Peran Paolo Maldini di AC Milan Tak Bisa Digantikan Algoritma
- Leonardo, mantan pemain sekaligus eks direktur AC Milan, mengungkapkan kesedihannya karena Paolo Maldini tidak lagi berada di Rossoneri.
Menurut Leonardo, legenda Rossoneri tersebut adalah sosok yang tidak dapat digantikan oleh algoritma apa pun.
Saat ini, Milan tengah berjuang memastikan tiket Liga Champions. Musim ini, Rossoneri memulai musim dengan sangat baik setelah sempat tak terkalahkan dalam 24 laga beruntun.
Milan bahkan sempat bersaing ketat dengan Inter di jalur juara. Namun, pada periode akhir musim, performa Rossoneri menurun.
Baca juga: AC Milan Kolaps: Kemarahan untuk Furlani, San Siro Rindu Maldini
Kekalahan beruntun dari Sassuolo dan Atalanta membuat Milan berada di posisi keempat dengan 67 poin sama seperti perolehan Roma yang membayangi dari peringkat lima.
Posisi Milan di zona Liga Champions atau empat besar belum sepenuhnya aman lantaran kompetisi masih menyisakan dua pertandingan lagi.
Para pendukung Milan menyuarakan kemarahan terhadap CEO Giorgio Furlani, yang bahkan diminta mundur sebelum kekalahan 2-3 dari Atalanta di San Siro, Minggu (10/5/2026).
Adapun Paolo Maldini memberikan kontribusi besar saat Milan menjuarai Serie A pada musim 2021-2022 dalam perannya sebagai direktur teknik. Namun, ia dipecat setahun kemudian dan belum bergabung dengan klub lain sampai saat ini.
Baca juga: AC Milan Disebut Tak Punya Identitas dan Kepribadian
Tak sedikit dan Milan yang merindukan Maldini dan memintanya kembali.
“Jika Paolo Maldini ada di Milan, saya tidak tahu algoritma apa yang bisa meyakinkan saya bahwa lebih baik tanpa dia.”
“Ketiadaannya tidak hanya menyakitkan bagi saya, tetapi juga bagi semua orang. Paolo memang milik dunia sepak bola.”
Stefano Pioli memeluk Paolo Maldini dalam pesta AC Milan usai menjuarai Liga Italia 2021-2022 di Mapei Stadium, Sassuolo, 22 Mei 2022. Paolo Maldini beserta Ricky Massara dipecat Milan pada akhir musim 2022-2023. (Photo by Tiziana FABI / AFP)
Maldini Figur Komplet
“Saya rasa tidak ada sosok lain di dunia sepak bola saat ini yang sekomplet dia. Dia berkembang secara bertahap hingga menjadi eksekutif papan atas di klub yang telah ia dedikasikan selama 30 tahun,” ujar Leonardo kepada Cronache di Spogliatoio.
Leonardo juga mengungkapkan bahwa dirinya lah yang mengangkat Maldini sebagai direktur pada musim panas 2018.
“Saya yakin Paolo masih memiliki banyak hal untuk diberikan. Saat ini struktur di dalam klub sangat politis, rumit, dan kuno sehingga terkadang menghambat hal tersebut,” ujar Leonardo.
Baca juga: Allegri Bertanggung Jawab Penuh Usai Skor AC Milan Vs Atalanta 2-3
“Yang dibutuhkan bukan hanya ide, keahlian, dan semangat, tetapi juga seseorang yang mampu menginspirasi dan membuat orang percaya bahwa ada sesuatu yang indah untuk diperjuangkan.”
“Sulit menemukan sosok yang mampu menyatukan pemikiran tersebut secara menyeluruh. Saya melihat sangat sedikit orang dengan kualitas itu, dan mungkin Paolo adalah satu-satunya.”
Dua Laga Krusial AC Milan
Milan akan menjalani dua laga terakhir Serie A musim ini, yakni bertandang melawan Genoa dan menjamu Cagliari di kandang.
Performa Milan di paruh kedua musim sangat mengecewakan dengan hanya mengumpulkan 25 poin, terendah dalam sembilan tahun terakhir.
“Banyak klub kini tidak lagi mengandalkan direktur olahraga yang memiliki otoritas sesungguhnya,” tambah Leonardo.
“Direktur olahraga memang mengambil beberapa keputusan dalam struktur kerja yang lebih luas, tetapi saat ini ada pengaruh besar dari algoritma.”
“Saya tidak menentang algoritma, namun saya selalu memandangnya sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan manusia, bukan sebagai pengganti.”
Tag: #peran #paolo #maldini #milan #bisa #digantikan #algoritma