Fans Real Madrid Ragukan Kemampuan Alvaro Arbeloa, Penuh Risiko dan Terlalu Dini
Real Madrid resmi menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru menggantikan Xabi Alonso yang dipecat pada Senin (14/1/2026).
Keputusan Real Madrid untuk menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih tampaknya kurang mendapat respons positif dari sebagian besar pendukungnya (fans).
Laporan dari BBC mengatakan, banyak fans Real Madrid yang melihat langkah tersebut penuh risiko yang tidak perlu dan terlalu dini.
Mereka menganggap kebijakan itu bukan sebagai penunjukan yang berani dan strategis di tengah situasi genting Real Madrid.
Bukan tanpa alasan mengingat Arbeloa tidak memiliki rekam jejak manajerial senior yang gemilang sebagai seorang pelatih kepala Real Madrid.
Meski begitu, langkah ini mencerminkan prioritas Real Madrid terhadap identitas dan kontinuitas.
Los Blancos menilai berdasarkan loyalitas seseorang yang telah menjadi bagian dari Real Madrid selama bertahun-tahun.
Loyalitas Arbeloa Jadi Nilai Lebih
Alvaro Arbeloa meyakinkan klub dan para penggemar bahwa ia benar-benar berkomitmen untuk memberikan semua kemampuannya.
"Pada hari Sabtu saya akan berusia 43 tahun dan 20 tahun di antaranya telah saya habiskan di klub ini. Setiap hari saya berada di klub terbaik di dunia," katanya.
"Klub ini adalah tentang menang, menang, dan menang lagi. Ketika saya masih menjadi pemain, saya mempelajari nilai-nilai itu dari orang-orang di ruang ganti itu. Nilai-nilai itu masih ada, dan itulah yang penting."
Sejak memulai karier kepelatihannya pada tahun 2020, ia menghabiskan waktunya di akademi Real Madrid.
Bersama tim muda Los Blancos, ia berhasil memenangkan beberapa gelar liga, sebelum kemudian melatih tim cadangan mereka, Castilla.
"Akademi Real Madrid adalah yang terbaik di dunia, dan kami telah membuktikannya selama bertahun-tahun," katanya.
"Saya beruntung telah melatih banyak pemain selama bertahun-tahun, dan merekalah yang membawa saya ke sini."
Menurut orang yang berada di lingkaran klub, Arbeloa dianggap sebagai pelatih yang lebih menyerang daripada Alonso, dengan kepribadian yang hangat dan gaya komunikasi yang kuat.
Berbekal formasi 4-3-3, ia menekankan tekanan tinggi, dan mendorong pendekatan menyerang yang agresif. Ia juga lebih suka memainkan pemain sayap di sisi sayap yang berlawanan.
Profil Alvaro Arbeloa, Pelatih Baru Real Madrid Usai Xabi Alonso Hengkang
Berkiblat pada Jose Mourinho
Karakter permainan yang diterapkan oleh Alvaro Arbeloa nyatanya banyak terinspirasi dari sang pelatih pada era 2010-2013 yaitu Jose Mourinho.
Meski begitu, ia mencoba menerapkan dengan versi dirinya karena baginya, jika meniru sama persis apa yang dilakukan Mourinho pada akhirnya berujung kegagalan.
"Saya banyak menerapkan apa yang saya pelajari darinya, tetapi saya harus menjadi diri saya sendiri," kata Arbeloa.
"Mencoba menjadi Mourinho hanya akan berujung pada kegagalan. Saya harus menjadi Alvaro Arbeloa," jelasnya.
Selain itu, ia juga mengakui peran yang lebih luas dari semua mantan pelatihnya, yang menilai jika masing-masing membentuk gaya kepelatihannya dengan cara yang berbeda.
"Setiap pelatih yang pernah saya miliki meninggalkan jejak, dan saya mencoba mengambil yang terbaik dari masing-masing."
"Banyak di antara mereka adalah legenda yang prestasinya melampaui olahraga. Saya hanya bisa berharap untuk mencapai sebagian kecil dari apa yang telah mereka capai."
Tag: #fans #real #madrid #ragukan #kemampuan #alvaro #arbeloa #penuh #risiko #terlalu #dini