Perasaan Campur Aduk Juergen Klopp Lihat Karier Singkat Alonso di Madrid
- Perasaan Juergen Klopp campur aduk ketika mendengar kabar kepergian Xabi Alonso dari bangku pelatih Real Madrid.
Juergen Klopp merasa dirinya terkejut melihat Xabi Alonso hanya bertahan kurang delapan bulan sebagai peracik taktik Real Madrid.
Namun, di sisi lain, perpisahan Xabi Alonso dan Real Madrid seperti hal yang sudah bisa dia duga.
Kepergian Alonso diumumkan sehari setelah Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona dalam ajang Piala Super Spanyol.
Klopp menilai keputusan itu mengejutkan sekaligus dapat diprediksi, mengingat reputasi Real Madrid sebagai klub yang kerap mengambil langkah ekstrem dalam urusan kepelatihan.
“Saat saya mendengar kabar tentang Xabi Alonso, rasanya seperti campur aduk,” kata Klopp dilansir dari laporan AFP di Leipzig.
“Ya, saya terkejut, dan tidak, saya juga tidak terkejut,” ujar pelatih asal Jerman itu menambahkan.
“Saya seperti berkata ‘apa?’ dan juga ‘ya, tentu saja’,” tutur eks pelatih Liverpool tersebut.
Untuk menjelaskan sudut pandangnya, Klopp mengingatkan kembali bagaimana Real Madrid pernah memecat pelatih asal Jerman, Jupp Heynckes, pada 1998.
Saat itu, Heynckes diberhentikan hanya delapan hari setelah membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions, hanya karena tim gagal memenangkan LaLiga.
Menurut Klopp, pola tersebut masih terus berulang hingga sekarang, terutama ketika Real Madrid tidak berada di puncak klasemen liga.
“Itu selalu seperti itu ketika Madrid tidak berada di posisi pertama klasemen,” ujar Klopp.
Pria berusia 58 tahun itu kini telah setahun bekerja sebagai Kepala Global Sepak Bola Red Bull, sebuah peran yang menjauhkannya dari rutinitas kepelatihan sehari-hari.
Tak Mudah bagi Real Madrid Cari Pelatih Pengganti
Dalam pandangannya, Real Madrid tampak belum memiliki rencana yang jelas setelah kepergian Alonso dan bisa kesulitan mencari sosok pengganti yang tepat.
“Saya tidak tahu sama sekali mengapa ini terjadi, tetapi ini selalu kasus yang spesifik dan bukan masalah umum,” kata Klopp.
“Karena yang mereka lihat sekarang, Real Madrid, adalah bahwa mendatangkan begitu saja orang berikutnya itu tidak semudah itu,” lanjutnya.
Klopp menilai keputusan menendang seorang pelatih seharusnya dibarengi dengan perencanaan matang mengenai siapa yang akan menggantikannya.
“Saya akan merekomendasikan, jika Anda memecat seorang pelatih, sebaiknya Anda sudah punya gambaran siapa yang ingin Anda jadikan penggantinya,” ujar Klopp.
“Dan itu harus realistis,” katanya menambahkan.
Klopp bahkan meragukan kemungkinan Real Madrid bisa merekrut nama-nama besar seperti Pep Guardiola dalam waktu dekat.
“Jika mereka berpikir bisa mendapatkan Pep Guardiola, saya akan mengatakan peluangnya tidak besar,” ucapnya.
Mantan pelatih Borussia Dortmund itu juga menepis rumor yang mengaitkan dirinya dengan kursi pelatih Real Madrid.
“Itu adalah spekulasi media,” kata Klopp singkat.
“Saya berada di sebuah tempat, sebagai pribadi, di mana saya sepenuhnya damai dengan posisi saya sekarang,” ujar Klopp.
“Saya tidak ingin berada di tempat lain,” tambahnya.
Real Madrid Tak Menarik Hati Klopp
Klopp menegaskan bahwa ketertarikan Real Madrid, andaipun benar ada, tidak membuatnya bersemangat untuk kembali melatih.
“Saya tidak bangun dengan penuh kegembiraan jika Real Madrid menunjukkan ketertarikan, jika mereka memang melakukannya, tetapi itu adalah media,” katanya.
Selama kariernya, Klopp telah memenangkan berbagai trofi bergengsi, termasuk gelar liga di Inggris dan Jerman serta Liga Champions bersama Liverpool.
Meski demikian, ia mengisyaratkan bahwa masa depannya sebagai pelatih kepala kemungkinan besar sudah berakhir.
“Apakah saya ingin melatih lagi?” ujar Klopp.
“Saat ini saya akan mengatakan tidak, tetapi saya tidak bisa mengatakan tidak, tidak, tidak untuk selamanya,” katanya.
“Saya tidak berharap mengubah pikiran saya, tetapi saya tidak tahu,” pungkas Klopp.
Tag: #perasaan #campur #aduk #juergen #klopp #lihat #karier #singkat #alonso #madrid