Legenda Timnas Indonesia Dede Sulaeman Tutup Usia Saat Bermain Sepak Bola
Dede Sulaeman (kanan), ketika beraksi membela Timnas Indonesia.(DOK TABLOID BOLA)
07:54
27 Januari 2026

Legenda Timnas Indonesia Dede Sulaeman Tutup Usia Saat Bermain Sepak Bola

- Kabar duka datang dari dunia sepak bola nasional. Legenda Timnas Indonesia, Dede Sulaeman, meninggal dunia saat bermain dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Informasi tersebut disampaikan oleh pengamat sepak bola Indonesia, Effendi Gazali, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dede Sulaeman menghembuskan napas terakhir ketika bermain dalam laga persahabatan di salah satu lapangan sepak bola di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).

Melansir Kompas.id, Dede Sulaeman lahir pada 8 Mei 1956. Ia dikenal sebagai salah satu penyerang andalan Timnas Indonesia pada periode 1975-1985.

Pada laga persahabatan itu, Dede Sulaeman hadir bersama sejumlah legenda sepak bola nasional lain, termasuk Ismed Sofyan.

Effendi Gazali juga turut ambil bagian dalam pertandingan yang berlangsung pada sore hari WIB tersebut.

Menurut keterangan Effendi, pertandingan berjalan normal sejak awal tanpa kendala berarti. Para pemain menikmati laga persahabatan dengan suasana kebersamaan.

Kronologi Meninggalnya Dede Sulaeman

Ilustrasi sepak bola.Ilustrasi | Shutterstock Ilustrasi sepak bola.

Situasi berubah ketika Dede Sulaeman terjatuh usai mencetak gol. Tim medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan penanganan awal.

Setelah itu, Dede Sulaeman langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Bekasi.

Upaya medis telah dilakukan, namun pria berusia 69 tahun tersebut dinyatakan meninggal dunia. Kepergian legenda Timnas Indonesia itu meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan yang hadir di lapangan.

Effendi Gazali menyampaikan bahwa momen kebersamaan tersebut awalnya diwarnai suasana gembira. “Saya kebetulan memeluk dan memberinya selamat terakhir kali,” ujarnya mengenang peristiwa tersebut.

Kenangan Terakhir Bersama Dede Sulaeman

Effendi juga mengungkapkan beberapa momen sebelum pertandingan dimulai.

“Almarhum Dede Sulaiman kemarin sempat memimpin solat Ashar bagi rekan-rekan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Dede Sulaeman sempat berpesan agar bermain santai, menjaga kesehatan, dan mencintai keluarga.

“Lalu almarhum mencetak gol yang indah di babak kedua,” lanjut Effendi. Ia menyebut komentar dari Rico Ceper yang memuji gol tersebut.

“Komentator Rico Ceper memberi komen bahwa gol itu hasil latihan terakhir di luar negeri dan almarhum hanya tersenyum.”

Setelah gol itu tercipta, Effendi menghampiri Dede Sulaeman dan memberikan ucapan selamat.

“Kami masih bertukar canda menuju titik tengah dan saya cuma placing tipis-tipis,” kata Effendi. Kalimat tersebut menjadi ucapan terakhir yang ia sampaikan.

Effendi menutup unggahannya dengan pesan perpisahan.

“Allah SWT punya rencana membuat rangkaian hari itu dari sang legenda menjadi imam solat Ashar, mengingatkan cinta keluarga, dan mencetak gol indah di ujung perjalanannya di dunia ini.”

“Selamat jalan Abangnda Legenda. Semoga khusnul khotimah, aamiin Ya Allah,” tutupnya.

Sebelum peristiwa ini, dunia sepak bola Indonesia juga kehilangan legenda lain. Kuncoro, mantan pemain Arema FC, meninggal dunia saat bermain sepak bola di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada 18 Januari 2026.

Tag:  #legenda #timnas #indonesia #dede #sulaeman #tutup #usia #saat #bermain #sepak #bola

KOMENTAR