AS Ungkap Dugaan Praktik Curang Industri Chip China
Ringkasan:
- AS berencana menaikkan tarif impor semikonduktor China mulai Juni 2027, khususnya untuk chip berteknologi lama, menyusul temuan praktik perdagangan tidak adil oleh industri semikonduktor China.
- Tarif baru ini terpisah dari kebijakan tarif era Trump dan Biden, dengan besaran tarif belum ditentukan, namun hingga 23 Juni 2027 bea masuk chip China masih nol persen.
- Kebijakan tarif semikonduktor AS-China dipandang sebagai sinyal strategi dagang baru, berpotensi menjadi alat negosiasi di tengah upaya meredakan ketegangan perdagangan kedua negara.
- Pemerintah Amerika Serikat berencana menaikkan tarif impor semikonduktor China pada Juni 2027 mendatang. Rencana ini terungkap dalam dokumen Federal Register yang diajukan oleh Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) pada Selasa (23/12/2025) waktu AS.
Menurut USTR, kebijakan ini menargetkan chip berteknologi lama buatan China. Namun besaran tarifnya belum ditentukan dan akan ditetapkan setidaknya satu bulan sebelum aturan itu berlaku pada 2027.
Hingga aturan tersebut efektif pada 23 Juni 2027, tarif impornya masih nol persen.
Kebijakan itu dicanangkan menyusul hasil investigasi USTR yang menyimpulkan bahwa China terlibat dalam praktik perdagangan tidak adil di industri semikonduktor.
Investigasi ini dimulai sekitar setahun lalu. AS menilai ekspansi industri semikonduktor China yang didukung negara, menekan harga pasar global dan merugikan produsen dalam negeri, sehingga membebani perdagangan AS.
"Selama beberapa dekade, China telah menargetkan industri semikonduktor untuk mendominasi pasar, dan menerapkan kebijakan serta praktik non-pasar yang semakin agresif dan luas demi mengejar dominasi sektor tersebut," kata USTR dalam dokumen Federal Register.
Praktik non-pasar yang dimaksud merujuk pada kondisi ekonomi di mana pemerintah melakukan intervensi dominan, seperti pemberian subsidi besar-besaran, alih-alih membiarkan mekanisme pasar bebas bekerja secara alami.
Hal ini dinilai AS membuat harga produk China murah secara tidak wajar dan mematikan persaingan sehat.
Adapun kebijakan peningkatan tarif dari USTR ini merupakan kelanjutan dari proses peninjauan AS terhadap chip generasi lama China yang dimulai pada era pemerintahan Presiden Joe Biden, sebagaimana Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan AS.
Dalam konteks itu, penetapan jadwal baru dinilai penting bagi pelaku industri.
Penetapan jadwal baru memberi kepastian bagi perusahaan-perusahaan AS yang selama ini mencermati dampak tarif terhadap bisnis dan rantai pasokan mereka.
USTR menegaskan bahwa tarif ini terpisah dari bea masuk lain yang sebelumnya dicanangkan pemerintahan Donald Trump terhadap impor chip asal China berdasarkan Pasal 232, yang berkaitan dengan isu keamanan nasional.
Walaupun, tarif yang didasarkan pada pasal tersebut pun belum ditetapkan dan kemungkinan tidak ditetapkan dalam waktu dekat.
Sebagai informasi, saat ini semikonduktor asal China sudah dikenai tarif tinggi oleh AS. Salah satunya bea masuk 50 persen yang ditetapkan oleh pemerintahan Biden dan berlaku per 1 Januari 2025.
Dikutip KompasTekno dari CNBC, penerapan tarif baru pada tahun 2027 dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintahan Trump berupaya meredakan ketegangan perdagangan antara AS dan China.
Di sisi lain, tarif tambahan juga berpotensi menjadi alat tawar-menawar apabila pembicaraan dagang kedua negara kembali menemui jalan buntu.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai gencatan senjata dalam konflik dagang pada Oktober 2025 lalu. Kesepakatan tersebut mencakup pemangkasan sebagian tarif oleh AS serta pelonggaran ekspor logam tanah jarang oleh China.
Tag: #ungkap #dugaan #praktik #curang #industri #chip #china