Sering Lupa Baca Doa Buka Puasa, Bagaimana Hukumnya?
Ilustrasi membaca doa buka puasa (Pexels/Sami Abdullah)
18:53
24 Februari 2026

Sering Lupa Baca Doa Buka Puasa, Bagaimana Hukumnya?

Baca 10 detik
  • Puasa tetap sah meskipun seseorang lupa membaca doa saat berbuka.
  • Membaca doa buka puasa hukumnya sunnah, bukan rukun penentu sahnya ibadah.
  • Waktu terbaik membaca doa adalah sesudah membatalkan puasa dengan air.

Momen berbuka puasa adalah waktu yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga di bulan Ramadan.

Namun, karena antusiasme melihat hidangan atau rasa haus yang tak tertahankan, terkadang kita langsung menyambar segelas air dan lupa membaca doa buka puasa.

Alih-alih berdoa, banyak yang memilih untuk langsung minum dan menyantap makanan yang tersaji di depan mata. Lantas, bagaimana status puasa kita jika lupa berdoa saat berbuka?

Sah atau Tidak?

Menurut penjelasan Ustaz Abdul Somad (UAS), kita harus bisa membedakan antara rukun, syarat, dan sunnah dalam ibadah. Definisi puasa secara syariat adalah menahan diri dari segala yang membatalkan mulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

"Begitu azan berkumandang, lalu seseorang langsung minum, puasanya tetap sah," ujar UAS dikutip dari YouTube Media Islam Rizqi TV.

Puasa tetap sah meski tidak membaca doa buka puasa. Hal ini dikarenakan membaca doa buka puasa hukumnya adalah sunnah, bukan rukun yang menentukan sah atau tidaknya puasa. 

Namun lebih afdol jika tetap membaca doa buka puasa. Jika terlupa, UAS menyarankan untuk minimal membaca "Bismillah" sebagai bentuk adab paling ringkas saat memulai makan.

"Membaca doa buka puasa (hukumnya) sunah. Jadi (yang sering lupa baca doa) diperbaiki. Sependek-pendek bacaan doa 'Bismillah'," pungkasnya."

Waktu Terbaik Membaca Doa Buka Puasa

Ada pemahaman menarik terkait waktu melafalkan doa. Mengutip NU Online, mayoritas masyarakat terbiasa membaca doa sebelum menyentuh makanan. Namun, secara teknis dianjurkan membacanya sesudah berbuka puasa (setelah membatalkan dengan air atau kurma).

Anjuran ini merujuk pada makna yang terkandung dalam doa berbuka, seperti yang kerap dilafalkan banyak orang. Dalam kitab Aasyiyah I’anah at-Thalibin pun disinggung hal serupa.

"Maksud dari (membaca doa buka puasa) "setelah berbuka" adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka," bebernya.

Membaca doa sebelum makan tetap mendatangkan kesunahan (husul ashli as-sunnah), namun melafalkannya setelah dahaga hilang dianggap lebih utama karena makna doanya yang berisi rasa syukur atas nikmat yang baru saja dirasakan.

Pilihan Doa Buka Puasa

1. اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin

Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”

2. ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah

Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.

3. اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Editor: Husna Rahmayunita

Tag:  #sering #lupa #baca #buka #puasa #bagaimana #hukumnya

KOMENTAR