Pelatih Spanyol Tak Sabar Hadapi Piala Dunia 2026, La Furia Roja Favorit Juara
Luis de La Fuente Ngaku Religius dan Dekat dengan Tuhan, Apa Agama Pelatih Spanyol? [Tangkap layar Instagram]
08:42
1 Januari 2026

Pelatih Spanyol Tak Sabar Hadapi Piala Dunia 2026, La Furia Roja Favorit Juara

Baca 10 detik
  • Pelatih Luis de la Fuente optimistis menyambut Piala Dunia 2026 dan menganggap status kandidat juara adalah hasil kerja keras.
  • Ia menyamakan Spanyol dengan tim kuat lain dan menyatakan format baru Piala Dunia 2026 membuka peluang lebih besar.
  • De la Fuente menekankan proses dan filosofi tim tetap penting meskipun Spanyol mendekati rekor tak terkalahkan periode 2023.

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menutup tahun 2025 dengan penuh optimisme.

Ia menegaskan tidak memiliki rasa takut maupun keraguan menjelang Piala Dunia 2026, bahkan menikmati fakta bahwa Spanyol kini disebut-sebut sebagai salah satu kandidat juara.

Dalam wawancara dengan Europa Press, De la Fuente mengaku bangga dengan pengakuan tersebut.

Menurutnya, status kandidat bukanlah beban, melainkan buah dari kerja keras dan proses panjang yang telah dijalani tim nasional dalam tiga tahun terakhir.

“Saya tidak punya rasa takut atau kompleks apa pun. Saya justru senang jika ada yang mengatakan kami kandidat juara,” ujar De la Fuente.

“Entah disebut favorit atau kandidat, bagi saya itu hal yang indah. Itu adalah pengakuan atas kerja yang telah membawa Spanyol kembali ke puncak sepak bola dunia.”

Meski demikian, De la Fuente menegaskan status kandidat tidak menjamin apa pun.

Ia menempatkan Spanyol sejajar dengan kekuatan besar lainnya seperti Brasil, Argentina, Prancis, Portugal, Maroko, dan Inggris.

Terlebih, format Piala Dunia 2026 yang melibatkan lebih banyak tim membuat persaingan semakin terbuka.

“Format baru ini memperlebar peluang. Lebih banyak tim bisa bermimpi dan bersaing,” tegasnya.

Bagi De la Fuente, tahun 2026 akan menjadi momen paling spesial dalam karier kepelatihannya.

Selain peluang tampil di Piala Dunia, Spanyol juga dijadwalkan menghadapi Argentina dalam ajang Finalissima pada Maret mendatang.

“Memimpin Spanyol di Piala Dunia adalah puncak karier seorang pelatih. Saya merasa sangat penuh dan puas secara profesional. Melatih tim nasional negara sendiri adalah hal tertinggi yang bisa dicapai,” katanya.

Piala Dunia nanti akan menjadi turnamen besar ketiga yang ia jalani setelah Olimpiade Tokyo dan Euro.

Ia mengakui tak pernah membayangkan bisa berada di posisi ini saat masih berkiprah di level klub.

Di sisi performa, Spanyol berpeluang datang ke Piala Dunia tanpa pernah kalah di laga resmi sejak Maret 2023, menyamai rekor 31 pertandingan milik Italia.

Namun De la Fuente menolak terjebak pada statistik semata.

“Saya lebih memilih terus melakukan hal-hal dengan benar. Dalam sepak bola, kadang Anda bermain bagus tapi tetap kalah. Proses tetap lebih penting,” jelasnya.

Selama kepemimpinannya, Spanyol hanya menelan sedikit hasil negatif, termasuk kekalahan dari Skotlandia dan Kolombia di laga persahabatan.

Ia menilai periode ini sebagai fase yang sangat positif, meski tetap mengingatkan bahwa momen sulit selalu mungkin terjadi.

De la Fuente juga menepis anggapan egois terkait jadwal klub. Ia berharap klub-klub Spanyol melangkah sejauh mungkin di kompetisi Eropa demi kebaikan sepak bola nasional, meski berdampak pada kebugaran pemain.

Keberhasilan Spanyol saat ini pun memunculkan perbandingan dengan generasi emas 2008–2012.

De la Fuente mengakui tetap menjaga filosofi lama, namun dengan evolusi yang sesuai perkembangan zaman.

“Kami menjaga esensi, tetapi menambahkan alat dan solusi baru sesuai karakter pemain. Sepak bola terus berkembang, dan kami ikut berevolusi,” katanya.

Kontributor: Adam Ali

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #pelatih #spanyol #sabar #hadapi #piala #dunia #2026 #furia #roja #favorit #juara

KOMENTAR