



PBSI Prioritaskan 3 Nomor demi Jaga Tradisi Medali di Olimpiade Paris 2024, Motivasi bagi Ginting Cs
Tiga nomor tersebut diharapkan bisa menjaga tradisi medali badminton Indonesia di ajang Olimpiade.
Hal tersebut dikatakan langsung oleh Muhammad Fadil Imran selaku Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PBSI.
"Ada nomor yang kami prioritaskan untuk mendapatkan medali, ada tunggal putra, ganda putra, ganda putri," kata Fadil, dikutip dari djarumbadminton.com.
Ya, cabor badminton memang bisa dikatakan menjadi lumbung medali bagi Indonesia di Olimpiade.
Dalam beberapa edisi, beberapa pebulu tangkis Indonesia mampu meraih medali di pesta olahraga dunia empat tahunan tersebut.
Tak hanya perak dan perunggu, sejumlah pebulu tangkis Indonesia juga pernah mencatatkan namanya sebagai peraih medali emas Olimpiade.
Terakhir, medali emas disumbang oleh ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu usai menjuarai Olimpiade 2020 Tokyo.

Tentu, apa yang dikatakan Fadil diharapkan bisa memotivasi Ginting dan kolega, bukan malah menjadi beban.
Apalagi, saat ini fase kualifikasi juga masih bergulir dan baru akan selesai pada 28 April mendatang.
Adapun sejauh ini, wakil Indonesia yang menempati zona aman hanya berjumlah lima.
Yakni Ginting, Jojo, Gregoria, Fajar/Rian, dan Apriyani/Fadia.
Selebihnya, para pemain lainnya seperti Bagas/Fikri masih akan berjuang di sisa turnamen yang ada sampai fase kualifikasi berakhir.
Bagi siapapun yang tampil di Olimpiade Paris 2024, Fadil lantas berpesan agar pemain mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Sebenarnya bermain ngotot itu bukan berarti tegang ya, harus enjoy, enjoy the game, karena kalau begitu dia enjoy semua permainan asli bisa lepas," sambung Fadil.
Daftar Prestasi Badminton Indonesia di Olimpiade dari Masa ke Masa
-
Olimpiade Barcelona 1992
Emas:
Susy Susanti (Tunggal Putri)
Alan Budikusuma (Tunggal Putra)
Perak:
Ardy Wiranata (Tunggal Putra)
Eddy Hartono/Rudy Gunawan (Ganda Putra)
Perunggu:
Hermawan Susanto (Tunggal Putra)
-
Olimpiade Atlanta 1996
Emas:
Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Ganda Putra)
Perak:
Mia Audina (Tunggal Putri)
Perunggu:
Antonius Ariantho/Denny Kantono (Ganda Putra),
Susy Susanti (Tunggal Putri)
-
Olimpiade Sydney 2000
Emas:
Candra Wijaya/Tony Gunawan (Ganda Putra)
Perak:
Tri Kusharjanto/Minarti Timur (Ganda Campuran)
Hendrawan (Tunggal Putra)
-
Olimpiade Athena 2004
Emas:
Taufik Hidayat (Tunggal Putra)
Perunggu:
Eng Hian/Flandy Limpele (Ganda Putra)
Sony Dwi Kuncoro (Tunggal Putra)
-
Olimpiade Beijing 2008
Emas:
Markis Kido/Hendra Setiawan (Ganda Putra)
Perak:
Liliyana Natsir/Nova Widianto (Ganda Campuran)
Perunggu:
Maria Kristin Yulianti (Tunggal Putri)
-
Olimpiade Rio de Janeiro 2016
Emas:
Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad (Ganda Campuran)
-
Olimpiade Tokyo 2020
Emas:
Greysia Polii Dan Apriani Rahayu (Ganda putri)
Perunggu:
Anthony Sinisuka Ginting (Tunggal putra)
(Tribunnews.com/Isnaini)
Tag: #pbsi #prioritaskan #nomor #demi #jaga #tradisi #medali #olimpiade #paris #2024 #motivasi #bagi #ginting