Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026). [Screenshot YouTube Kemenkeu]
17:43
24 Februari 2026

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan menargetkan belanja negara mencapai Rp 809 triliun pada Kuartal I 2026 demi mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen.
  • Realisasi belanja tersebut dialokasikan untuk program prioritas termasuk Makan Bergizi Gratis dan THR ASN-TNI-Polri.
  • Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2026 diproyeksikan 5,5 persen hingga 6 persen didukung faktor musiman dan WFA.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan belanja negara mencapai Rp 809 triliun di kuartal pertama atau Q1 2026. Hal ini dilakukan demi mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun ini.

Menkeu Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama 2026 mencapai sekitar 5,5 persen hingga 6 persen. Sedangkan untuk keseluruhan tahun 2026 ditargetkan 6 persen, meskipun kalau dari outlook hanya 5,4 persen.

"Pemerintah memastikan belanja negara optimal. Realisasi belanja kuartal satu 2026 ditargetkan mencapai Rp 809 triliun," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Untuk mencapai target belanja, Purbaya merincikan dana itu dialokasikan untuk percepatan Makan Bergizi Gratis Rp 62 triliun, Tunjangan Hari Raya (THR) ASN-TNI-Polri Rp 55 triliun, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra Rp 6 triliun, serta paket stimulus Rp 15 triliun.

Kemudian program selanjutnya yakni pembangunan 30 ribu unit koperasi desa merah putih (KDMP) Rp 90 triliun yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Danantara.

Selanjutnya ada pembangunan 190 ribu unit rumah mulai dari komersil, subsidi, hingga bantuan renovasi Rp 20 triliun dari APBN dan Danantara. Terakhir ada groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 110 triliun.

"Faktor musiman libur Imlek dan Lebaran, serta kebijakan WFA (work from anywhere) turut menopang aktivitas konsumsi masyarakat pada triwulan pertama tahun 2026 ini," jelasnya.

Editor: Dicky Prastya

Tag:  #purbaya #kejar #target #belanja #negara #triliun #2026 #demi #ekonomi

KOMENTAR