Skandal Naturalisasi Malaysia: Seluruh Anggota Exco FAM Mundur demi Cegah Sanksi FIFA
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikabarkan mengambil langkah drastis untuk menghindari Sanksi FIFA yang lebih berat dengan menyiapkan pengunduran diri massal seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco).
Opsi tersebut mencuat seiring mencuatnya Skandal Naturalisasi yang menyeret nama besar sepak bola Malaysia.
Kabar rencana mundur kolektif Exco FAM itu ramai diberitakan media setempat dan dinilai sebagai upaya penyelamatan organisasi agar tidak terkena hukuman pembekuan dari FIFA.
Keputusan ini disebut akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.
Laporan New Straits Times (NST), Rabu (21/1/2026), menyebutkan bahwa pengunduran diri massal tersebut dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1/2026).
Kesepakatan ini disebut telah dicapai dalam rapat internal Exco FAM yang berlangsung sekitar dua pekan lalu.
Langkah tersebut diambil setelah 13 anggota Exco mempertimbangkan risiko terburuk berupa pembekuan organisasi oleh FIFA, yang dapat berdampak langsung pada seluruh aktivitas sepak bola Malaysia.
"Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia AFC bahwa FAM mampu melakukan koreksi diri," kata sumber anonim NST di lingkungan FAM.
"Jika pengurus tetap menjabat dan sanksi pembekuan dijatuhkan, FAM akan kehilangan kendali sepenuhnya," ucap sumber tersebut.
Sempat Ada Penolakan Internal
Meski akhirnya mengarah pada kesepakatan, laporan tersebut menyebut bahwa rencana mundur massal sempat menuai penolakan dari sebagian kecil anggota Exco.
Mereka awalnya keberatan untuk melepaskan jabatan.
Namun, dengan mempertimbangkan masa depan Timnas Malaysia dan keberlangsungan sepak bola nasional, para anggota yang semula menolak akhirnya sepakat untuk ikut mengundurkan diri demi kepentingan yang lebih besar.
Pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Hector Hevel (nomor 13), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027 kontra Nepal di Stadion Sultan Ibrahim di Johor pada 25 Maret 2025.
Krisis ini bermula dari sanksi FIFA terhadap FAM dan 7 pemain naturalisasi ilegal Timnas Malaysia akibat kasus pemalsuan dokumen.
Tuuh pemain yang dimaksudkan adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Ketujuh pemain tersebut terbukti tampil pada laga kedua Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam yang berakhir dengan skor 4-0.
Pada awalnya, FIFA hanya menjatuhkan sanksi denda kepada FAM.
Sementara itu, tujuh pemain yang terlibat dikenai denda serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.
Namun, situasi memburuk setelah Komite Banding FIFA menolak permohonan banding dari FAM.
Ancaman Lebih Berat dari FIFA dan AFC
FIFA kemudian menganulir hasil tiga pertandingan Timnas Malaysia yang melibatkan pemain ilegal tersebut. Dalam keputusan itu, Timnas Malaysia dinyatakan kalah 0-3 di ketiga laga tersebut.
Tak hanya itu, FIFA juga membuka peluang untuk membekukan FAM apabila banding lanjutan yang diajukan ke CAS (Court of Arbitration for Sport) ditolak sepenuhnya.
Sebelumnya, AFC menyatakan akan menunggu keputusan CAS terkait nasib FAM dan tujuh pemain tersebut. Namun, dalam perkembangan terbaru yang dilaporkan NST, AFC justru meminta seluruh pejabat FAM untuk mengundurkan diri.
Jika pengunduran diri itu benar-benar terjadi, pengelolaan FAM akan diambil alih sementara oleh AFC dan FIFA melalui pembentukan Komite Normalisasi guna menyusun kepengurusan baru.
Tag: #skandal #naturalisasi #malaysia #seluruh #anggota #exco #mundur #demi #cegah #sanksi #fifa