Bukan Jay Idzes, Siapa Man of the Match Sassuolo vs Juventus?
-
Juventus sukses mengalahkan Sassuolo dengan skor 3-0 lewat performa memukau Jonathan David.
-
Penyerang Jonathan David mencetak satu gol dan satu assist sekaligus menjadi pemain terbaik.
-
Jay Idzes melakukan kesalahan umpan berujung gol ketiga yang membuat timnya menelan kekalahan.
Pertandingan lanjutan Liga Italia di Mapei Stadium pada Rabu dini hari membuahkan hasil manis bagi Si Nyonya Tua.
Juventus berhasil membawa pulang poin penuh setelah melumat tuan rumah Sassuolo dengan kedudukan akhir tiga kosong.
Laga ini menjadi momen kebangkitan bagi penyerang asal Kanada, Jonathan David, yang tampil sangat mendominasi lapangan.
Selain menjadi ajang pembuktian David, pertandingan ini menyisakan catatan kelam bagi pemain belakang Timnas Indonesia, Jay Idzes.
Kegagalan koordinasi di lini belakang Sassuolo membuat Juventus dengan mudah mengamankan posisi di papan atas klasemen.
Jonathan David dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga ini berkat kontribusi satu gol dan satu umpan matang.
Penampilan impresif sang striker seolah menjadi jawaban telak atas kritik pedas yang sempat menerpanya pada pekan lalu.
Sebelumnya, David sempat menjadi sorotan negatif setelah dirinya gagal mengonversi tendangan penalti saat melawan tim Lecce.
Namun di markas Sassuolo, ia menunjukkan ketenangan luar biasa dengan mencatatkan rating performa sebesar delapan koma lima.
Ketajaman David kembali terasah setelah dirinya sempat mengalami masa sulit mencetak gol sejak pertandingan pembuka musim ini.
Selain mencetak angka, David berperan besar dalam terciptanya gol kedua melalui visi bermain yang sangat cerdas.
Ia mengirimkan umpan terobosan yang sangat akurat kepada Fabio Miretti untuk menjebol gawang tuan rumah di menit ke-62.
Hanya selang semenit kemudian, sang penyerang memanfaatkan kesalahan komunikasi lawan untuk mencetak golnya sendiri ke gawang kosong.
Statistik mencatat bahwa Jonathan David melakukan dua umpan kunci yang sangat merepotkan barisan pertahanan lawan sepanjang laga.
Efektivitas serangan Juventus di babak kedua menjadi faktor pembeda yang membuat Sassuolo bertekuk lutut di kandang sendiri.
Di tengah gempuran bertubi-tubi, penjaga gawang Sassuolo yakni Arijanet Muric sebenarnya tampil sangat luar biasa di bawah mistar.
Meskipun harus memungut bola tiga kali dari gawangnya, Muric tercatat melakukan delapan kali penyelamatan krusial bagi timnya.
Andai bukan karena kesigapan sang kiper, Sassuolo diprediksi bisa menelan kekalahan lebih memalukan dengan skor lima atau enam nol.
Muric berhasil menggagalkan peluang emas dari Kenan Yildiz pada babak pertama melalui aksi refleks yang sangat impresif.
Sayangnya, performa gemilang sang penjaga gawang tidak dibarengi dengan solidnya koordinasi para pemain bertahan di depannya.
Bek tengah andalan Indonesia, Jay Idzes, justru melewati malam yang sangat emosional dan sulit di kasta tertinggi Italia.
Meskipun dipercaya turun sejak menit awal, Idzes terlihat sangat kewalahan mengantisipasi kecepatan para penyerang sayap milik Juventus.
Momen paling pahit bagi Idzes terjadi pada menit ke-63 saat ia bermaksud memberikan operan ke arah penjaga gawang.
Umpan balik yang dikirimkan Idzes ternyata terlalu lemah sehingga bola dengan mudah direbut oleh pemain lawan yang sigap.
Kesalahan fatal tersebut berujung pada gol ketiga Juventus yang sekaligus mengakhiri harapan Sassuolo untuk bangkit mengejar ketertinggalan.
Atas kesalahan yang berujung gol tersebut, Jay Idzes hanya mendapatkan nilai rapor sebesar empat koma lima poin.
Padahal pada paruh pertama pertandingan, pemain bertahan ini sebenarnya sempat menunjukkan kedisiplinan yang cukup baik dalam menjaga area.
Di sisi lain, Fabio Miretti mendapat pujian dengan nilai tujuh koma lima setelah berhasil memecah kebuntuan tim tamu.
Serta Pierre Kalulu turut berkontribusi memicu gol bunuh diri lawan setelah melakukan penetrasi agresif dari sisi kanan lapangan.
Hasil positif ini membuat posisi Juventus semakin kokoh di jalur perburuan gelar juara liga musim kompetisi tahun ini.