Liga Malaysia dalam Bayang-bayang Sanksi FIFA, Klub Berisiko Absen dari Kompetisi Asia
- Liga Malaysia tengah berada dalam bayang-bayang sanski FIFA. Klub-klub dari Liga Malaysia terancam tak dibolehkan main di kompetisi Asia.
Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS.
Namun, peluang banding tersebut diterima dinilai kecil, sehingga sanksi FIFA berpotensi tetap berlaku.
Selain mempertahankan sanksi awal, CAS juga dapat mengeluarkan rekomendasi tambahan berupa pembekuan FAM.
Apabila pembekuan terjadi, dampaknya akan langsung dirasakan oleh kompetisi domestik dan partisipasi internasional.
Klub-klub dari Liga Malaysia tidak akan mendapat izin tampil di ajang Asia meski kompetisi lokal masih berjalan.
Dampak Pembekuan terhadap Klub dan Tim Nasional
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Windsor John, menjelaskan konsekuensi jika pembekuan benar-benar dijalankan.
“Jika FIFA menskors FAM, maka semua tim nasional dan klub tidak akan bisa bermain di luar Malaysia,” ucapnya.
Ia menambahkan, “Liga lokal dapat berjalan.” Namun, pembatasan tetap berlaku untuk seluruh perwakilan internasional.
Timnas Malaysia mencatatkan kemenangan telak 4-0 atas Vietnam pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Rabu (12/6/2025) malam
“Tetapi semua tim nasional, baik senior maupun U-12 (B-12), termasuk klub yang berkompetisi untuk mewakili Malaysia di ACL, tidak akan diizinkan bermain di luar negeri,” urainya.
Saat ini, Liga Malaysia memiliki dua wakil di kompetisi Asia. Johor Darul Ta'zim tampil di AFC Champions League Elite, sementara Selangor FC berkompetisi di AFC Champions League Two.
Kedua slot tersebut terancam berpindah apabila Malaysia tidak diizinkan mengikuti ajang AFC.
Distribusi Slot Kompetisi Asia AFC
Berdasarkan data Footy Rankings, Malaysia berada di peringkat enam klasemen kompetisi AFC.
Jika negara tersebut tidak bisa berpartisipasi pada musim berikutnya, distribusi slot akan dialihkan ke negara lain.
Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan alokasi slot ke Indonesia, Footy Rankings memberikan pernyataan singkat.
“Tidak,” tulis Footy Rankings di X, Kamis (8/1/2026).
“Slotnya akan diberikan kepada China dan Australia jika Malaysia tidak bisa berpartisipasi di kompetisi AFC musim depan,” jelasnya.
Indonesia saat ini menempati peringkat sembilan AFC, berada di bawah Vietnam dan Singapura.
Dengan posisi tersebut, Liga Indonesia dijadwalkan mengirim dua klub ke ACL Two serta satu klub ke AFC Challenge League pada musim 2027-2028.
Tag: #liga #malaysia #dalam #bayang #bayang #sanksi #fifa #klub #berisiko #absen #dari #kompetisi #asia