Cesc Fabregas Bicara Usai Como Hajar Fiorentina di Coppa Italia
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menyorot usaha keras timnya yang bangkit dari ketinggalan dan menang di markas Fiorentina pada babal 16 besar Coppa Italia.
Como racikan Cesc Fabregas memastikan tiket ke perempat final Coppa Italia 2025-2026 berkat kemenangan meyakinkan atas Fiorentina.
Partai 16 besar Coppa Italia Fiorentina vs Como digelar di Stadion Artemio Franchi, Selasa (27/1/2026) atau Rabu dini hari WIB.
“Dalam sepak bola tidak ada yang mudah. Jika terlihat mudah, itu karena kami bermain dengan baik," ujar Cesc Fabregas usai laga melawan Fiorentina.
Ya, skor akhir seperti tak mencerminkan jalan berliku yang harus dilalui Como di Artemio Franchi.
Pasukan Fabregas sempat kebobolan lebih dulu pada menit ketujuh oleh Roberto Piccoli.
Como tidak KO dan menunjukkan reaksi terbaik. Eks pemain Barcelona, Sergi Roberto, menyetarakan skor jadi 1-1 pada menit ke-20.
Tepat ketika laga berusia satu jam, Nico Paz (60') mengantar tim tamu berbalik unggul 2-1.
"Kami tidak mengawali pertandingan dengan bagus dan Fiorentina menemukan ruang di kedalaman lewat situasi yang biasanya kami pertahankan dengan lebih baik."
"Fiorentina sedang mengalami kesulitan, tetapi dalam sepak bola modern, jika lengah sedikit saja, Anda bisa kalah bahkan dari tim divisi B, C, atau D."
"Untungnya mereka (Fiorentina) mencetak gol setelah delapan menit, jadi kami masih punya banyak waktu untuk membalikkan keadaan."
"Kami tidak bermain sempurna, tetapi saya puas dengan gol-gol pertama Sergi Roberto dan Morata, serta penampilan apik (Nicolas) Kuhn,” tutur Fabregas.
Alvaro Morata muncul sebagai penyegel kemenangan Como berkat golnya pada menit ke 90+1. Itu adalah gol perdana Morata bersama Como.
“Dia sangat bersemangat, dan sebelumnya juga datang dari beberapa pertandingan bagus."
"Dia sudah menjalani karier yang hebat dan mungkin bersama kami ingin membuktikan lebih banyak lagi. Tapi kami tetap tenang. Saya berharap ini menjadi yang pertama dari banyak gol," ucap Fabregas soal Morata.
Kemenangan di markas Fiorentina ini mengantar Como untuk berhadapan dengan Napoli di babak perempat final Coppa Italia yang rangkaian laganya akan bergulir pada 4-11 Februari 2026 mendatang.
Como tampak begitu menganggap serius ajang Coppa Italia. Hal itu bisa dilihat dari keputusan Fabregas untuk memainkan sejumlah nama andalan semodel Jean Butez, Lucas Da Cunha, Maxence Caqueret, dan Nicolas Kuhn.
“Saya memulai dengan gagasan memiliki dua pemain per posisi dengan level yang hampir sama, sehingga semua bisa bermain."
"Mereka memberi saya respons yang saya cari dan itu sangat penting. Saya tahu jika (Alex) Valle atau (Alberto) Moreno yang bermain, tidak ada perbedaan bagi saya. Itulah yang kami inginkan,” ujar Fabregas.
Como 1907 asuhan Fabregas terus mencuri perhatian di kancah sepak bola Italia dengan pendekatan permainan atraktif.
Konsep bermain tersebut tak cuma mengantar Como ke perempat final Coppa Italia, melainkan juga ke persaingan papan atas Serie A Liga Italia.
Saat ini, Como 1907 menempati peringkat enam klasemen Liga Italia. Mereka hanya berjarak tiga angka dari empat besar, yang merupakan zona Liga Champions.
“Saya punya pandangan sendiri dan terkadang harus berhati-hati dengan apa yang saya katakan," ujar Fabregas soal tantangan menerapkan filosofi sepak bolanya di Italia.
"Menurut saya ini sulit karena tidak ada waktu, dan pelatih sering mencari jalan pintas untuk menang."
"Saya beruntung menemukan ruang seperti ini di Como, di mana ada kesabaran. Ini tidak seperti Fiorentina, di mana Anda harus bermain bagus dan menang. Kami memang membuat kesalahan, tetapi kami sedang belajar,” kata pelatih asal Spanyol yang juga merupakan pemilik saham minoritas di Como itu.
Tag: #cesc #fabregas #bicara #usai #como #hajar #fiorentina #coppa #italia