Perang Saudara Terlahir Kembali: Hariyanto Arbi vs Ardy B Wiranata di Final All England 1994, Kini Sejarah Terulang Kembali
Hariyanto Arbi. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
14:42
17 Maret 2024

Perang Saudara Terlahir Kembali: Hariyanto Arbi vs Ardy B Wiranata di Final All England 1994, Kini Sejarah Terulang Kembali

— 30 tahun yang lalu, dalam arena yang sama, All England 1994 menjadi saksi pertarungan epik antara dua legenda bulu tangkis Indonesia: Hariyanto Arbi dan Ardy B Wiranata.

Mereka bukan hanya sekadar atlet, melainkan ikon-ikon dari sebuah era yang mengukir sejarah bagi bulu tangkis Indonesia. Kembali ke tahun ini, sorotan kembali terarah pada persaingan membara, kali ini antara Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, dua nama besar yang menghadirkan kembali kisah 'All Indonesian Final' yang telah lama menghilang dari panggung All England.

Rivalitas antara Hariyanto Arbi dan Ardy Wiranata telah membentuk sejarah tersendiri dalam dunia bulu tangkis. Keduanya berasal dari klub yang sama, PB Djarum, dan menorehkan prestasi gemilang di berbagai turnamen internasional pada era 1990-an.

Namun, seiring dengan persaingan di lapangan, persahabatan erat juga terjalin di antara keduanya, sebuah hubungan yang bertahan hingga kini. All England 1994 menjadi panggung bagi 'perang saudara' yang dipenuhi emosi, di mana Hariyanto Arbi keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 15-12 dan 17-14.

Namun, kisah mereka tidak hanya terhenti di All England. Hariyanto Arbi, dengan julukan "Smash 100 Watt", juga menorehkan namanya sebagai salah satu raja Piala Thomas dari Indonesia. Kepribadiannya yang tenang di luar lapangan berubah menjadi ganas saat bermain, membawa Indonesia meraih gelar juara pada edisi Piala Thomas 1994, 1996, 1998, dan 2000. Bersama dengan nama-nama legendaris lainnya seperti Rudy Hartono, Christian Hadinata, Rexy Mainaky, dan Ricky Subagja, Hariyanto Arbi menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah bulu tangkis Indonesia.

Tak hanya itu, kesuksesan Hariyanto Arbi juga terlihat pada semifinal All England 1994, di mana dia berhasil mengalahkan rekan satu timnya, Alan Budikusuma, dengan skor yang cukup meyakinkan, 15-5 dan 15-7. Kemenangan ini mengantar Indonesia ke dalam final yang mempertemukan dua putra terbaiknya, menciptakan All Indonesian Final yang langka terjadi. Persaingan di antara para pemain Indonesia menjadi bukti keunggulan bulu tangkis Tanah Air pada masa itu.

Namun, setelah periode gemilang tersebut, Indonesia mengalami paceklik dalam meraih gelar juara All England. Selama 30 tahun, tidak ada wakil tunggal putra Indonesia yang mampu menyabet gelar juara di turnamen bergengsi tersebut. Hingga akhirnya, pada tahun 2024, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie muncul sebagai harapan baru bagi Indonesia. Kehadiran mereka dalam final All England 2024 membawa kembali kenangan akan All Indonesian Final yang legendaris.

Tiga dekade sejak 'perang saudara' antara Hariyanto Arbi dan Ardy Wiranata, All England 2024 kembali menghadirkan sorotan pada persaingan antara dua putra bangsa. Meskipun bukan lagi Hariyanto Arbi dan Ardy Wiranata yang berlaga, namun semangat dan gairah mereka terus hidup dalam setiap pukulan raket yang dilancarkan oleh Ginting dan Jonatan. Pertarungan mereka bukan hanya sekadar mengadu keterampilan teknis, melainkan juga menghadirkan cerminan dari semangat juang dan kebanggaan akan bangsa.

Final All England 2024 antara Ginting dan Jonatan diharapkan menjadi babak baru dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Kedua pemain tersebut telah membuktikan kemampuan mereka di panggung internasional dan siap untuk menorehkan namanya di puncak kesuksesan. Kemenangan bukan hanya bagi mereka pribadi, melainkan juga bagi bangsa dan negara Indonesia secara keseluruhan. Dengan semangat yang membara, Indonesia menatap masa depan yang penuh harapan dalam dunia bulu tangkis.

All Indonesian Final pada All England 1994 telah mengukir sejarah yang tak terlupakan bagi bulu tangkis Indonesia. Kini, pada 2024, sejarah tersebut kembali berulang dengan kehadiran Ginting dan Jonatan di final. Meskipun perjalanan mereka mungkin berbeda dengan legenda-legenda sebelumnya, namun semangat untuk meraih kemenangan dan kebanggaan bagi bangsa tetap menjadi fokus utama. Dengan demikian, All England 2024 menjadi bukti bahwa legenda selalu hidup dalam setiap langkah perjuangan para pemain bulu tangkis Indonesia.

Editor: Edi Yulianto

Tag:  #perang #saudara #terlahir #kembali #hariyanto #arbi #ardy #wiranata #final #england #1994 #kini #sejarah #terulang #kembali

KOMENTAR