Harapan Francisco Rivera untuk Meksiko yang Dihantam Kerusuhan Kartel
- Sebelum namanya dikenal di Liga Indonesia sebagai pemain Persebaya Surabaya di Super League 2025-2026, Francisco Rivera tumbuh di Meksiko dengan kecintaan pada sepak bola dan kehidupan sosial yang kaya warna.
Namun belakangan ini, tanah kelahirannya justru ramai menjadi sorotan dunia karena gelombang kekerasan menjelang perhelatan terbesar sepak bola Piala Dunia 2026.
"Ya, ini menyedihkan bagi seluruh Indonesia, seluruh dunia tahu tentang Meksiko karena alasan ini," kata mantan pemain terbaik Liga 1 2023-2024.
Baca juga: Kartel Meksiko Membara, Piala Dunia dalam Bahaya
Seperti diketahui, kurang dari empat bulan sebelum Piala Dunia 2026 digelar bersama Kanada dan Amerika Serikat, Meksiko kembali diselimuti konflik.
Sorotan Global di Tengah Persiapan Piala Dunia
Kematian Nemesio Ruben Oseguera Cervantes yang dikenal sebagai “El Mencho”, bos kelompok kartel Jalisco New Generation (CJNG) memicu gelombang kerusuhan di berbagai negara bagian.
Sejumlah media internasional menggambarkan suasana mencekam seperti kendaraan dibakar, jalan raya diblokade, dan warga berlari menyelamatkan diri dari kawasan dekat Stadion Estadio Akron di Guadalajara.
Baca juga: FIFA Bisa Batalkan Guadalajara Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Imbas Konflik Kartel
Dampaknya tak hanya di jalanan, beberapa kompetisi domestik ditunda, termasuk derbi liga putri antara Guadalajara dan Club America.
Laga-laga Liga MX dan kompetisi divisi kedua juga dihentikan sementara.
Kekhawatiran Publik dan Respons Pemerintah
Rekaman suasana kacau yang tersebar di media sosial membuat keraguan publik semakin kuat.
Tidak sedikit penggemar sepak bola yang menyerukan agar pertandingan Piala Dunia dipindahkan ke Amerika Serikat atau Kanada demi alasan keamanan.
Namun, pejabat Meksiko menegaskan persiapan terus berjalan. Keamanan diperketat melalui pengerahan tentara dan Garda Nasional.
Pengawasan meningkat serta ada koordinasi dengan negara-negara sahabat. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, berulang kali meminta masyarakat tetap tenang.
Papan hitung mundur Piala Dunia 2026 dipasang di depan Gereja Katedral Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Senin (23/2/2026). Gelaran Piala Dunia tinggal menghitung bulan, tetapi kondisi Meksiko ricuh dilanda pertempuran kartel melawan aparat.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat dan Kanada mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya yang berada di Meksiko menjelang turnamen.
Namun hingga kini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait situasi ini.
"Saya harap mereka dapat memperbaikinya dengan cepat karena mereka takut, keluarga mereka, negara lain juga takut sesuatu yang lebih buruk akan terjadi," kata Francisco Rivera.
Harapan dari Surabaya
Meksiko bukanlah negara asing dalam sejarah Piala Dunia. Negara tersebut telah dua kali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1970 dan 1986.
Penyelenggaraan turnamen sepak bola akbar sejagat pada 2026 ini diharapkan menjadi babak kebanggaan selanjutnya bagi Meksiko.
Tetapi, sebelum sorak-sorai stadion menggema, negeri ini diuji oleh tantangan besar.
Situasi ini tidak hanya mencerminkan dinamika sosial-politik di Meksiko, tetapi juga menunjukkan kompleksitas peran negara di panggung dunia.
Menjelang pesta olahraga terbesar, Meksiko dihadapkan pada dilema menjaga keamanan tanpa kehilangan identitas nasionalnya.
Baca juga: Bos Kartel Meksiko Tewas, Kota Tuan Rumah Piala Dunia Ricuh, Laga Sepak Bola Ditunda
Kini di tengah semua itu, harapan Rivera sederhana namun kuat agar dunia tidak hanya melihat Meksiko dari sisi konflik.
Bagi pesepak bola yang memulai karier sepak bola di Indonesia bersama Madura United itu, Meksiko tetaplah tempat penuh budaya, keluarga, dan potensi besar.
Ia ingin dunia mengenal negaranya bukan hanya karena berita kekerasan, tetapi karena nilai-nilai yang lebih luas.
"Meksiko memiliki banyak hal baik. Dan saya tidak ingin orang-orang hanya tahu Meksiko soal mafia saja, padahal Meksiko jauh lebih baik dari itu," kata pemain bernomor punggung 7 itu.
"Jadi, saya harap mereka segera pulih,” pungkasnya.
Tag: #harapan #francisco #rivera #untuk #meksiko #yang #dihantam #kerusuhan #kartel