Semprit Keras Paolo di Canio ke Serie A: Sepak bola Italia Tengah Runtuh!
- Legenda sepak bola Italia, Paolo Di Canio, memberikan kritik keras terhadap Serie A dewasa ini.
Menurutnya, Liga Italia tengah dalam kondisi tidak baik-baik saja ketika kedatangan dua pemain veteran dalam diri Kevin De Bruyne dan Luka Modric dianggap sebagai hal positif bagi kasta tertinggi sepak bola Negeri Pizza.
Kevin De Bruyne (34 tahun) dan Luka Modric (40) merapat ke Serie A dengan status bebas transfer masing-masing bersama Napoli dan AC Milan, dua raksasa papan atas Italia.
Menurutnya, para pemain tersebut sudah berada di ujung karier mereka, serupa dengan saat Cristiano Ronaldo dan Franck Ribery tiba di Serie A.
“Sekarang Edin Dzeko dan Nemanja Matic juga kembali. Dengan kondisi seperti ini, Anda tidak akan berkembang," ujar mantan bomber yang antara lain memperkuat Lazio, Milan, West Ham United, dan Juventus tersebut dalam wawancara dengan Il Messaggero.
Como 1907 Jadi Sorotan
Pria yang juga pernah berkarier sebagai manajer di Inggris bersama Swindon Town dan Sunderland ini membandingkan dengan apa yang terjadi di Premier League.
"Tidak ada ruang bagi pemain muda. Lihat saja Chelsea, rata-rata usia pemainnya 20 tahun dan Premier League menjadi tontonan yang luar biasa,” ujar Di Canio.
Como 1907 meraih kemenangan 2-0 atas Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia 2025-2026, Sabtu (29/11/2025) dini hari WIB.
Saat ditanya soal Italia yang memiliki Como 1907 sebagai contoh klub yang membesarkan talenta muda, Di Canio menanggapi bahwa mayoritas pemain di klub tersebut adalah pemain asing.
“Ya, tetapi mereka semua orang asing. Anak-anak kita (Italia) yang harus menanggung akibat dari obsesi terhadap hasil instan," tutur pria yang kini telah berusia 57 tahun tersebut.
"Hal ini juga berdampak pada para pelatih usia dini, yang lebih memilih menahan anak-anak di tahap dasar ketimbang melepaskan bakat mereka."
"Sepak bola kita tengah runtuh,” kata Di Canio.
Kritik Terhadap Manajemen Fiorentina
Di sisi lain, Paolo Di Canio juga melontarkan kritik keras terhadap Fiorentina, yang ia gambarkan sebagai klub yang sedang berada dalam kondisi bebas jatuh.
Menurutnya, masalah utama terletak pada fokus klub yang terpecah akibat keterlibatan di kompetisi Conference League, sementara tim justru mendapat tekanan berlebihan dari para suporter.
Untuk menghindari jurang degradasi ke Serie B, Di Canio menyarankan langkah drastis.
Pria yang sempat menjadi juara Serie A bersama AC Milan pada 1995-1996 tersebut menilai Fiorentina seharusnya mengesampingkan ambisi di kompetisi Eropa dan sepenuhnya memusatkan perhatian pada upaya bertahan di Serie A.
Menurut Di Canio, solusi tersebut harus diwujudkan pada bursa transfer Januari dengan mendatangkan setidaknya tiga pemain berpengalaman yang mampu menanamkan mentalitas untuk menghadapi pertarungan degradasi.
Jika tidak, mantan pemain kelahiran Roma tersebut tersebut khawatir akan semakin sulit bagi Fiorentina untuk bertahan di liga.
Tag: #semprit #keras #paolo #canio #serie #sepak #bola #italia #tengah #runtuh