Polemik Alumni LPDP ''Cukup Saya WNI'', Mendikti: Beasiswa Negara adalah Amanah Publik
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (12/2/2026) (KOMPAS.com/Rahel)
17:34
24 Februari 2026

Polemik Alumni LPDP ''Cukup Saya WNI'', Mendikti: Beasiswa Negara adalah Amanah Publik

- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa beasiswa negara adalah amanah publik yang harus dijaga dengan baik.

Hal ini disampaikan Brian menanggapi polemik penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) DS mengenai pernyataan “cukup saya WNI, anak jangan”.

"Beasiswa negara adalah amanah publik. Dana yang dikelola berasal dari rakyat dan ditujukan untuk melahirkan talenta unggul yang setelah kembali," kata Brian, kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2026).

Brian mengatakan, dengan keilmuan dan wawasan yang lebih akan dapat membangun Indonesia dengan hadir memberikan solusi, penerima beasiswa semestinya menghadirkan terobosan dan memperkuat daya saing bangsa.

Baca juga: Mendikti Respons Polemik Alumni LPDP Cukup Saya WNI: Integritas Syarat Utama!

"Kita juga perlu melihat secara utuh. Sangat banyak alumni LPDP yang hari ini berkontribusi nyata, baik di kampus, di pemerintahan, BUMN, sektor swasta, maupun di berbagai bidang strategis lainnya," tutur dia.

Ia mengatakan, alumni LPDP yang telah berkontribusi bagi bangsa itu merupakan bukti bahwa skema ini bekerja dan memberikan manfaat besar.

"LPDP adalah investasi jangka panjang bangsa melahirkan SDM Unggul di Indonesia," tutur dia.

Oleh sebab itu, Brian berharap alumni LPDP memiliki integritas dan kepatuhan, bukan hanya sekadar mendapat keilmuan dan wawasan yang lebih.

Jika terdapat pelanggaran yang menyangkut alumni LPDP, Brian meminta LPDP menangani secara transparan dan akuntabel.

Baca juga: Alasan KPK Absen di Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas

"Selain kapasitas keilmuan yang tinggi, integritas, komitmen, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan syarat utama. Setiap dugaan pelanggaran harus ditangani secara transparan dan akuntabel," ujar dia.

Awal kegaduhan

Topik beasiswa LPDP kembali menjadi perbincangan warganet setelah seorang penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (DS), yang ramai disorot warganet karena memaparkan paspor anaknya yang telah resmi menjadi Warga Negara Asing (WNA).

Dalam videonya yang awalnya diunggah melalui akun Instagram pribadi, DS terlihat gembira anaknya telah resmi menjadi warga negara Inggris.

Menurut DS, cukup dia saja yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) anaknya tidak.

Ia juga menilai, perlu diperjuangkan paspor yang kuat untuk anaknya yakni paspor Inggris dibandingkan paspor Indonesia.

Baca juga: LPDP Diminta Data Ulang Komitmen Alumni Penerima Beasiswa, Buntut Viral Cukup Saya WNI

Namun video itu menuai respons kontroversi pro dan kontra di kalangan warganet mengingat DS dan suami AP ternyata kuliah S2 dan S3 dibiayai LPDP.

Belakangan, LPDP menyatakan bahwa AP belum menyelesaikan kewajiban melaksanakan masa pengabdian atau kontribusi di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.

Di samping itu, meski DS sudah menyelesaikan kewajibannya, tindakannya dinilai tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada para penerima beasiswa.

Tag:  #polemik #alumni #lpdp #cukup #saya #mendikti #beasiswa #negara #adalah #amanah #publik

KOMENTAR