Media Italia Puji Sikap Emil Audero Usai Jadi Korban Lemparan Petasan
Kiper Cremonese dan Timnas Indonesia, Emil Audero, mengalami cedera setelah ledakan suar di lapangan pada laga Serie A Italia antara US Cremonese dan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini di Cremona, Italia utara, pada 1 Februari 2026.(AFP/PIERO CRUCIATTI)
17:38
2 Februari 2026

Media Italia Puji Sikap Emil Audero Usai Jadi Korban Lemparan Petasan

- Reaksi Emil Audero dipuji setelah dirinya jadi korban pelemparan petasan dalam laga Cremonese vs Inter.

Insiden pelemparan petasan ke arah Emil Audero menjadi sorotan serius setelah aksi tersebut menyebabkan laga Cremonese vs Inter di Stadion Giovanni Zini, Minggu (2/2/2026) sempat dihentikan.

Dalam laga tersebut Inter Milan menang 2-0 berkat gol Lautaro Martinez (16') dan Piotr Zielinski (31').

Raihan kemenangan tersebut sedikit tercoreng oleh aksi lemparan petasan dari sektor pendukung Inter yang meledak di dekat area gawang Cremonese pada awal babak kedua.

Ledakan keras itu memunculkan asap tebal dan membuat kiper Cremonese, Emil Audero terjatuh di lapangan, bukan karena kontak fisik langsung, melainkan akibat gelombang kejut petasan tersebut.

Baca juga: Pelaku Lempar Petasan ke Emil Audero Kehilangan Tiga Jari Tangan

Kiper Cremonese asal Indonesia itu tampak memegangi telinganya dengan.

Sejumlah pemain dari kedua tim segera berlari menuju area penalti Cremonese untuk memastikan kondisi Audero, termasuk Federico Dimarco, Federico Baschirotto, dan Lautaro Martinez.

Manuel Akanji Keheranan

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Manuel Akanji, yang baru datang musim ini dari klub Premier League, tampak menggelengkan kepala, terheran dengan peristiwa semacam ini.

Pelatih dan staf juga turun tangan, dengan Cristian Chivu terlihat berusaha menenangkan situasi serta meredam emosi di tribune pendukung Inter.

Pada momen itu sempat muncul kekhawatiran bahwa pertandingan akan dihentikan permanen dan hasil 0-2 yang telah tercipta di lapangan bisa berubah menjadi kekalahan administratif bagi Inter.

Baca juga: Amarah Bos Inter Milan Usai Insiden Petasan yang Mengenai Emil Audero

Kekhawatiran tersebut mereda setelah Audero mampu berdiri dan menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pertandingan meski mengalami luka di paha serta pendengarannya sempat terganggu.

Kiper Cremonese, Emil Audero, mengalami cedera setelah ledakan suar di lapangan pada laga Serie A Italia antara US Cremonese dan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini di Cremona, Italia utara, pada 1 Februari 2026.AFP/PIERO CRUCIATTI Kiper Cremonese, Emil Audero, mengalami cedera setelah ledakan suar di lapangan pada laga Serie A Italia antara US Cremonese dan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini di Cremona, Italia utara, pada 1 Februari 2026.

Tak Terpikir Minta Diganti

Keputusan Audero untuk tetap bermain hingga akhir laga disorot oleh La Gazzetta dello Sport.

"Namun Audero bangkit. Ia mengalami luka di salah satu paha dan telinga kanannya berdenging," tulis jurnalis La Gazzetta dello Sport Roberto Maida dalam artikelnya.

"Tetapi ia tidak sedikit pun terpikir untuk meminta diganti. Ia ingin melanjutkan.

"Dan ia akan melakukannya hingga akhir pertandingan, dengan penuh kebanggaan."

Surat kabar yang berbasis di Kota Milano itu menyebut keputusan Audero untuk terus bermain tidak terkait dengan masa lalunya sebagai pemain Inter.

Seperti diketahui, Audero tampil empat kali bersama Inter pada musim 2023-2024 yang berujung dengan gelar juara Liga Italia.

La Gazzetta dello Sport membandingkan sikap Audero dengan eks bintang Roma, Edoardo Bove, beberapa tahun lalu dalam Derby della Capitale. Bove tetap tenang usai terkena lemparan botol dari suporter Lazio dan berjalan keluar lapangan tanpa menunjukkan reaksi apa pun.

Kembali ke laga Cremonese vs Inter, aparat keamanan bergerak cepat untuk mengidentifikasi pelaku pelemparan petasan yang bertindak secara individual tanpa dukungan resmi kelompok suporter.

Baca juga: Kronologi Lemparan Petasan Kepada Emil Audero, Inter Milan Terancam Sanksi Berat

Pelaku diketahui mengalami cedera serius akibat ledakan petasan kedua yang ia pegang sendiri, kehilangan tiga jari, dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan informasi kepolisian, individu tersebut telah teridentifikasi dan akan diproses secara hukum dengan ancaman penangkapan atas tindakannya.

Kericuhan tidak berhenti di stadion, karena setelah pertandingan situasi tegang kembali terjadi di Stasiun Cremona saat para suporter menunggu kereta regional pukul 21.30.

Ketegangan antara kelompok ultras dan aparat kepolisian menyebabkan sejumlah orang turun ke rel untuk menghindari desakan massa, sehingga menimbulkan ketakutan bagi penumpang umum.

Menilik keabsahan laga, federasi menilai insiden pelemparan petasan tersebut tidak memengaruhi jalannya pertandingan secara langsung, sehingga hasil akhir 0-2 untuk Inter tetap akan disahkan.

Meski lolos dari sanksi berupa kekalahan administratif, Inter dikabarkan tetap akan dikenai denda besar.

Menurut La Gazzetta dello Sport, selain denda finansial, sanksi tambahan terhadap kelompok pendukung Inter juga tengah dipertimbangkan, termasuk kemungkinan penutupan Curva Nord di Stadion San Siro untuk satu atau beberapa pertandingan.

Tag:  #media #italia #puji #sikap #emil #audero #usai #jadi #korban #lemparan #petasan

KOMENTAR