Ngabuburit Spectaxcular, Cara Santai Lapor SPT di Bulan Ramadhan
Kepala KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga Atmo MM dalam kegiatan Ngabuburit Spectaxcular di Menara Kompas, Selasa (24/2/2026)(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)
19:12
24 Februari 2026

Ngabuburit Spectaxcular, Cara Santai Lapor SPT di Bulan Ramadhan

- Ngabuburit ternyata dapat digunakan sebagai kesempatan untuk lebih produktif untuk melaporkan pajak.

Ngabuburit yang biasanya diisi dengan berburu takjil atau bersantai menunggu waktu berbuka kali ini memiliki suasana yang berbeda di lingkungan Kompas Gramedia, Selasa (24/2/2026) sore.

Para karyawan memanfaatkan waktu menjelang Magrib dengan cara yang lebih produktif yakni melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi melalui program Ngabuburit Spectaxcular.

Kepala KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga Atmo MM mengatakan, program ini merupakan inisiatif Direktorat Jenderal Pajak yang digelar serentak selama Ramadhan.

Baca juga: Keamanan Digital dan Kepercayaan Publik dalam Era Coretax

Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan budaya dan kearifan lokal masing-masing daerah.

Di Jakarta Pusat, kegiatan dilaksanakan oleh KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga.

Atmo menjelaskan, momentum Ramadhan yang jatuh pada Maret ini menjadi momentum yang tepat.

“Ramadhan identik dengan ngabuburit, sementara Maret adalah batas akhir pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Kami menggabungkan keduanya dalam kegiatan yang lebih santai dan humanis,” ujar dia ketika ditemui di Menara Kompas, Selasa (24/2/2025).

Melalui kegiatan ini, Atmo mengatakan, karyawan mendapatkan pendampingan langsung dalam pengisian SPT, sekaligus menikmati suasana Ramadhan yang hangat dengan pembagian takjil serta cenderamata seperti mug dan payung.

Menurut Atmo, perusahaan dengan jumlah tenaga kerja besar dapat meniru langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap kepatuhan pajak karyawan.

“Kami bersyukur Kompas Gramedia sangat berperan aktif dan bersinergi dengan kami untuk melaksanakan program ini. Harapannya, perusahaan yang memiliki banyak tenaga kerja bisa meniru langkah ini,” tambah Atmo.

Bagi karyawan, kegiatan ini terasa memudahkan urusan pelaporan pajak.

Di sela kesibukan kerja dan ibadah puasa, Sugito salah satu karyawan Kompas Gramedia mengaku bisa menyelesaikan kewajiban perpajakan melalui aplikasi Coretax tanpa harus mencari waktu tambahan.

“Tadi saya isi SPT orang pribadi dibantu petugas sampai selesai. Orangnya ramah, dibimbing dari awal, dan dapat merchandise serta takjil juga,” ujar Sugito.

Sebagai catatan, tahun ini menjadi kali pertama pelaporan dilakukan melalui aplikasi Coretax.

Sebagai sistem baru, Atmo mengatakan, tentu diperlukan penyesuaian bagi masyarakat.

Oleh karena itu, pendampingan Direktorat Jenderal Pajak diberikan secara langsung dengan semangat #KamiDampingiSampaiBerhasil, agar tingkat kepatuhan pelaporan tetap terjaga bahkan meningkat.

Bagi Kompas Gramedia, keterlibatan dalam Ngabuburit Spectaxcular bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian dari budaya perusahaan dalam mendukung literasi dan kepatuhan pajak karyawan.

Sebagai informasi, info kegiatan Ngabuburit Spectaxcular di wilayah Tanah Abang dapat diikuti melalui akun Instagram resmi KPP Pratama Tanah Abang Tiga, @pajaktanahabangtiga.

Baca juga: Bedanya Password dan Passphrase Coretax, Wajib Pajak Perlu Tahu

Tag:  #ngabuburit #spectaxcular #cara #santai #lapor #bulan #ramadhan

KOMENTAR