Musuh Jadi Mitra, Nvidia Jajaki Kesepakatan Besar dengan Pesaingnya
Kantor pusat Nvidia di Santa Clara, California, Amerika Serikat.(Nvidia Newsroom.)
13:06
25 Desember 2025

Musuh Jadi Mitra, Nvidia Jajaki Kesepakatan Besar dengan Pesaingnya

Ringkasan berita:

  • Nvidia menjajaki kesepakatan senilai 20 miliar dollar AS dengan Groq untuk membeli aset, melisensikan teknologi inferensi berlatensi rendah, serta merekrut talenta inti Groq. Kesepakatan ini bukan akuisisi penuh, melainkan integrasi teknologi Groq ke arsitektur pabrik AI Nvidia guna memperkuat komputasi AI real-time.
  • Groq tetap beroperasi sebagai perusahaan independen, termasuk layanan GroqCloud yang berjalan terpisah. Meski begitu, transaksi ini menjadi pembelian aset terbesar Nvidia sepanjang sejarah, melampaui akuisisi Mellanox, sekaligus menegaskan langkah agresif Nvidia dalam memperluas ekosistem AI global.

- Nvidia disebut tengah menjajaki kesepakatan besar dengan startup pesaingnya dalam industri chip AI, Groq. Groq adalah penantang Nvidia paling serius meski melayani segmen pasar yang berbeda.

Kesepakatan antara Nvidia dan Groq konon mencapai angka 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 334 triliun).

Dalam sebuah e-mail kepada karyawan, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan bahwa  kesepakatan ini bukanlah mengambil alih perusahaan atau akuisisi, melainkan hanya membeli aset dan lisensi teknologi serta perekrutan talenta dari Groq.

Huang juga menyatakan bahwa dalam kesepakatan ini, perusahaan berencana untuk mengintegrasikan prosesor berlatensi rendah buatan Groq ke dalam arsitektur pabrik AI Nvidia AI.

"Kami berencana untuk mengintegrasikan prosesor latensi rendah Groq ke dalam arsitektur pabrik AI Nvidia, memperluas platform untuk melayani berbagai macam beban kerja inference dan AI real-time," kata Huang dikutip KompasTekno dari CNBC.

Menurut Huang, dengan akuisisi ini, kemampuan Nvidia di ranah komputasi AI real-time akan semakin bertambah karena perusahaan tidak hanya memperoleh teknologinya, tetapi juga merekrut talenta yang mengembangkannya.

"Meskipun kami menambah karyawan berbakat ke jajaran kami dan melisensikan kekayaan intelektual Groq, kami tidak mengakuisisi Groq sebagai sebuah perusahaan," kata Huang.

Pernyataan ini juga dibenarkan oleh pihak Groq. Melalui sebuah unggahan di blog resmi Groq, perusahaan menyatakan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian lisensi non-eksklusif dengan Nvidia untuk teknologi inferensi (inference) Groq.

Selain itu, sebagai bagian dari perjanjian ini, seperti disebutkan di atas, sejumlah talenta inti Groq akan bergabung ke Nvidia untuk membantu memperluas dan mengembangkan teknologi yang diakuisisi.

Adapun para talenta yang ikut bergabung antara lain pendiri sekaligus CEO Groq Jonathan Ross, presiden Groq Sunny Madra, serta sejumlah pimpinan senior Groq lain.

Bukan akuisisi penuh

Seperti disinggung sebelumnya, perjanjian lisensi antara Groq dan Nvidia tidak membuat perusahaan berpindah kepemilikan secara keseluruhan.

Groq disebut akan tetap beroperasi sebagai perusahaan independen, tetapi aset teknologi dan lisensi kunci perusahaannya kini berada di bawah Nvidia.

Alex Davis, CEO Disruptive sekaligus salah satu investor utama Groq, mengatakan bahwa kesepakatan ini mencakup pembelian seluruh aset Groq oleh Nvidia, kecuali unit layanan GroqCloud yang akan tetap berjalan terpisah.

"GroqCloud akan terus beroperasi tanpa gangguan," ujar David.

Kesepakatan terbesar Nvidia

Dengan nilai transaksi mencapai 20 miliar dollar AS, kesepakatan pembelian lisensi Groq menjadi akuisisi aset terbesar yang pernah dilakukan Nvidia selama ini.

Nilai akuisisi tersebut bahkan tercatat melampaui pembelian perusahaan perancang chip asal Israel, Mellanox, pada 2019 lalu yang bernilai hampir 7 miliar dollar AS. 

Pembelian aset Groq juga melanjutkan langkah agresif Nvidia dalam memperkuat ekosistem AI perusahaan mereka.

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir Nvidia banyak berinvestasi, merekrut, dan melisensikan teknologi dari sejumlah perusahaan berbasis AI, termasuk Enfabrica, CoreWeave, Cohere, dan Crusoe.

Tag:  #musuh #jadi #mitra #nvidia #jajaki #kesepakatan #besar #dengan #pesaingnya

KOMENTAR