Kronologi di Balik Keputusan Chelsea Mengakhiri Kontrak Enzo Maresca
Enzo Maresca sepakat mengakhiri kontraknya bersama Chelsea usai memimpin tim asal London tersebut selama 18 bulan.
Keputusannya berpisah dengan Chelsea disebut karena memburuknya hubungan pelatih asal Italia itu dengan manajemen tim.
Performa buruk Chelsea sepanjang Desember ikabarkan menjadi puncak dari kesabaran manajemen tim setelah memberinya waktu untuk memperbaiki hingga akhir tahun 2025.
Total dari delapan pertandingan terakhirnya, Chelsea hanya mampu meraih dua kemenangan, tiga kali imbang, dan tiga kali menelan kekalahan.
Chelsea yang sempat bersaing dengan Arsenal dan Manchester City di papan atas, kini perlahan merosot ke peringkat kelima.
Sejak bergabung dengan The Blues pada 1 Januari 2024, Enzo Maresca telah memimpin 91 laga dengan hasil 55 kali menang, 15 kali imbang, dan 21 kali kekalahan.
Sementara statistiknya pada musim ini, Maresca telah memimpin 26 pertandingan di semua kompetisi dengan hasil 14 kali menang, 6 kali imbang, dan 6 kali kalah.
Lihat postingan ini di Instagram
Manajemen Chelsea Hilang Kesabaran
Mengutip dari Guardian, situasi menjadi tidak menentu sejak Maresca membuat komentar samar tentang mengalami "48 jam terburuknya" di klub setelah kemenangan atas Everton pada 13 Desember lalu.
Kejatuhan Maresca ditandai dengan cemoohan para fans Chelsea setelah hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth di Stamford Bridge pada Selasa lalu.
Klub juga bingung dengan pernyataannya bahwa "banyak orang" tidak mendukungnya sebelum pertandingan melawan Everton.
Pernyataan tersebut dipandang sebagai yang pertama dari beberapa kesalahan yang ia buat sendiri dan memberikan gambaran tentang ketidakpuasan Maresca terhadap beberapa elemen proyek Chelsea.
Situasi semakin rumit karena Maresca menolak menjelaskan alasan ketidakpuasannya.
Namun, sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa perselisihan itu bermula dari desakannya kepada klub untuk memberinya lebih banyak ruang untuk mengabaikan saran departemen medis tentang perlindungan pemain tertentu.
Chelsea berupaya mencegah cedera dengan menerapkan kebijakan rotasi yang ketat, dan dikatakan Maresca telah diberitahu oleh tim kepemimpinan olahraga bahwa ia tidak akan diizinkan untuk mengesampingkan departemen medis terkait protokol kembali bermain.
Suasana hati Maresca semakin memburuk karena menerima kritik dari luar ketika rotasi pemain menyebabkan hasil yang mengecewakan. Ia melakukan rotasi besar-besaran selama kekalahan mengejutkan dari Leeds awal bulan lalu.
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, saat menukangi The Blues di ajang Premier League 2025-2026.
Pengaruh Buruk Enzo Maresca
Beberapa pihak menilai jika apa yang telah dilakukan Maresca telah memengaruhi performa Chelsea hingga kehilangan 15 poin.
Ketegangan semakin meningkat setelah Maresca mengatakan bahwa ia merasa terlalu tidak enak badan untuk melakukan konferensi pers setelah pertandingan melawan Bournemouth.
Orang dalam klub terkejut ketika asisten Maresca, Willy Caballero, berbicara kepada media.
Caballero mengatakan bahwa Maresca mengaku merasa tidak enak badan selama dua hari, meski ada klaim pada Rabu malam bahwa Maresca sebenarnya telah menyatakan dengan jelas bahwa ia tidak ingin melakukan tugas persnya seperti biasa.
Maresca disebut sedang mempertimbangkan pilihannya setelah merasa tidak puas dengan beberapa elemen dari proyek Chelsea.
Chelsea sebenarnya lebih memilih untuk meninjau posisi Maresca hingga akhir musim.
Akan tetapi, kesabaran mereka habis pada Rabu malam, dan memilih untuk mengganti pelatih untuk kelima kalinya sejak dibeli oleh Todd Boehly dan Clearlake Capital pada Mei 2022.
Tag: #kronologi #balik #keputusan #chelsea #mengakhiri #kontrak #enzo #maresca