalahkan Kasparov pada akhir 1990-an.

Dengan kata lain, momen Deep Blue menang pada 1997 lebih tepat dipahami sebagai hasil akumulasi riset jangka panjang, bukan lonjakan kecerdasan AI yang tiba-tiba.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #cetak #sejarah #kemenangan #terlupakan #tahun #lalu

KOMENTAR