Penantian 18 Tahun hingga Konsisten di Super League, Perjalanan PSIM Naik Kelas
- Tahun 2025 akan selalu tercatat sebagai salah satu bab terpenting dalam sejarah PSIM Jogjakarta.
Setelah menunggu hampir dua dekade, PSIM Jogjakarta akhirnya kembali ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Tidak sekadar promosi, PSIM Jogjakarta bahkan naik ke Super League dengan status juara Liga 2.
Di balik layar kebangkitan itu, Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno, menjadi figur sentral yang mengawal transisi besar klub dari tim kasta kedua menjadi penantang kompetitif di Super League 2025-2026.
“Tahun 2025 adalah tahun luar biasa dan penuh berkah bagi PSIM. Akhirnya PSIM bisa berada di Liga 1 dan Tuhan menambahkan bonus besar dengan gelar juara Liga 2 Indonesia,” tutur perempuan yang biasa disapa Cik Lin ini kepada Kompas.com.
"Semua pencapaian ini kami kembalikan untuk mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta."
Baginya, pencapaian tersebut bukan semata hasil teknis di lapangan, melainkan buah dari proses yang dijalani dengan prinsip jelas.
“Dengan visi ketulusan, kerja keras, dan implementasi yang berlandaskan integritas serta cara-cara yang benar, saya percaya bahwa berkah akan datang dengan sendirinya,” imbuhnya.
Adaptasi di Super League Jadi Tantangan Nyata Klub Promosi
Hampir setengah jalan menghadapi musim perdana di Super League 2025-2026, PSIM dihadapkan pada realitas baru.
Hingga jelang pekan ke-16, PSIM menghadapi bukan hanya kekuatan lawan, tetapi juga kompleksitas operasional yang jauh lebih menuntut.
“Pengalaman pertama saya ini lebih banyak diwarnai oleh proses penyesuaian, operasional di kasta tertinggi jauh lebih kompleks, dengan banyak keperluan dan standar yang harus dipenuhi, baik dari sisi teknis maupun manajerial,” ujar Liana Tasno.
Namun, performa PSIM yang justru melampaui ekspektasi memberi ruang bernapas bagi manajemen untuk berpikir lebih strategis.
“Kami sangat bersyukur, karena prestasi tim yang di luar dugaan justru memberi ruang bagi kami untuk berpikir lebih strategis," kata perempuan yang pernah menjabat sebagai manajer brand dan komunikasi PSSI.
"Di musim pertama ini, fokus kami tidak hanya bertahan di Super League, tetapi mulai mengalokasikan energi pada penguatan kontrol anggaran dan pengembangan klub secara menyeluruh, tidak hanya di sektor youth development, tetapi juga di aspek komersial dan tata kelola,” sambungnya.
Menurutnya, saat ini tuntutan ini memaksa seluruh elemen klub untuk berbenah dan naik level secara bersamaan.
Pesepak PSIM Yogyakarta Nermin Haljeta (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSBS Biak Myeonghyeon Hwang (kanan) pada Laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (29/12/2025). Pertadingan berakhir imbang dengan skor 2-2. ANTARA FOTO/Kala/nz
“Pelajaran terpenting yang saya dapat adalah bahwa Liga 1 menuntut semua elemen klub untuk naik kelas,” ucap Liana Tasno.
“Saya selalu menanamkan prinsip good, better, best kepada seluruh tim. Bukan hanya skuad yang harus naik kelas Liga 1, tetapi juga manajemen, sistem kerja, dan kinerja organisasi secara keseluruhan,” imbuhnya.
Stabil di Papan Atas sebagai Tim Promosi
Sementara itu secara performa, PSIM memang sempat melewati periode tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir.
Namun, pelatih Jean Paul van Gastel menilai performa tim masih berada di jalur yang benar.
“Saya pikir, tim di papan atas seperti Persib Bandung dan Borneo juga kalah di tiga pertandingan. Jadi saya pikir kami tampil cukup baik, dan saya juga puas dengan kinerja serta penampilan pemain saya,” ujar pelatih asal Belanda itu.
Selain itu ia juga menyoroti banyaknya hasil imbang yang menjadi pembeda dengan tim papan atas.
“Sebagai tim promosi, satu-satunya perbedaan antara mereka dan kami adalah jumlah kemenangan. Kami agak terlalu sering bermain imbang, tetapi di sisi lain kami juga tidak kalah,” pungkasnya.
Hingga pekan ke-15, PSIM menempati posisi ke-6 klasemen sementara Super league 2025-2026 dengan perolehan 24 poin.
Dari enam kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan menjadi sebuah capaian bahwa klub promosi bukan sekadar numpang lewat.
Tag: #penantian #tahun #hingga #konsisten #super #league #perjalanan #psim #naik #kelas