Dana Keamanan Piala Dunia 2026 Belum Cair, Kota Tuan Rumah AS Khawatir Persiapan Terganggu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat penghargaan trofi perdamaian dari FIFA atau FIFA Peace Prize di tengah-tengah acara undian Piala Dunia 2026. Final Draw atau undian Piala Dunia 2026 digelar di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, D.C. pada Jumat (5/12/2025) pukul 12.00 Eastern Time atau tengah malam WIB.(FIFA)
13:59
27 Februari 2026

Dana Keamanan Piala Dunia 2026 Belum Cair, Kota Tuan Rumah AS Khawatir Persiapan Terganggu

- Kota-kota tuan rumah Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat masih menunggu kepastian pencairan dana keamanan federal senilai 625 juta dollar AS atau sekitar 10,5 triliun rupiah, meski turnamen tinggal sekitar 100 hari lagi.

Ketidakjelasan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat lokal karena dana raksasa tersebut dinilai krusial untuk memastikan kesiapan keamanan salah satu ajang olahraga terbesar dalam sejarah.

Dalam pertemuan terbaru dengan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026 yang dipimpin Andrew Giuliani, perwakilan kota tuan rumah meminta kepastian terkait pencairan hibah keamanan yang telah lama dijanjikan.

Namun, menurut sejumlah pihak yang mengetahui pembicaraan tersebut, mereka hanya mendapat penjelasan bahwa terjadi “penundaan administratif” tanpa kejelasan waktu pencairan.

Baca juga: Kesaksian Warga Asing Saat Kerusuhan Kartel Pecah di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026

Tantangan Keamanan Jelang Turnamen

Kondisi ini terjadi di tengah penutupan sebagian pemerintahan federal (partial government shutdown) serta perlambatan penyaluran dana kepada Federal Emergency Management Agency (FEMA), yang memperumit tantangan keamanan menjelang turnamen.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan FEMA tanpa dana sejak 13 Februari ini.

Dalam surat kepada Gugus Tugas Gedung Putih, Komite Tuan Rumah Piala Dunia 2026 menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan administratif terkait distribusi dana tersebut.

Presiden AS Donald Trump, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menggelar pertemuan dengan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia FIFA 2026 di Ruang Oval Gedung Putih di Washington DC pada 17 November 2025. Dalam kesempatan tersebut, Donald Trump meluncurkan FIFA PASS yang akan mempermudah proses pengajuan visa bagi penonton Piala Dunia 2026.BRENDAN SMIALOWSKI/AFP Presiden AS Donald Trump, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menggelar pertemuan dengan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia FIFA 2026 di Ruang Oval Gedung Putih di Washington DC pada 17 November 2025. Dalam kesempatan tersebut, Donald Trump meluncurkan FIFA PASS yang akan mempermudah proses pengajuan visa bagi penonton Piala Dunia 2026.

“Dengan hanya 106 hari sebelum kompetisi dimulai, kami ingin menegaskan pentingnya finalisasi dan penyelesaian kekhawatiran administratif terkait distribusi hibah keamanan Piala Dunia FIFA,” tulis mereka.

Komite ini juga menyebut dana tersebut sebagai elemen penting untuk menghadirkan turnamen yang aman dan sukses.

Baca juga: El Mencho Tewas, Persiapan Meksiko Untuk Piala Dunia 2026 Tak Berhenti

Hambatan Kontrak dan Pengadaan

Kongres AS sebelumnya telah menyetujui alokasi dana keamanan sebesar 625 juta dollar AS dalam undang-undang anggaran tahun lalu.

Komite tuan rumah menyatakan telah mengajukan aplikasi sesuai tenggat Desember, dengan target pengumuman penerima dana paling lambat 30 Januari.

Namun, tenggat tersebut telah lewat hampir sebulan tanpa kepastian resmi terkait status pendanaan tersebut.

Pejabat komite tuan rumah menyatakan bahwa dana tersebut dibutuhkan segera untuk memenuhi persyaratan pengadaan dan pembelian peralatan keamanan sebelum pertandingan dimulai.

“Kami harus mulai membuat komitmen sekarang untuk menandatangani kontrak, mengirim permintaan proposal, hingga memproses pesanan,” kata salah satu eksekutif komite tuan rumah.

Ia menambahkan, tanpa konfirmasi pencairan dana, proses tersebut sulit dilakukan.

Baca juga: Neymar Pikirkan Pensiun Akhir Tahun, Bidik Piala Dunia 2026

Kekhawatiran di Kongres dan Dampak Shutdown

Isu ini mencuat dalam sidang House Homeland Security Committee, ketika pejabat lokal memperingatkan potensi gangguan serius pada koordinasi keamanan.

Chief Operating Officer Miami Host Committee, Ray Martinez, mengatakan bahwa keterlambatan dana bisa berdampak besar terhadap perencanaan.

“Tanpa menerima dana ini, hal tersebut bisa menjadi bencana bagi perencanaan dan koordinasi kami,” ujarnya.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyatakan bahwa FEMA telah berada pada tahap akhir peninjauan aplikasi ketika shutdown terjadi.

Situasi tersebut membuat sebagian staf FEMA harus menjalani cuti administratif.

Noem menyebut penutupan sebagian pemerintah federal sebagai penyebab utama keterlambatan pencairan dana.

"Semakin lama pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri terhenti, kesiapan menghadapi ancaman selama Piala Dunia dan perayaan America 250 dapat terganggu," tuturnya menambahkan.

Tag:  #dana #keamanan #piala #dunia #2026 #belum #cair #kota #tuan #rumah #khawatir #persiapan #terganggu

KOMENTAR