Akui Keliru soal Gol Kontroversial Garudayaksa FC, Komite Wasit PSSI Minta Maaf ke Bekasi City
Yoshimi Ogawa, Ketua Komite Wasit PSSI, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada FC Bekasi City terkait gol kontroversial Garudayaksa FC.(KOMPAS.com/Leonardo Juan)
20:31
21 Januari 2026

Akui Keliru soal Gol Kontroversial Garudayaksa FC, Komite Wasit PSSI Minta Maaf ke Bekasi City

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada kubu FC Bekasi City.

Langkah ini diambil menyusul terjadinya gol kontroversial yang melibatkan Garudayaksa FC dalam lanjutan Championship Liga 2 2025-2026.

Insiden ini menjadi sorotan tajam di kalangan pencinta sepak bola karena dinilai merugikan salah satu pihak.

Komite Wasit PSSI mengakui adanya kesalahan prosedur dalam proses terjadinya gol tersebut, yang kemudian memicu protes keras dari manajemen dan pendukung tim lawan.

Gol kontroversial itu tercipta pada laga ke-15 Grup Barat Championship Liga 2 2025-2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (10/1/2026).

Saat itu, bola hasil tendangan sudut Feby Eka Putra berhasil dikonversi menjadi gol oleh pemain Garudayaksa FC, Obet, sehingga laga berakhir imbang 1-1.

Namun, pengamatan ulang menunjukkan posisi bola saat tendangan sudut tidak diletakkan di dalam lingkaran yang semestinya.

Ogawa menegaskan bahwa pihaknya telah menemui seluruh jajaran FC Bekasi City untuk mengakui kekeliruan tersebut secara langsung.

"Saya sudah meminta maaf kepada pihak FC Bekasi City atas kejadian tersebut, baik kepada manajer, pelatih, maupun pemain," ujar Yoshimi Ogawa dikutip dari BolaSport, Rabu (21/1/2026).

Kendala Komunikasi dan Protokol VAR

Dalam penjelasannya, Ogawa menyoroti kinerja wasit di lapangan yang dianggap tidak cermat memantau posisi bola sebelum sepak mula dilakukan.

Meski teknologi asisten wasit video (VAR) sempat memberikan sinyal, instruksi tersebut rupanya tidak tersampaikan dengan baik kepada sang pengadil utama.

"Sebelum tendangan dilakukan, VAR sudah memberi tahu wasit bahwa posisi bola tidak tepat di garis," tambah Ogawa.

Mantan Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, saat memberikan keterangan kepada media usai diskusi perwasitan di Gedung Telkom, Jakarta, Senin (20/11/2023). KOMPAS.com/FARAHDILLA PUSPA Mantan Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, saat memberikan keterangan kepada media usai diskusi perwasitan di Gedung Telkom, Jakarta, Senin (20/11/2023).

"Tapi kembali lagi, tergantung apakah wasit merespons informasi tersebut atau tidak. Ini adalah kesalahan wasit di lapangan."

Lebih lanjut, Ogawa menjelaskan mengapa gol tersebut tidak bisa dianulir meski terbukti salah secara prosedur.

Hal ini berkaitan dengan batasan wewenang VAR dalam fase Championship atau kompetisi resmi lainnya yang diatur dalam protokol internasional.

"Ini memang kesalahan, tetapi tidak masuk dalam kategori yang bisa diintervensi VAR."

"Karena itu, VAR tidak bisa berbuat apa-apa," tegas pimpinan komite di bawah naungan PSSI itu.

Evaluasi Menyeluruh di Liga 2

Kejadian di kompetisi Championship Liga 2 ini menjadi bahan evaluasi serius bagi federasi.

Ogawa mengingatkan kembali bahwa setiap wasit telah dibekali arahan ketat untuk memeriksa detail teknis, termasuk penempatan bola pada situasi bola mati, guna menjaga integritas pertandingan.

"Wasit harus memastikan posisi bola benar saat corner. Pemain juga seharusnya bersikap jujur."

"Dalam kasus ini, ada kelalaian yang tidak seharusnya terjadi," pungkas Yoshimi Ogawa.

Tag:  #akui #keliru #soal #kontroversial #garudayaksa #komite #wasit #pssi #minta #maaf #bekasi #city

KOMENTAR