Sassuolo Dibandingkan Como, Grosso Peringatkan Jay Idzes dkk
- Sassuolo yang dibela bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, dibandingkan dengan Como 1907, setelah mampu membekuk Pisa 3-1.
Sassuolo yang berstatus tim promosi, sejauh ini mampu meramaikan persaingan di papan tengah Serie A Liga Italia 2025-2026.
Kemenangan 3-1 dari markas Pisa pada pekan ke-23 Liga Italia 2025-2026 di Stadion Arena Garibaldi, Sabtu (31/1/2026) menempatkan Sassuolo di peringkat 11.
Jay Idzes dkk saat ini mengoleksi 29 angka dari 23 kali bertanding. Menilik situasi klasemen terkini, jelas Sassuolo berpeluang besar mengulang pencapaian Como musim lalu.
Pada Serie A 2024-2025 silam, Como yang menyandang label tim promosi mampu menutup musim di peringkat 10 besar klasemen.
Baca juga: Penyelamatan Ajaib Jay Idzes Dibahas Media Italia, Nilainya Setara Gol
Perbandingan dengan Como pun tak terelakkan bagi Sassuolo asuhan Fabio Grosso.
“Mungkin kalian hanya menonton pertandingan itu sepintas-sepintas sambil sesekali pindah saluran," ujar Fabio Grosso sembari tertawa, dilansir dari Tuttomercatoweb.
Como arahan Cesc Fabregas muncul sebagai kekuatan baru Liga Italia. Setelah finis 10 besar musim lalu, Como kini menantang papan atas dan tengah berada di posisi enam klasemen.
Komparasi dengan Como
Lesatan tersebut diwujudkan Como dengan menampilkan permainan sepak bola atraktif. Sassuolo pun disebut Grosso juga menyuguhkan performa apik ketika mengalahkan Pisa.
"Kami memainkan laga yang bagus dan dalam permainan bagus itu ada momen ketika kami sedikit menurunkan tempo."
Baca juga: Membedah Rating Jay Idzes dan Muharemovic Saat Sassuolo Tekuk Pisa
"Pada saat seperti itu lawan bisa mengambil alih dan kami harus pandai menjaga kesinambungan."
"Ada pemain-pemain yang harus terus meningkat dalam menjaga konsistensi menampilkan hal-hal positif, tetapi datang ke sini hari ini dan melakukan apa yang kami lakukan jelas bukan hal yang mudah,” ujar Grosso yang sebagai pemain pernah membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 itu.
Jay Idzes (kiri) berduel dengan Rasmus Hojlund dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Napoli vs Sassuolo di Stadion Diego Armando Maradona di Napoli pada 17 Januari 2026. (Foto oleh Carlo Hermann / AFP)
Sassuolo Mesti Tetap Membumi
Raihan kemenangan Sassuolo di markas Pisa dipastikan melalui gol-gol Domenico Berardi (25'), Antonio Caracciolo (45+1' bunuh diri), dan Ismael Kone (58').
Sementara, Pisa hanya bisa sekali membalas melalui sepakan terukur Michel Aebischer (51'). Pisa sejatinya punya kans emas via Mehdi Leris, tak lama setelah Aebischer bikin gol.
Namun, upaya Leris disapu di depan garis gawang oleh bek Sassuolo asal Indonesia, Jay Idzes.
"Saya memiliki banyak pemain bagus, kami menjaga keseimbangan dan itu bukan berarti bersembunyi," tutur Grosso menjawab pertanyaan terkait ambisi timnya musim ini.
Grosso pun mengingatkan timnya untuk menjejak bumi dan tak terlalu larut ke dalam euforia kemenangan atau pujian yang memabukkan.
"Kami tahu liga ini sulit dan tim-timnya sangat kuat, tetapi kami punya keinginan untuk memainkan pertandingan secara penuh."
"Kami tetap membumi, karena sangat mudah terseret ke dalam badai seperti yang baru saja kami alami. Kami harus pandai terus melakukan apa yang memang kami kuasai,” ucap eks pemain Palermo, Inter, dan Juventus tersebut.
Tag: #sassuolo #dibandingkan #como #grosso #peringatkan #idzes