Dampak Hasil Inter Milan Terhadap Ranking Serie A di Koefisien UEFA
- Kekalahan Inter Milan dari Bodo/Glimt membahayakan koefisien Liga Italia untuk Liga Champions musim depan.
Inter Milan sang finalis Liga Champions musim lalu terdepak di babak playoff usai kalah dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dengan agregat 2-5 setelah laga leg kedua usai dimainkan pada Rabu (25/2/2026) dini hari WIB.
Italia kini hanya duduk di peringkat kelima koefisien UEFA untuk musim ini dengan jarak ke Bundesliga (Jerman) yang duduk di peringkat kedua meningkat jadi 1.357 poin dari sebelumnya 1000 poin.
Tim-tim Italia mencatatkan 16.071 poin sementara Jerman 17.214 poin.
Serie A punya empat tim yang bermain di Liga Champions musim ini: Napoli, Inter Milan, Atalanta dan Juventus.
Baca juga: Bodo/Glimt Bungkam San Siro, Barella: Mereka Lebih Baik dari Inter Milan
Sementara, Roma dan Bologna (sebagai juara Coppa Italia) bermain di Liga Europa. Fiorentina berpetualang di Conference League.
Napoli telah gugur dari Liga Champions di fase liga dan kini mereka disusul oleh Inter Milan.
Nasib Serie A di kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa kini di tangan Atalanta dan Juventus yang kudu menempuh jalan terjal untuk lolos ke babak berikut.
Atalanta tengah tertinggal 0-2 dari Dortmund dan Juventus harus mengejar defisit 2-5 dari Galatasaray di babak playoff.
Gelandang Juventus, Manuel Locatelli, bereaksi pada laga leg pertama play-off babak knockout Liga Champions UEFA antara Galatasaray SK dan Juventus FC di Rams Park, Istanbul, pada 17 Februari 2026.
Di Europa League, Bologna unggul 1-0 dari tim Norwegia, Brann, di babak playoff sementara Roma telah memastikan tempat di babak 16 besar usai finish di peringkat kedelapan.
Fiorentina memegang keunggulan 3-0 atas wakil Polandia, Jagiellonia Baylstok, di Conference League.
Italia Sempat Peringkat 1 Koefisien UEFA
Ranking nasional UEFA musim lalu menempatkan Inggris (29.464) dan Spanyol (23.892)sebagai dua terbesar.
Sementara, Italia dan Jerman ada di peringkat 1-2 pada 2023-2024. Ketika itu, Italia mempunyai 21.000 poin.
Poin diberikan berdasarkan berbagai kriteria: hasil pertandingan setiap tim, bonus partisipasi Liga Champions, bonus untuk posisi akhir di grup, dan bonus untuk lolos melalui berbagai tahapan turnamen.
Baca juga: Kritik Fabio Capello Untuk Inter Milan Usai Dipermalukan Bodo/Glimt 1-2
Skor setiap negara diberi bobot: skor tersebut sebenarnya tidak hanya diberikan oleh jumlah poin yang diperoleh, tetapi dengan membagi total poin yang diperoleh dengan jumlah klub negara bersangkutan.
Misalnya, Inggris mengumpulkan 36.000 poin dari sembilan timnya di piala? 36.000 dibagi 9 = 4.000 poin peringkat).
Alhasil, kans Italia untuk mendapatkan 2 tiket tambahan ke Liga Champions musim depan akan tampak sangat berat.
Pendapat Capello Soal Sepak Bola Italia
Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, berbicara tentang sepak bola Italia setelah Inter tersingkir.
"Sepak bola Italia bermain pelan, tak ada yang bisa kita lakukan soal itu," ujarnya seperti dikutip dari Sky Italia.
"Mereka bermain pelan menghadapi tim yang senanstiasa berlari dan pressing."
"Kami tak terbiasa bermain agresif karena Anda akan dihentikan secara langsung apabila bermain seperti itu di Liga domestik."
"Kami bermain lamban sehingg amenjadi sulit seperti yang terjadi ke Inter ketika merek ingin menciptakan bahaya."
Tag: #dampak #hasil #inter #milan #terhadap #ranking #serie #koefisien #uefa