Arya Sinulingga Buka Suara terkait Tren Pemain Diaspora ke Super League
Pemain diaspora, Shayne Pattynama, bergabung dengan Persija Jakarta(Dokumentasi Persija Jakarta)
05:19
27 Januari 2026

Arya Sinulingga Buka Suara terkait Tren Pemain Diaspora ke Super League

Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menanggapi banyaknya pemain diaspora yang memutuskan untuk melanjutkan karier sepak bolanya di Super League atau Liga Indonesia.

Tren merapatnya pemain diaspora berkarier di Indonesia meningkat pada kompetisi Super League 2025-2026.

Kini, tercatat ada tujuh pemain diaspora yang membela klub Indonesia yang terbagi ke empat klub.

Dimulai dari Bali United yang mengontrak Jens Raven. Kemudian, Rafael Struick yang membela Dewa United.

Persija Jakarta memiliki Jordi Amat dan yang baru bergabung adalah Shayne Pattynama.

Kemudian, Persib Bandung memiliki pemain diaspora terbanyak saat ini, yakni Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Dion Markx yang baru didatangkan pada paruh musim.

Bahkan, rumornya masih akan ada lagi pemain lain yang juga akan berkarier di Indonesia, seperti Ivar Jenner dan Ragnar Oratmangoen.

Sikap PSSI

Menyikapi situasi tersebut, Arya mengatakan PSSI sebagai federasi tak bisa menghalangi mereka untuk berkarier di Indonesia.

Pasalnya, itu merupakan pilihan dari masing-masing pemain dan jika dilihat dari sisi positifnya, kehadiran para pemain diaspora jelas meningkatkan kualitas dari kompetisi itu sendiri.

Poster pengenalan Dion Markx resmi gabung Persib Bandung.Dokumentasi Persib Ofisial Poster pengenalan Dion Markx resmi gabung Persib Bandung.

"Pertama ini pilihan mereka. Kami tidak bisa tahan mereka. Kami tidak menggaji mereka. Mungkin beda kalau kami gaji mereka, pasti bisa diarahkan," kata Arya kepada awak media.

"Tapi, ini soal pilihan mereka dan hak asasi mereka juga, kami tidak bisa tahan. Mungkin karena banyak pemain naturalisasi datang, kualitas liganya naik sehingga membuat pemain-pemain naturalisasi mau datang," ungkap dia.

Bukan Penurunan Karier

Arya pun menilai bergabungnya Jordi Amat dkk ke Indonesia bukanlah sebuah penurunan karier.

Justru, ini menjadi momentum bagi I.League sebagai operator liga untuk berbenah agar iklim kompetisi semakin membaik.

Apalagi, semakin banyak pemain bintang dunia yang merapat ke Indonesia.

Terbaru, ada Layvin Kurzawa yang dulu pernah berjaya bersama Paris Saint-Germain, kini berseragam Persib Bandung.

Melihat kondisi tersebut, Arya tak khawatir kualitas Timnas Indonesia akan menurun meski sebagian penggawanya merumput di Super League.

"Tidak hanya pemain naturalisasi, banyak juga pemain top yang mau datang karena kualitas kita," ucap Arya.

"Kalau kompetisi makin tinggi sebenarnya pengaruhnya (penurunan kualitas timnas) jadi kecil. Jadi kami harapkan harus naik kualitas kompetisi liganya. Kalau tidak naik, ya akan jelek. Tapi kalau naik, pasti tidak," tutur dia.

Terakhir, Arya sekaligus menepis anggapan bahwa merapatnya para pemain diaspora ke Indonesia agar mereka bisa dimainkan di Piala AFF atau ASEAN Championship 2026 yang akan bergulir pada Juli-Agustus mendatang.

"Belum tentu juga, tergantung dari klubnya (melepas atau tidak)," tegas pria kelahiran Sumatera Utara itu.

Tag:  #arya #sinulingga #buka #suara #terkait #tren #pemain #diaspora #super #league

KOMENTAR