Pernah Dipuja, Kini Dipertanyakan! Herry IP Disorot Gegara Ganda Putra Malaysia Sering Kalah dari Pasangan Indonesia
Herry Iman Pierngadi. (Dok. PBSI)
14:46
3 Januari 2026

Pernah Dipuja, Kini Dipertanyakan! Herry IP Disorot Gegara Ganda Putra Malaysia Sering Kalah dari Pasangan Indonesia

Nasib 180 derajat dialami oleh pelatih bulu tangkis Indonesia di Malaysia, Herry Iman Pierngadi. Peracik strategi spesialis ganda putra itu kini mendapatkan sorotan tajam, setelah pada awal-awal dapat pujian besar dari warganet.

Herry IP bergabung dengan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) pada Februari 2025. Kehadirannya sempat dipuja-puja. Eks pelatih ganda putra Pelatnas PBSI itu langsung nyetel dan berprestasi bareng duet-duet Malaysia.

Pertama bersama duet peringkat dua dunia Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang berhasil merebut tiga gelar di Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Singapore Open. Kemudian dengan Man Wei Chong/Tee Kai Wun, dia membawa anak didiknya juara di Malaysia Masters.

Herry IP juga mendapatkan kesuksesan besar dengan pasangan cadangan Wan Arif Junaidi/Yap Roy King, dengan membantu menjuarai Macau Open (Super 300). Juara dunia junior Aaron Tai/Kang Khai Xing juga dibawa menyabet gelar Malaysia Super 100, Syed Modi International (Super 300), dan Guwahati Masters (Super 100).

Namun puja-puji itu ternyata tak berlangsung lama. Belakangan Herry IP mulai disorot dan dapat.kritikan tajam. Itu setelah deretan hasil mengecewakan yang diraih duet-duet ganda putra Malaysia di pengujung 2025.

Sejumlah duet ganda putra.Malaysia dihajar oleh wakil Indonesia. Baik itu oleh Sabar Karyama Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, maupun Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

“Pada penghujung musim lalu, pasangan-pasangan Malaysia kerap menelan kekalahan dari dua ganda Indonesia, yakni Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani serta Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri,” tulis laporan Harian Metro, dikutip Sabtu (3/1).

Hasil minor yang dimaksud adalah Aaron/Soh yang kalah tiga kali dari Sabar/Reza di perempat final Hylo Open 2025 dan final SEA Games 2025 baik di kategori beregu maupun perorangan.

Kemudian Man Wei Chong/Tee Kai Wun ditekuk Sabar/Reza di semifinal Hylo Open, semifinal SEA Games 2025, dan fase grup BWF World Tour Finals 2025. Mereka juga sempat kalah dari Raymon/Joaquin di perempat final Australian Open 2025.

Harian Metro menilai penurunan performa ini menjadi alarm bagi ganda putra Malaysia. Strategi Herry IP disebut sudah mulai dibaca dan dipahami oleh para rivalnya, termasuk Indonesia.

“Hal ini menjadi sinyal jelas bahwa lawan mulai memahami ritme permainan Malaysia serta taktik racikan Herry,” pungkas media tersebut.

Sementara itu, Man Wei Chong sebagai anak didik Herry IP, memberikan pembelaan. Ia berpendapat bahwa konsistensi Indonesia jadi kunci mampu menaklukkan wakil Negeri Jiran. Sehingga tak sepenuhnya salah pelatih.

"Strategi mereka [Indonesia] hampir sama dengan kami, tapi mereka lebih konsisten dan itu yang menyebabkan kami sering kalah," kata dia.

 

 

Editor: Hendra Eka

Tag:  #pernah #dipuja #kini #dipertanyakan #herry #disorot #gegara #ganda #putra #malaysia #sering #kalah #dari #pasangan #indonesia

KOMENTAR